HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK
- Selasa, 14 November 2023
Pemkab Solok Gelar Mekanisme Penyelesaian Sengketa Hukum Adat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Nagari
Arosuka (Minangsatu) - Bupati Solok Epyardi Asda mengakui pemahaman hukum bagi para tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Solok sangat penting untuk dapat menghindari permasalahan hukum ke jenjang Pengadilan.
“ Kegiatan ini merupakan suatu terobosan dalam membantu penyelesaian Sengketa Hukum Adat yang terjadi di masing-masing Nagari," ujar Bupati Solok Epyardi Asda ketika membuka kegiatan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Hukum Adat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Nagari dan Pemerintahan Daerah secara Litigasi dan Termitigasi serta Permasalahan Hukum Adat dalam menjalankan Pemerintahan Nagari dan Pemerintahan Daerah di Gedung Solok Nan Indah Arosuka, Selasa (14/11/23).
Lebih lanjut Bupati menjelaskan target berikutnya bukan hanya sekedar kegiatan ini saja, namun pada tahun 2024 akan di tunjuk salah seorang Niniak mamak yang disertifikasi oleh Pengadilan sebagai perwakilan Pengadilan untuk penyelesaian sengketa yang terjadi di masing-masing Nagari.
Untuk itu kata Epyardi kepada seluruh Walinagari, Ketua KAN dan Niniak Mamak dapat mengikuti secara serius dengan mengambil hikmah untuk dijadikan ilmu pengetahuan,
karena merupakan terobosan terbaru yang belum pernah dilakukan di Kabupaten/Kota lainnya, hal ini sejalan dengan tujuan untuk menjadi yang terbaik di segala lini.
Sebelumnya Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Solok Febrizaldi melaporkan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman peserta mengenai mekanisme penyelesaian sengketa dan permasalahan hukum adat alam Penyelenggaraan Pemerintahan Nagari dan Pemerintahan Daerah dan Agar Sengketa dan Permasalahan Hukum Adat yang ada di Nagari seoptimal mungkin dapat diselesaikan di tingkat Nagari.
Jegiatan ini diikuti sebanyak 205 orang yang berasal dari Kepala Perangkat Daerah 31 Orang, Kepala Bagian 12 Orang, Camat 14 Orang, Walinagari 74 Orang, dan Ketua KAN 74 orang dengan materi kegiatan yakni Mekanisme Penyelesaian Sengketa Hukum Adat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Nagari dan Pemerintahan Daerah secara Litigasi dan Termitigasi serta Permasalahan Hukum Adat dalam menjalankan Pemerintahan Nagari dan Pemerintahan Daerah.
Adapun narasumber Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat, Pengadilan Negeri Koto Baru, Pengadilan Negeri Solok, Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas dan Praktisi Hukum Legality Padang
Editor : melatisan
Tag :#Pemahaman Hukum #Tokoh Adat #Tokoh Masyarakat
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BUPATI SOLOK: HARI ANAK NASIONAL MENJADI MOMENTUM PERKUAT KOLABORASI MEMBINA DAN MENDIDIK GENERASI PENERUS BANGSA
-
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SEKALIGUS PERKUAT SINERGI, BUPATI SOLOK JON FIRMAN PANDU PIMPIN RAKOR DENGAN OPD
-
PIMPIN APEL GABUNGAN, BUPATI SOLOK MINTA ASN PEKA TERHADAP PERKEMBANGAN YANG TERJADI DAN BERORIENTASI PELAYANAN TERBAIK
-
KOMITMEN HADIRKAN SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH, PEMKAB SOLOK AJUKAN PEMBANGUNAN TPS-RDF KEPADA KEMENPUPR
-
DISAMBUT BUPATI JON FIRMAN PANDU, TIM SUPERVISI PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA KUNJUNGI KABUPATEN SOLOK
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG
-
JALAN PANJANG KEMANDIRIAN PERS KITA, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM