- Minggu, 8 November 2026
Pangkas Jarak 3,4 Kilometer Dan Hilangkan 9 Tikungan, Jalan Baru Sawahlunto Masih Butuh Rp30 Miliar
Sawahlunto (Minangsatu) – Pembangunan ruas jalan baru Pondok Kapur–Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto menyimpan perjalanan panjang. Digagas sejak masa pemerintahan Wali Kota Amran Nur bersama Wakil Wali Kota Erizal Ridwan periode 2008–2013, pembangunan akses alternatif tersebut hingga kini belum sepenuhnya tuntas
Dari total panjang rencana 1,4 kilometer, masih terdapat sekitar 700 meter yang belum dibangun. Untuk menuntaskan sisa pembangunan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar. Besarnya kebutuhan biaya tidak terlepas dari kondisi geografis kawasan yang berbukit dan memiliki kontur cukup curam, sehingga membutuhkan pekerjaan konstruksi yang kompleks agar jalan layak dan aman dilalui kendaraan.
Gagasan pembukaan jalan baru Pondok Kapur–Muaro Kalaban mulai direalisasikan pada 2020, ketika Sawahlunto dipimpin Wali Kota Deri Asta bersama Wakil Wali Kota Zohirin Sayuti periode 2018–2023.
Dengan total nilai proyek sekitar Rp49 miliar, pembangunan dilakukan secara bertahap menggunakan dana APBD Kota Sawahlunto.
Pekerjaan sepanjang sekitar 700 meter yang telah terealisasi dilaksanakan dalam dua tahun anggaran.
Saat itu, Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Maizir, menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran sekitar Rp49 miliar tersebut mencakup pembangunan badan jalan, riol atau saluran drainase, serta trotoar.
Namun, keterbatasan anggaran daerah dan pandemi Covid-19 ketika itu menjadi kendala dalam melanjutkan pembangunan. Akibatnya, hingga sekarang baru sekitar separuh dari total panjang jalan yang direncanakan berhasil dibangun.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Datuk Abadi, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah beberapa kali mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, usulan itu belum membuahkan hasil karena kebutuhan anggaran yang cukup besar.
Untuk menyelesaikan sisa pembangunan sekitar 700 meter, dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp30 miliar. Besarnya biaya tersebut tidak terlepas dari kondisi medan yang berbukit dan kontur tanah yang cukup berat sehingga membutuhkan penanganan konstruksi khusus.
Pangkas Jarak Perjalanan dan Hilangkan Sembilan Tikungan
Selama ini, akses Pondok Kapur–Muaro Kalaban mengandalkan jalan lama peninggalan kolonial Belanda yang kini berstatus jalan nasional. Meski kondisi fisiknya relatif baik dan cukup lebar, jalur tersebut memiliki banyak kelokan serta tikungan tajam karena melintasi kawasan perbukitan.
Sementara itu, jalan baru yang direncanakan memiliki jalur lebih lurus dan lebar. Berdasarkan keterangan Datuk Abadi, keberadaan jalan baru tersebut mampu memangkas jarak tempuh dari sebelumnya 4,8 kilometer menjadi hanya 1,4 kilometer.
Dengan demikian, perjalanan menjadi lebih pendek sekitar 3,4 kilometer atau berkurang sekitar 70,8 persen.
Tidak hanya memangkas jarak, jalan baru tersebut juga menghilangkan sembilan tikungan yang selama ini menjadi kendala bagi bus-bus pariwisata untuk masuk ke Sawahlunto.
"Manfaat yang paling nyata adalah menghilangkan sembilan tikungan yang membuat bus-bus wisata malas ke Sawahlunto," ungkap Datuk Abadi.
Menurutnya, keberadaan akses baru tersebut akan memberikan kemudahan bagi kendaraan besar, terutama bus pariwisata yang selama ini harus melewati jalur lama dengan banyak tikungan.
Penting untuk Pengembangan Pariwisata
Urgensi penyelesaian jalan tersebut juga berkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata Sawahlunto. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan wisata sejarah dan budaya pertambangan batu bara, Sawahlunto merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi sekaligus Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional.
Kota Sawahlunto juga memiliki warisan sejarah pertambangan batu bara yang telah mendapatkan pengakuan dunia melalui penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2019.
Dalam konteks pengembangan pariwisata, infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting untuk mempermudah akses wisatawan menuju berbagai destinasi. Ketersediaan jalur alternatif yang lebih pendek, lurus, dan lebar diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Sawahlunto periode 2018–2023, Zohirin Sayuti, sebelumnya juga menilai jalan tembus Muaro Kalaban–Pondok Kapur sangat diperlukan apabila pemerintah ingin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sawahlunto.
"Kalau kita ingin menggenjot kunjungan wisata ke Sawahlunto, jalan tembus Muaro Kalaban–Pondok Kapur sangat diperlukan. Mungkin karena ada Perumnas Talago di lokasi jalan ini, bisa saja pembangunan jalan menuju perumnas ini lebih diutamakan oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan dalam masa jabatan kepala daerah sekarang ini, jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban bisa dibuka Pemko," ungkap Zohirin Minggu (8/11/2026)
Menurutnya, keberadaan akses jalan baru tersebut memiliki arti penting dalam mendukung kemudahan mobilitas menuju Sawahlunto, terutama dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata.
Dengan perjalanan pembangunan yang sudah berlangsung cukup panjang, penyelesaian sisa 700 meter jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban kini menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Kebutuhan anggaran sekitar Rp30 miliar menjadi tantangan tersendiri untuk menuntaskan proyek tersebut. Dukungan pendanaan, baik melalui kemampuan APBD maupun peluang bantuan pemerintah pusat, menjadi salah satu faktor penting agar rencana pembangunan yang telah digagas sejak belasan tahun lalu itu dapat diwujudkan secara keseluruhan.
Pada akhirnya, jalan baru Pondok Kapur–Muaro Kalaban bukan hanya tentang memangkas jarak perjalanan. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas, mempermudah akses bus pariwisata, meningkatkan kenyamanan perjalanan, dan mendukung pengembangan pariwisata Kota Sawahlunto sebagai kota warisan dunia.
Editor : melatisan
Tag :Pangkas, Jarak 3,4 Kilometer, dan Hilangkan 9 Tikungan, Jalan Baru l, Sawahlunto, Masih Butuh Rp30 Miliar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMBANGUNAN GEDUNG IGD DAN RADIOLOGI BARU RSUD SAWAHLUNTO DIKEBUT
-
DPD RI NILAI TARGET 20 JUTA KUNJUNGAN WISATAWAN SULIT TERCAPAI
-
PASCA PEMBONGKARAN BANGLI DI TERMINAL GUMANTI, GAMAWAN FAUZI: PERLU PENGATURAN TATA RUANG BARU
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL