HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PAYAKUMBUH

  • Minggu, 30 Agustus 2026

Pada APBD Perubahan, Payakumbuh Fokus Perkuat Ekonomi, Infrastruktur, Dan Layanan Kesehatan

Payakumbuh (Minangsatu) - Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Kota Payakumbuh difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar, dan peningkatan pelayanan kesehatan tanpa menambah beban fiskal masyarakat.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan arah kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan anggaran perubahan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Masukan dan saran yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD menjadi bagian penting bagi kami dalam menyempurnakan Ranperda P-APBD 2026,” kata Sekdako Rida Ananda saat menyampaikan jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026, kemaren. 

Menurut dia, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif diperlukan agar kebijakan anggaran semakin tepat sasaran dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Rida mengatakan Pemko Payakumbuh memproyeksikan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp8,285 miliar dalam Perubahan APBD 2026.

Peningkatan tersebut akan dikejar melalui optimalisasi aset daerah dan berbagai inovasi, bukan dengan menambah pungutan yang membebani masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan pendapatan dengan mengoptimalkan potensi yang sudah tersedia, bukan menjadikan masyarakat sebagai objek untuk menambah penerimaan daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemko Payakumbuh memperoleh tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp116,97 miliar.

Tambahan kapasitas fiskal tersebut akan mendukung percepatan penanganan infrastruktur pelayanan publik, pemulihan layanan dasar, serta penguatan mitigasi dan penanganan bencana.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, pemerintah daerah meningkatkan anggaran untuk UMKM sebesar 46 persen atau sekitar Rp386 juta.

Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha, termasuk perajin rajut, sekaligus memperluas akses pemasaran produk melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran.

“Penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Kami juga perlu membantu pelaku usaha memperluas jaringan pemasaran sehingga produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Untuk infrastruktur, Pemko Payakumbuh memprioritaskan penanganan jalan, jembatan, dan drainase. Pemerintah daerah juga mendorong revitalisasi Pasar Ibuh agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman dan tertata.

Selain itu, pembangunan kembali Pasar Serikat yang terbakar dipercepat dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Pada sektor kesehatan, Pemko Payakumbuh mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki gedung Puskesmas Air Tabit dan delapan Puskesmas Pembantu (Pustu), melengkapi peralatan kesehatan rumah sakit, serta menambah dua unit ambulans untuk mendukung mobilitas pelayanan medis.

“Belanja daerah kami arahkan pada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas dalam Perubahan APBD 2026,” kata Rida.

Rida juga memastikan pemerintah daerah menjaga kualitas pelaksanaan anggaran hingga akhir 2026. Pemko Payakumbuh menargetkan realisasi fisik mencapai 98,48 persen, sedangkan serapan keuangan diproyeksikan sebesar 89,97 persen.

“Kami berkomitmen mengawal pelaksanaan Perubahan APBD 2026 agar anggaran tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#payakumbuh

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com