- Selasa, 21 Januari 2020
Optimalkan PAD, Pemko Solok Gelar FGD
Solok (Minangsatu) - Untuk menghadapi keterbatasan dana Daerah harus lebih kreatif dalam mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejalan dengan meningkatkan Akuntabilitas dan Keleluasaan dalam pembelanjaan APBD.
Sumber sumber penerimaan daerah yang potensial harus secara optimal digali, namun tetap dalam koridor Peraturan Perundang Undangan yang berlaku, termasuk diantaranya Pajak dan Retribusi Daerah, " kata Jefrizal PLT Sekretaris Daerah ketika membuka Forum Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Optimalisasi Penerimaan PAD Kota Solok di Aula D'Relazion Lukah Pandan, Selasa (21/01/20).
Kepala BKD Novirna Hendayani dalam laporamnya mengatakan dalam pelaksanaan FGD ini diikuti sekitar 50 orang dari para Iner OPD yang mengelola PAD, yang dihadiri unsur KAN dan Bundokandung, sementara nara sumber Suhanda dari Pusat Studi Keuangan Daerah Unand Padang dan Riko Senior Analis Sistim Bank Nagari Pusat.
Untuk itu kepada peserta dapat hendaknya menimba ilmu, sebab iner opd membutuhkan pengelolaan PAD yang optimal sejalan dengan peningkatan PAD.
Untuk Kota Solok, kata Novirna dalam FGD ini bisa hendak dipecahkan permasalahan yang selama ini terutama dalam peningkatan PAD, karena Kota Solok sumber PAD hanya Retribusi, Pajak Daerah, Pajak Hotel, Pajak Restourant, Parkir dan Pajak Reklame.
Selanjutnya Jefrizal menjelaskan tuntutan peningkatan PAD semakin besar seiring dengan semakin banyaknya kewenangan Pemerintah Pusat yang dilimpahkan kepada Daerah. Sementara ini dana perimbangan yang merupakan dana transfer keuangan pusat kepada daerah pada akhir-akhir ini sudah semakin dinamis hal ini dapat dirasakan dari pelaksanaan anggaran yang harus dilakukan pengurangan dan penyisihan serta penangguhan dalam pelaksanaannya.
“Daerah harus lebih kreatif dalam meningkatkan PADnya agar dapat meningkatkan akuntabilitas dan keleluasaan dalam pembelanjaan APBD. Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, namun tetap dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. termasuk diantaranya adalah pajak dan retribusi daerah yang memang telah sejak lama menjadi unsur PAD yang utama,” tukuknya lagi.
Sejauh ini tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan daerah terhadap dana dari pusat dan dana dari provinsi sangatlah besar, yang mana PAD hanya menyumbang sebesar 7,5% dari total APBD," ucapnya.
Sementara Walikota Solok Zul Elfian mengakui dari tahun ke tahun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor Pajak Daerah selalu naik, sedangkan untuk optimalisasi penerimaan dari ekstensifikasi pajak sangat terbatas sehingga perlu mengoptimalkan.
Editor : sc.astra
Tag :#pad #solokkota #fgd
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DITERIMA WALIKOTA SOLOK, OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUMBAR SERAHKAN HASIL PENILAIAN MAL ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK 2025
-
SATU TAHUN PIMPIN SOLOK, RAMADHANI–SURYADI CATAT DERETAN CAPAIAN MENGEJUTKAN
-
BANGUN SINERGI, BNN KABUPATEN SOLOK AUDIENSI DENGAN WALI KOTA RAMADHANI KIRANA PUTRA
-
WAWAKO SURYADI NURDAL LANTIK TIGA PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMKO SOLOK
-
SEMARAK BULAN K3 NASIONAL 2026, PLN UID SUMBAR DORONG BUDAYA SEHAT DAN PEDULI MELALUI DONOR DARAH DAN FUN WALK
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN