HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Senin, 18 September 2023
Miko Kamal: Warga Taat Hukum Prasyarat Menjadi Negara Maju
Padang (Minangsatu) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) SMA Negeri 7 Padang Miko Kamal, S.H., LL.M., Ph.D., menyampaikan bahwa taat hukum adalah prasyarat untuk menjadi negara yang maju.
Hal tersebut disampaikan Miko Kamal saat menjadi pembina upacara bendera di hadapan 1.111 siswa dan siswi SMA Negeri 7 Padang pada Senin 18 September 2023 di kompleks sekolah tersebut, Jl Bunga Tanjung Lubuk Buaya Padang.
Saat memberikan amanat sebagai pembina upacara, Miko yang didampingi oleh kepala sekolah Yuni Era HM, SP.d., M.Pd membawakan kisah tentang Khalifah Ali Bin Abi Thalib yang kehilangan baju besi. Menurut Miko, kisah tersebut mengajarkan kepada kita tentang pentingnya setiap orang untuk taat atau patuh terhadap hukuman yang berlaku.
Dalam kisah tersebut disebutkan bahwa baju besi milik Ali ada di tangan seorang pedagang Yahudi. Meskipun sudah diminta secara baik-baik oleh Ali, si pedagang Yahudi tidak mau menyerahkannya karena dia mengklaim baju besi itu adalah miliknya.
Karena tidak ada kesepakatan antara Ali dan si Yahudi, Ali membawa perkara tersebut ke hadapan hakim Syuraikh yang terkenal adil. Dalam proses pembuktian, hakim Syuraikh meminta Ali menghadirkan dua orang saksi. Ali menghadirkan anaknya Hasan dan Husein sebagai saksi. Kehadiran Hasan dan Husein ditolak oleh hakim Syuraikh dengan alasan kedua saksi adalah anak kandung Ali. "Dalam hukum pembuktian, para pihak yang memiliki hubungan darah tidak dibenarkan menjadi saksi," cerita Miko.
Singkat cerita, Ali dikalahkan dalam perkara tersebut karena ketidakmampuannya menghadirkan saksi yang kapabel, meskipun secara materil Ali adalah pemilik yang sah baju besi tersebut. Ali mematuhi putusan hakim Syuraikh. Ali tidak menggunakan kekuasaaanya dan kedekatannya dengan hakim Syuraikh untuk mengubah putusan yang menguntungkan dirinya. "Sebab, Ali percaya bahwa tidak mematuhi hukum akan memunculkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat", lanjut Miko.
Lebih lanjut Miko yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang Peradi Padang itu menyampaikan, kisah Ali dan baju besinya ini mengajarkan kita betapa pentingnya setiap orang mematuhi hukum yang berlaku dan/atau yang sudah diputuskan oleh yang berwenang. Tidak ada alasan bagi setiap orang untuk tidak taat kepada hukum, karena prasyarat untuk jadi negara maju adalah negara itu dipenuhi oleh warga yang taat hukum.
"Sampai saat ini negara kita belum juga maju-maju meskipun sudah 78 tahun kita Merdeka. Salah satu penyebabnya, banyak diantara warga negara kita yang tidak taat hukum dalam kehidupan sehari-hari," jelas Miko.
Kepada semua siswa dan siswi SMA Negeri 7 Padang dan seluruh guru serta tenaga kependidikan berpesan untuk menjadi warga negara yang bangga taat hukum. Bukan sebaliknya, warga yang suka melanggar hukum atau melabrak peraturan yang ada.
Upacara bendera pagi itu juga dihadiri oleh beberapa orang pengurus DPP IKBA SMA Negeri 7 Padang dan Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumatera Barat Ebnovrio Hanesty, M.Pd yang juga alumni SMA Negeri 7 Padang angkatan 2011.
Editor : ranof
Tag :#Taat hukum negara maju #SMAN 7 Padang #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
450 MAHASISWA DAN PELAJAR IKUTI PROGRAM MAGANG DI PT SEMEN PADANG
-
FK UNIVERSITAS ANDALAS TUTUP KEGIATAN FOME LAPANGAN, HADIRKAN EDUKASI KESEHATAN BAGI WARGA GATES NAN XX, LUBUK BEGALUNG, PADANG
-
DUA PUTRA-PUTRI TERBAIK SUMBAR LOLOS PASKIBRAKA NASIONAL 2026, SIAP BERTUGAS DI ISTANA NEGARA
-
TEMBUS 10 BESAR ASAS 2026, TIGA SISWA SMP SEMEN PADANG RAIH NILAI 100 PADA BAHASA INGGRIS DAN MATEMATIKA
-
BUKTI KOMITMEN CIPTAKAN SEKOLAH SEHAT, SMP SEMEN PADANG RAIH PENGHARGAAN STRATIFIKASI UKS PADANG 2025
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908