HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK
- Rabu, 7 Oktober 2026
Menteri Sosial Serahkan Bantuan Penanganan Banjir Bandang Di Kabupaten Solok
Aro Suka, (Minangsatu) - Kementerian Sosial Republik Indonesia kucurkan bantuan untuk penanganan bencana banjir bandang yang menghantam kawasan perkantotan Pemerintah Kabupaten Solok di Aro Suka.
Bantuan senilai Rp358,8 juta tersebut diserahkan Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu di Posko Utama Bencana Kabupaten Solok didampingi Wakil Bupati Solok H.Candra, Rabu (06/10/26). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Solok.
Kesempatan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan bencana banjir bandang terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi pada September lalu. Hal tersebut memberikan dampak cukup besar terhadap masyarakat Kabupaten Solok.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah warga menjadi korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia, serta berdampak terhadap aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat,"jelasnya.
Usai bencana perkantoran juga sempat lumpuh. Namun, Solok adalah daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan. Kita bersama-sama menghadapi kondisi ini dan berupaya bangkit menjadi lebih baik,” ujar Bupati.
Ia menyampaikan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Solok dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Pemerintah daerah bersama Forkopimda telah melakukan rapat dan memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari guna memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal. “Percepatan dan dana yang di dapatkan sudah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Sesuai dengan target mudah-mudahan seluruhnya dapat terealisasi dengan segera,” ungkapnya.
Sementara Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengakui penanganan bencana harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan penyelamatan keluarga terdampak. Menurutnya, keberadaan dapur umum dan posko menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Saya sudah mendengarkan laporan dari Bupati. Yang pertama harus dilakukan adalah menyelamatkan keluarga-keluarga yang terdampak. Dapur umum juga sangat penting di posko,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, serta seluruh unsur terkait. Untuk itu, pendataan masyarakat terdampak harus dilakukan secara tepat dan akurat agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menteri Sosial meminta Bupati Solok bersama Forkopimda untuk terus melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Pendataan tersebut menjadi dasar dalam penyaluran berbagai bantuan dari pemerintah.
Kementerian Sosial, lanjutnya, memberikan dukungan berupa bantuan untuk kebutuhan pemulihan masyarakat terdampak, termasuk bantuan dukungan ekonomi sebesar Rp 5 juta dan bantuan isian rumah sebesar Rp 3 juta, sesuai dengan ketentuan dan hasil pendataan.
Selain itu, bantuan juga disalurkan melalui BNPB. Menteri Sosial berharap seluruh masyarakat terdampak yang telah terdata dapat menerima bantuan sesuai kebutuhan. (*)
Editor : Benk123
Tag :#kabupatensolok
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GAMAWAN FAUZI: JANGAN TINGGALKAN AROSUKA!
-
WAMENDAGRI KUNJUNGI POSKO UTAMA PENANGANAN PASCABENCANA KABUPATEN SOLOK
-
SEHARI PASCAGALODO, YBM PLN SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK DI KABUPATEN SOLOK
-
PEDULI KORBAN GALODO AROSUKA, BUPATI AGAM ANTAR BANTUAN RP75 JUTA KE KABUPATEN SOLOK
-
KABUPATEN SOLOK GELAR PILWANA SERENTAK DI 23 NAGARI