HOME OPINI DIDAKTIKA

  • Jumat, 17 Juni 2022
Media Pembelajaran Berbasis IT Untuk Siswa SD di Era Revolusi Industri 4.0
#Opini #Didaktika #Hidayati

Media Pembelajaran Berbasis IT untuk Siswa SD di Era Revolusi Industri 4.0

Hidayati Azkiya*

 

Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar yang dimaksud terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri dari siswa, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan dan materi pelajaran, serta fasilitas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 sangat mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam  proses belajar. Para pendidik dituntut supaya mampu menggunakan alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai perkembangan zaman. Selain mampu menggunakan alat-alat yang disediakan sekolah, para pendidik juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan jika media tersebut belum tersedia di sekolah.

Pada proses belajar mengajar, ada dua unsur yang sangat penting yang harus dipenuhi yaitu metode dan media pembelajaran. Pemilihan metode belajar tentu saja akan mempengaruhi jenis media pelajaran yg sesuai, walaupun masih banyak aspek yang harus diperhatikan dalam memilih media. Para pendidik harus menguasai konteks atau materi yang akan diajarkan apakah cocok jika dipaparkan dengan media yang dipilih. Media memiliki fungsi untuk menginstruksi yang mana informasi yang terdapat dalam media tersebut harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktifitas nyata sehingga dengan demikian pembelajaran dapat terjadi dan memenuhi tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Dalam PBM, guru harus selalu hadir untuk menyajikan materi pembelajaran dengan bantuan media apa saja agar manfaat media menjadi terealisasi seperti meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas, membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa, menunjukkan hubungan anatar mata pelajaran dan kebutuhan dan minat siswa dengan meningkatnya motivasi belajar siswa, dan membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa, dan masih banyak lagi manfaat media pembelajaran yang dapat diperoleh. Maka dari itu, media-media karya guru yang dikembangankan pada era revolusi industri 4.0 sangat diharapkan untuk menunjang perkembangan zaman dan mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Media-media tersebut mempermudah para siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga dengan begitu jelas kualitas pendidikan akan semakin kuat seiring berkembangnya zaman.

Perkembangan zaman akan mendorong banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas. Peranan IT dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan IT diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Visi pembelajaran di masa depan ialah memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan pola pikir, rasa percaya diri, keindahan, sikap objektif dan terbuka. Dengan demikian, perlu adanya media perantara sebagai penghantar materi pelajaran atau informasi dari guru kepada siswa agar siswa dapat mengembangkan konsep yang ada di benak mereka masing-masing. Tuntutan pendidikan di era revolusi industri 4.0 ialah guru semakin kreatif dalam mengembangkan media berbasis IT, dengan harapan agar melahirkan bibit-bibit unggu yang dapat berpikir kritis dan mengikuti tuntutan zaman. Yang dimaksud dengan media berbasis IT adalah segala media yang menggunakan bantuan komputer dan internet. Pada era revolusi 4.0 dituntut agar guru maupun siswa dapat dengan ligat menggunakan komputer dan internet.

Pada tingkat sekolah dasar biasanya pengenalan IT lebih cenderung ke arah kemampuan menggunakan komputer dan internet daripada media yang lain. Hal ini dikarenakan pengenalan media komputer lebih dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran dan pencarian informasi. Pengenalan materi tentang komputer sangat beragam bentuk dan jenis dalam proses pengoperasiannya dan hal itu dapat dilakukan seorang guru dengan memberikan teori-teori tentang komputer disertai dengan prakteknya. Pada kelas rendah dan tinggi ada perbedaan dalam membelajarkan penggunaan media komputer. Pembelajaran komputer di kelas rendah masih terlihat begitu ringan daripada pembelajaran komputer di kelas tinggi karena siswa di kelas tinggi cara berpikirnya sudah berbeda dengan siswa kelas rendah.

Penggunaan IT tersebut adalah ketika guru ingin mengajarkan tentang sesuatu yang tidak dapat dijangkau, namun alat peraga terbatas, maka guru dapat mendownload video terkait materi atau menunjukkan foto terkait materi yang akan diajarkan. Selain itu, jika materi dalam buku ajar dianggap masih kurang sempurna, guru juga dapat mengambil materi tambahan dari internet lalu rancang materi semenarik mungkin untuk ditampilkan dihadapan siswa dalam bentuk media slide powerpoint, sertakan juga dengan animasi agar siswa merasa termotivasi atas pembelajaran yang berlangsung.

Lebih lanjut, dalam proses pelaksanaan pembelajaran berbasis IT, peserta didik tidak hanya digiring sebatas untuk mencari dan memperoleh informasi semata, akan tetapi diarahkan supaya memiliki kemampuan menciptakan informasi dan teknologi. Peserta didik juga harus dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif, bukan hanya menerima informasi mentah-mentah. Selain guru, peserta didik juga diharapkan agar mampu mengembangkan, menciptakan, dan menghasilkan informasi dan teknologi yang lebih berkualitas.

Ketika siswa digiring pada era revolusi industri 4.0 yang mana segala sesuatunya telah menggunakan IT, maka guru juga harus lebih bersiap siaga untuk memberi pengawasan kepada siswa. Di samping itu guru juga harus mampu memberikan contoh yang baik dalam memanfaatkan IT khususnya internet secara sehat dan produktif. Dengan demikian  siswa tidak terjerumus kedalam efek negatif dari penggunaan IT.

Dalam memanfaatkan IT, perlu juga ditanamkan rasa malu dalam diri peserta didik dan aturan yang sangat tegas agar anak-anak: (1) Tidak bersentuhan dengan hal pornografi, (2) Tidak melakukan plagiasi, (3) Tidak dibiarkan untuk terus menerus mengkonsumsi games atau permainan online. Ketiga hal negatif dari penggunaan IT tersebut harus benar-benar ditanamkan dalam setiap pribadi peserta didik, agar tidak merusak citra anak bangsa terutama siswa SD. Jadi, pada proses pembelajaran melalui IT, peserta didik tidak hanya dipandu untuk memperoleh informasi, melainkan menganalisis kebenaran informasi. Agar informasi atau sumber belajar yang diperoleh siswa bukan hoax dan siswa tidak mengkonsumsi bulat-bulat informasi yang diperolehnya.

 

*Mahasiswa S3 IKB FBS Universitas Negeri Padang dan Dosen Prodi PGSD FKIP Univeritas Bung Hatta


Tag :#Opini #Didaktika #Hidayati