HOME KESEHATAN KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Kamis, 12 Oktober 2017

Mau Coba Terapi Bekam Tanduk Sapi, Ini Khasiatnya

Pijat refleksi  bekam
Pijat refleksi bekam

MENTAWAI (Minangsatu)-  Rasa lelah yang dialami para pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Mentawai karena rutinita harian, ternyata membawa berkah berkah bagi Nasrullah (27) dan adiknya Nitha (23). Pasalnya, dua kakak beradik  asal  Sumenep Madura, Jawa Timur datang memberikan pelayanan pengobatan tradisional Madura melalui refleksi dengan metode bekam tanduk sapi.

Bagi dua bersaudara yang sudah bertahun tahun menggeluti ilmu pijat refleksi dengan metode bekam ini,  sudah sekitar satu minggu berada di Mentawai untuk melakukan pengibatan tradisional tersebut. Kecuali membuka praktek di salah satu penginapan di Tuapejat, mereka saban hari juga  mendatangi kantor-kantor  Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Mentawai yang ada di Tuapejat. “ Sudah lebih seminggu kami buka praktek disini. Tetapi saya dan abang lebih banyak mendatangi langsung kantor-kantor untuk memberi layanan terapi," Ujar Nitha sambil menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam di Tuapejat, Kamis, (12/10)

Di Madura, kata Nitha, terapi bekam sudah dikenal akrab oleh masyarakat. Terapi bekam di Madura menggunakan tanduk sebagai alat pembekam. “Terapi   bekam dengan tanduk sapi ini di Madura  disebut dengan terapi canthuk. Tanduk sapi ini sudah dibentuk dan disesuaikan agar bisa digunakan sebagai alat pengekopan atau bekam," ujarnya

Kedatangan dua tenaga terapis tradisional Madura ke Mentawai, khusunya di Tuapejat, nampak diminati terutama oleh para pegawai dilingkungan Pemkab Mentawai. Hal ini terbukti dengan banyaknya pasien yang menggunakan jasa mereka.

 Dengan terampil gadis berparas ayu berusia 23 tahun ini, menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam. Setangkai kawat dengan nyala api di ujungnya dia gunakan untuk memanasi setiap tanduk sapi hingga menempel ke punggung pasien.

Sepuluh menit berselang, Nitha melepas satu per satu tanduk sapi dari punggung pasiennya. Bekas bekaman berbentuk lingkaran merah kecil terlihat di punggung si pasien. Dengan cekatan, dia melanjutkan terapi dengan mengurut punggung pasien menggunakan minyak angin. "Bekam kering ini manfaatnya menghilangkan sakit pinggang, rematik, asam urat, kolesterol. Karena bekam tanduk sapi ini bisa mengeluarkan angin atau darah kotor pun bisa. Kemudian dipijat untuk melonggarkan urat yang sudah kaku," kata Nitha

Nitha menyebutkan mayoritas pengguna jasanya adalah para pegawai di kantor-kantor, meskipun ada beberapa masyarakat yang datang ke tempat praktek."Kami kan datang ke kantor-kantor. Jadi kebanyakan pelanggan para pegawai. Tetapi ada juga pasien yang datang ke tempat praktek, mereka rata-rata keluhannya sakit pinggang dan kaki," sebut Nitha yang mengaku mendapat keahlian bekam tanduk sapi itu dari ibunya di Madura.

Nitha dan Nasrullah bersyukur, kedatangannya jauh-jauh dari Madura berbuah manis. Dengan tarif mahar sebesar Rp 150.000 yang terdiri dari upah bekam sebesar Rp. 50.000, dan mahar 1 butir air menuran  Rp. 100.000 yang dia patok kepada setiap pasien, mereka mengaku memperoleh penghasilan yang cukup lumayan pada setiap harinya, " Alhamdullillah, rata-rata ada 15 orang lebih seharinya, itu untuk saya sudah maksimal karena saya sudah kelelahan," ungkapnya.

 Khasiat bekam tanduk sapi yang ditawarkan Nasrullah dan Nitha nampaknya bukan isapan jempol atau  bualan belaka. Salah seorang pengguna jasa bekam tanduk sapi, Rahadio (49), yang juga seorang pegawai negeri di dinas Kominfo Mentawai mengaku rasa nyeri punggung, dan kesemutan pada kaki yang sering dirasakannya setelah menjalani terapi selama 30 menit, ternyata bisa berkurang rasa sakitnya. "Saya sering merasakan nyeri punggung dan kesemutan kaki, tapi Alhamdullillah setelah dibekam terus tadi juga diurut dengan air menuran, sekarang segar, hilang nyeri di punggung saya," tuturnya.

Hal senada dikatakan Eri Pamalis, wartawan salah satu media tv kontributor Mentawai,  Kesibukannya sebagai reporter tv menuntut mobilitas yang tinggi sehingga sering dia merasa sakit terutama bagian kepala dan punggung " Baru kali ini mencoba, kepala saya sering sakit, pinggang juga sering nyeri mungkin  karena capek, sekarang sudah agak mendingan," ujarnya usai menjalani terapi bekam tanduk sapi ala Nasrullah dan Nitha.

[ Dio ]

 


Wartawan : Dio
Editor :

Tag :#Bekam tanduk sapi #Mentawai

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com