HOME OLAHRAGA KOTA PADANG

  • Sabtu, 18 Juli 2026

Martinel Lulus Lisensi Wasit AKF, Bersama Septri Pimpin Kejuaraan Karate Di Bangladesh

Martinel Prihastuti (kiri) dan Dr. Septri saat ini memimpin pertandingan  10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka, Bangladesh. (Foto istimewa)
Martinel Prihastuti (kiri) dan Dr. Septri saat ini memimpin pertandingan 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka, Bangladesh. (Foto istimewa)

Martinel Lulus Lisensi Wasit AKF, Bersama Septri Pimpin Kejuaraan Karate di Bangladesh

Padang (Minangsatu) – Karateka senior Sumbar, Martinel Prihastuti, berhasil lulus ujian lisensi wasit Asian Karate Federation (AKF) yang digelar dalam rangkaian 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka, Bangladesh, 15–19 Juli 2026.

Atas keberhasilannya tersebut, Martinel langsung dipercaya memimpin pertandingan pada kejuaraan karate bergengsi kawasan Asia Selatan itu. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan AKF Referee and Coaches Course & Examination.

Martinel menjadi satu dari tujuh wasit asal Indonesia yang tampil pada ajang tersebut. Selain Martinel, Sumbar juga mengirim Dr. Septri, yang telah mengantongi lisensi wasit AKF. Keduanya turut dipercaya memimpin pertandingan bersama lima wasit Indonesia lainnya.

Dr. Septri merupakan mantan karateka Sumbar sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP). Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumatera Barat dan Ketua Pelaksana Porprov Sumbar XVI 2026.

Sementara itu, Martinel  merupakan mantan atlet nasional kebanggaan Sumbar yang pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2007, 2009, dan 2012.

Dalam dunia karate, Septri merupakan karateka DAN IV dari Perguruan Lemkari, sedangkan Martinel adalah karateka DAN IV dari Perguruan Inkado.

Septri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Martinel yang berhasil lulus ujian lisensi wasit AKF sekaligus dipercaya memimpin pertandingan di kejuaraan internasional tersebut.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi Martinel secara pribadi, tetapi juga bagi Sumatera Barat dan Indonesia. Ia telah membuktikan bahwa pengalaman dan kualitas atlet dapat terus dikembangkan dalam bentuk pengabdian baru sebagai wasit internasional,” ujar Septri.

Menurutnya, keberhasilan Martinel menjadi wasit berlisensi AKF semakin memperkuat eksistensi sumber daya manusia karate Sumbar di tingkat internasional.

“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet dan insan karate Sumbar lainnya untuk terus berkembang dan mengambil peran di tingkat internasional,” tambahnya.

Martinel mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti ujian lisensi wasit AKF sekaligus dipercaya memimpin pertandingan pada kejuaraan di Bangladesh.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti ujian lisensi wasit AKF dan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pertandingan. Ini tentu menjadi pengalaman dan tanggung jawab besar bagi saya,” kata Martinel.

Menurut karateka yang akrab dipanggil Utik itu, proses untuk mendapatkan lisensi wasit internasional tidak mudah karena membutuhkan persiapan, pemahaman terhadap regulasi pertandingan, serta kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat dan objektif.

“Dari pengalaman sebagai atlet, saya belajar tentang disiplin, sportivitas, dan bagaimana menghadapi tekanan dalam pertandingan. Pengalaman itu sekarang saya bawa ke dunia perwasitan. Mudah-mudahan saya bisa terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik untuk karate Indonesia,” ujarnya.

Keikutsertaan dua wasit asal Sumbar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kompetensi wasit berlisensi AKF. Para wasit internasional diwajibkan mengikuti kegiatan officiating pada kejuaraan internasional secara berkala sebagai bagian dari pemeliharaan kompetensi dan lisensi.

Kejuaraan 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup di Dhaka mempertemukan karateka dari berbagai negara di kawasan Asia Selatan. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas wasit dan pelatih di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF) dan World Karate Federation (WKF).

Keberhasilan Martinel Prihastuti lulus ujian lisensi wasit AKF, serta kepercayaan kepada Dr. Septri untuk memimpin pertandingan, semakin menegaskan eksistensi Sumatera Barat dalam pengembangan karate dan perwasitan di tingkat internasional. 


Wartawan : Boing/relis
Editor : melatisan

Tag :Martinel, Lulus, Lisensi Wasit AKF, Bersama Septri, Pimpin Kejuaraan Karate, di Bangladesh

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com