HOME OPINI FEATURE

  • Senin, 19 Januari 2026

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Toboh Gadang Dorong Pertanian Berkelanjutan Melalui Program Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Toboh Gadang
Mahasiswa KKN Universitas Andalas Toboh Gadang

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Toboh Gadang Dorong Pertanian Berkelanjutan Melalui Program Ramah Lingkungan

Oleh: Muhamad Arif Al Musri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas yang ditempatkan di Nagari Toboh Gadang melaksanakan kegiatan di sektor pertanian dengan fokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, sebagai bagian dari program kerja utama mahasiswa KKN dalam mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Program pertanian berkelanjutan ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pertanian yang dihadapi masyarakat nagari, khususnya kelompok tani. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis yang berlebihan dinilai dapat berdampak pada penurunan kualitas tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Toboh Gadang berupaya memperkenalkan alternatif sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos, pupuk organik cair, serta penerapan pengelolaan hama terpadu. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan penggunaan perangkap yellow trap dan pestisida nabati sebagai upaya pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Pelatihan pembuatan pupuk kompos menjadi salah satu kegiatan utama dalam program ini. Mahasiswa KKN menjelaskan kepada peserta mengenai manfaat kompos bagi kesuburan tanah, termasuk kemampuannya dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos pun berasal dari limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar nagari, seperti sisa tanaman, daun kering, dan limbah rumah tangga organik.

Selain pupuk kompos, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Pupuk ini diperkenalkan sebagai alternatif nutrisi tanaman yang mudah diaplikasikan dan relatif murah. Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa menjelaskan proses pembuatan pupuk organik cair secara sederhana, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga cara penggunaan yang tepat agar hasilnya optimal bagi tanaman.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung. Masyarakat, khususnya kelompok tani, diajak untuk terlibat secara aktif dalam setiap tahapan pembuatan pupuk. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lahan pertanian masing-masing.

Dalam aspek pengendalian hama, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pengelolaan hama terpadu yang menekankan keseimbangan ekosistem. Salah satu metode yang diperagakan adalah penggunaan perangkap yellow trap. Perangkap ini memanfaatkan warna kuning yang menarik bagi serangga hama tertentu, sehingga dapat mengurangi populasi hama tanpa harus menggunakan pestisida kimia secara berlebihan.

Selain yellow trap, mahasiswa KKN juga mengenalkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama. Pestisida ini dibuat dari bahan-bahan alami yang relatif aman bagi lingkungan, seperti tanaman tertentu yang memiliki sifat pengusir atau pengendali hama. Dalam pelatihan, mahasiswa menjelaskan cara pembuatan pestisida nabati serta cara penggunaannya agar efektif namun tetap aman bagi tanaman dan manusia.

Melalui pengenalan berbagai metode ini, mahasiswa KKN Toboh Gadang berharap masyarakat nagari, khususnya kelompok tani, dapat mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pertanian berkelanjutan tidak hanya dipandang sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kesuburan tanah, kualitas hasil pertanian, dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan di sektor pertanian ini mendapat perhatian dan respons positif dari masyarakat. Para petani yang hadir menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap sesi pelatihan dan demonstrasi. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan terkait penerapan metode tersebut di lahan masing-masing, mulai dari skala kecil hingga skala yang lebih luas.

Bagi mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas, kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang berdiskusi langsung dengan petani mengenai kendala dan potensi yang ada di sektor pertanian nagari.

Melalui program pertanian berkelanjutan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Nagari Toboh Gadang. Penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan organik diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas menegaskan komitmen mereka untuk hadir dan berkontribusi dalam pembangunan nagari, khususnya di sektor pertanian. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi awal dari perubahan pola pertanian menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

(Mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas)


Tag :Mahasiswa KKN, Universitas Andalas, Toboh Gadang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com