HOME OPINI FEATURE

  • Senin, 19 Januari 2026

Mahasiswa KKN Unand Mengajar Di Dua TK Toboh Gadang, Kenalkan Ragam Hias Minangkabau Dan Jepang

Mahasiswa KKN Unand Mengajar di Dua TK Toboh Gadang
Mahasiswa KKN Unand Mengajar di Dua TK Toboh Gadang

Mahasiswa KKN Unand Mengajar di Dua TK Toboh Gadang, Kenalkan Ragam Hias Minangkabau dan Jepang

Oleh: Muhamad Arif Al Musri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas yang ditempatkan di Nagari Toboh Gadang melaksanakan kegiatan mengajar di dua taman kanak-kanak pada pertengahan Januari 2026.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu, 14 Januari 2026 di TK Amanda Kid’s di Korong Toboh Olo dan Kamis, 15 Januari 2026 di TK Sayang Ibu di Korong Toboh Kandang Gadang. Program tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan usia dini sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak dini kepada anak-anak.

KKN Mengajar menjadi salah satu program kerja bidang pendidikan yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat nagari. Anak-anak usia taman kanak-kanak dinilai sebagai kelompok usia yang tepat untuk dikenalkan pada keberagaman budaya melalui pendekatan yang menyenangkan, sederhana, dan sesuai dengan dunia mereka. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Toboh Gadang memilih kegiatan mewarnai sebagai media pembelajaran utama.

Pada kedua hari pelaksanaan, mahasiswa KKN memberikan kegiatan mewarnai dengan tema ragam hias. Anak-anak diperkenalkan pada delapan motif ragam hias, yang terdiri atas empat motif ragam hias Minangkabau dan empat motif ragam hias Jepang. Motif-motif tersebut dipilih karena memiliki bentuk yang sederhana, mudah dikenali, serta menarik secara visual bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya sekadar mewarnai gambar, tetapi juga mulai mengenal bahwa setiap daerah dan negara memiliki ragam hias dengan ciri khas masing-masing. Ragam hias Minangkabau dikenalkan sebagai bagian dari budaya lokal yang dekat dengan kehidupan mereka, sementara ragam hias Jepang diperkenalkan sebagai contoh budaya dari negara lain yang berbeda namun tetap menarik untuk dipelajari.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh antusias. Setiap mahasiswa KKN menangani sekitar tiga hingga lima orang siswa taman kanak-kanak. Pembagian ini dilakukan agar mahasiswa dapat mendampingi anak-anak secara lebih intensif, membantu mereka dalam memilih warna, serta memberikan penjelasan sederhana mengenai gambar yang sedang diwarnai.

Pendekatan personal ini juga membantu mahasiswa memahami karakter masing-masing anak. Ada anak yang cepat menyelesaikan gambar, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama dan pendampingan ekstra. Mahasiswa KKN berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak menekan, sehingga anak-anak tetap merasa nyaman dan senang selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan mewarnai di TK Amanda Kid’s pada 14 Januari 2026 menjadi pembuka rangkaian KKN Mengajar ini. Sejak pagi, anak-anak terlihat antusias menyambut kedatangan mahasiswa KKN. Dengan membawa lembar gambar, pensil warna, dan alat tulis lainnya, mahasiswa memulai kegiatan dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan secara singkat apa yang akan dilakukan bersama-sama hari itu.

Hal serupa juga terjadi pada pelaksanaan kegiatan di TK Sayang Ibu pada 15 Januari 2026. Anak-anak dengan penuh semangat mengikuti setiap arahan yang diberikan. Suasana kelas menjadi lebih hidup dengan berbagai warna yang dipilih anak-anak sesuai imajinasi mereka. Tidak ada batasan warna yang kaku, karena tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri anak.

Setelah kegiatan mewarnai selesai, mahasiswa KKN memberikan hadiah sederhana kepada seluruh anak yang mengikuti kegiatan. Hadiah tersebut berupa susu kotak, penghapus, dan pensil. Pemberian hadiah ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan usaha anak-anak selama kegiatan berlangsung. Selain itu, hadiah kecil ini juga diharapkan dapat menambah kebahagiaan anak-anak dan menjadi pengalaman menyenangkan yang mereka ingat.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak diajak untuk menonton beberapa video animasi cerita rakyat Minangkabau. Pemutaran video ini menjadi bagian penting dari kegiatan KKN Mengajar karena berfungsi sebagai sarana pengenalan cerita lokal dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui animasi, anak-anak dapat menikmati cerita sambil tetap belajar tentang nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Cerita rakyat Minangkabau yang ditampilkan dipilih dengan mempertimbangkan usia anak-anak, sehingga alur cerita sederhana dan pesan moralnya mudah ditangkap. Mahasiswa KKN mendampingi anak-anak selama pemutaran video, sesekali memberikan penjelasan singkat atau mengajukan pertanyaan ringan agar anak-anak tetap fokus dan terlibat.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN Mengajar ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun anak-anak. Guru-guru TK menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan suasana belajar yang berbeda dan menyenangkan. Kegiatan ini juga dinilai dapat membantu anak-anak mengenal budaya sejak usia dini melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan mereka.

Bagi mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam berinteraksi langsung dengan anak-anak serta memahami tantangan pendidikan usia dini. Melalui KKN Mengajar, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan fasilitator belajar.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Nagari Toboh Gadang. Pengenalan ragam hias Minangkabau dan Jepang serta cerita rakyat lokal diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kecintaan anak-anak terhadap budaya sejak dini.

(Mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas)


Tag :Mahasiswa, KKN Unand, Mengajar, TK Toboh Gadang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com