HOME OPINI FEATURE

  • Senin, 19 Januari 2026

Mahasiswa KKN Unand Di Toboh Gadang Gotong Royong Dan Terjemahkan Koleksi Museum Nagari Dr. Sawirman

Mahasiswa KKN Unand di Toboh Gadang Gotong Royong dan Terjemahkan Koleksi Museum Nagari Dr. Sawirman
Mahasiswa KKN Unand di Toboh Gadang Gotong Royong dan Terjemahkan Koleksi Museum Nagari Dr. Sawirman

Mahasiswa KKN Unand di Toboh Gadang Gotong Royong dan Penerjemahan Koleksi Museum Nagari Dr. Sawirman

Oleh: Muhamad Arif Al Musri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Uanda) yang ditempatkan di Nagari Toboh Gadang, kembali menunjukkan kontribusi nyata mereka bagi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Kontribusi mahasiswa KKN Toboh Gadang itu, diaplikasikan melalui kegiatan gotong royong membersihkan bagian dalam Museum Nagari Dr. Sawirman, sekaligus melakukan penerjemahan koleksi-koleksi flyer yang tersedia di laman resmi museum, sawirman.com, ke dalam bahasa Minangkabau dan bahasa Jepang, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial budaya yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan museum nagari sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan pelestarian pengetahuan lokal.

Museum Nagari Dr. Sawirman sendiri dikenal sebagai salah satu pusat dokumentasi kebudayaan dan intelektual Minangkabau yang menyimpan berbagai arsip, naskah, serta informasi penting mengenai perjalanan pemikiran dan kebudayaan nagari.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak sembilan mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi museum dari total 26 mahasiswa KKN Unand di Toboh Gadang. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan, mengingat pada waktu yang bersamaan mahasiswa KKN juga menjalankan dua program kerja lain yang bersifat paralel.

Gotong royong yang dilakukan difokuskan pada pembersihan bagian dalam museum, mulai dari ruang pameran, rak koleksi, hingga area dokumentasi. Pembersihan ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan pengunjung serta memastikan koleksi museum tetap terawat dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan museum nagari sebagai aset budaya bersama.

Tidak berhenti pada kegiatan fisik, mahasiswa KKN Toboh Gadang juga melaksanakan program penerjemahan koleksi flyer yang terdapat pada website sawirman.com.

Flyer-flyer tersebut berisi informasi penting mengenai koleksi museum, Mulai dari deskripsi hingga spesifikasi yang terdapat pada koleksi dari Museum Nagari Dr. Sawirman. Penerjemahan dilakukan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minangkabau dan bahasa Jepang.

Penerjemahan ke bahasa Minangkabau bertujuan untuk memperkuat identitas lokal dan mendekatkan museum dengan masyarakat nagari, terutama generasi muda yang mulai berjarak dengan bahasa ibu mereka. Sementara itu, penerjemahan ke bahasa Jepang diarahkan untuk memperluas jangkauan informasi museum ke khalayak internasional, khususnya pengunjung dan peneliti dari Jepang yang memiliki ketertarikan terhadap kebudayaan Minangkabau.

Adapun penerjemahan ke bahasa Minangkabau dilakukan oleh Muhanad Arif Al Musri, sedangkan penerjemahan ke bahasa Jepang dikerjakan oleh Najmi Rahmi Putri. Keduanya merupakan mahasiswa KKN Toboh Gadang yang memiliki kompetensi kebahasaan sesuai dengan bidang masing-masing.

 

Proses penerjemahan tidak hanya berfokus pada alih bahasa secara harfiah, tetapi juga mempertimbangkan konteks budaya agar pesan yang disampaikan tetap utuh dan mudah dipahami oleh pembaca.

Kegiatan hari ini menjadi semakin dinamis karena dalam waktu yang bersamaan mahasiswa KKN Toboh Gadang juga menjalankan dua program kerja lainnya. Program kerja tambahan di bidang hukum, yaitu inventarisasi undang-undang dan peraturan nagari, tetap berjalan dengan melibatkan mahasiswa yang memiliki latar belakang dan minat pada kajian hukum. Program ini bertujuan untuk membantu pemerintah nagari dalam mendokumentasikan serta merapikan regulasi nagari agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.

Di sisi lain, program kerja utama di bidang pertanian juga tetap dilaksanakan. Mahasiswa KKN yang tergabung dalam tim pertanian menjalankan pelatihan dan pembuatan pupuk kompos serta pembuatan perangkap hama yellow trap. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas petani nagari dalam mengelola limbah organik serta mengendalikan hama tanaman secara ramah lingkungan.

Pembagian mahasiswa ke dalam beberapa tim ini menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan manajemen waktu mahasiswa KKN Toboh Gadang Universitas Andalas dalam menjalankan berbagai program kerja secara bersamaan. Meskipun jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan museum hanya sembilan orang, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan efektif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Kegiatan gotong royong dan penerjemahan di Museum Nagari Dr. Sawirman mendapat sambutan positif dari pihak pengelola museum dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu memberikan energi baru serta membantu mempercepat proses perawatan dan pengembangan museum, terutama dalam hal penyediaan informasi yang lebih inklusif dan multibahasa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Toboh Gadang tidak hanya berkontribusi secara fisik, tetapi juga secara intelektual dan kultural. Penerjemahan koleksi museum menjadi langkah strategis dalam membuka ruang dialog lintas budaya serta memperkuat posisi museum nagari sebagai pusat pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan berbagai program kerja yang berjalan simultan, mahasiswa KKN Toboh Gadang berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata bagi nagari, baik dalam aspek budaya, hukum, maupun pertanian. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

(Mahasiswa KKN Toboh Gadang Universtas Andalas)


Tag :Mahasiswa KKN, Unand , Toboh Gadang, Gotong Royong, Terjemahkan, Koleksi Museum Nagari, Dr. Sawirman

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com