HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL
- Rabu, 2 Desember 2020
Lindungi Generasi Muda, BNPT Ajak UINSU Selaraskan Nilai Agama Dan Nasionalisme
Medan (Minangsatu) - Upaya pencegahan sebagai antisipasi masuknya nilai radikalisme baik yang bersifat intoleran maupun terorisme perlu dilakukan oleh seluruh pihak. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga persatuan, kesatuan serta keamanan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi incaran kelompok terorisme. Tiada hentinya, Kepala BNPT kini menyambangi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (2/12/2020) pagi.
Rektor UINSU, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA mengapresiasi kunjungan dan perhatian Kepala BNPT di bidang pendidikan dan generasi muda dengan dilaksanakannya Silaturahmi Kebangsaan di UINSU. Ia mengatakan pemberdayaan umat dan moderasi beragama menjadi bagian visi UINSU yang diharapkan dapat menjadi implikasi upaya pecegahan di lingkungan kampus.
“Di UINSU ada pusat integrasi ilmu, dikotomi keilmuan, dan agama yang kami coba integrasikan. Upaya deradikalisasi atau pencegahan sudah kami arahkan sebagai upaya moderasi beragama, semoga kami bisa memberikan kontribusi,” ujar Rektor UINSU.
Dalam kunjungan yang didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, menjelaskan perkembangan terorisme baik global maupun nasional. Penting untuk dipahami bahwasanya ideologi radikal yang intoleran serta menggunakan kekerasan masif digaungkan oleh tokoh terorisme global yang kemudian mempengaruhi perkembangan radikal terorisme di kawasan regional dan nasional. Gelombang tersebut menempatkan generasi muda sebagai rentan terpapar terlebih dengan adanya transisi metode infiltrasi yang dulunya dilakukan secara konvensional hingga digital seperti kondisi saat ini.
“Pergerakan kelompok teror ini tidak bisa dipandang remeh, ideologi kekerasan terorisme yang disemai dibawa ke Indonesia, sudah banyak contohnya dimana anak muda Indonesia terbawa ideologi yang seolah-olah memperjuangkan misi agama, ini karena ajaran tersebut dikembangkan penerus-penerusnya,” ujar Kepala BNPT.
Hal tersebut menunjukkan adanya kerapuhan pertahanan ideologi dari generasi muda. Diperlukan penguatan pertahanan diri generasi muda yang terdiri dari narasi agama dan nasionalisme yang seimbang, sehingga generasi muda dapat membedakan ajakan yang bersifat merusak nilai-nilai kebangsaan.
“Kita harus menjaga dan membekali adik-adik generasi penerus bangsa kita, jangan sampai mereka bisa menganggap tawaran aksi kekerasan sebagai bagian dari agama, agar senantiasa juga memegang teguh 4 pilar kebangsaan uang merupakan titipan warisan luhur pendiri bangsa,” ujar Kepala BNPT.
Editor : ranof
Tag :#Dialog kebangsaan#Kepala bnpt#Boy rafli amar#Sivitas Uinsu#Generasi muda#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PWI PUSAT GELAR TAKZIAH DAN DOA BERSAMA, SEKJEN ZULMANSYAH SEKEDANG DIKENANG SOSOK TOTAL DAN BERDEDIKASI
-
SAH! LAMPUNG RESMI JADI TUAN RUMAH HPN DAN PORWANAS 2027
-
ANGKAT TEMA “ENERGI BERDAULAT UNTUK INDONESIA KUAT”, PLN JURNALIS AWARDS 2025 APRESIASI 18 KARYA TERBAIK
-
SENGAJA BUDI SYUKUR TOREH SEJARAH, TERIMA PWI AWARD PEDULI OLAHRAGA DI HPN
-
DITUTUP MENKO ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR, HPN 2026 BERAKHIR
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG