- Jumat, 18 Juni 2021
Kriya Seni Dan Industri Kreatif Sumatera Barat Dapat Dijadikan Kekuatan Baru Ekonomi Daerah
Padang (Minangsatu) - Pembangunan bidang seni rupa dan industri kreatif di Sumatera Barat merupakan kelompok seni budaya yang tidak terimbas dengan Covid-19. Di tengah-tengah wabah pandemi yang telah mendunia itu sejak lebih setahun silam, para perupa, kriyawan maupun calon-calon seniman baik kalangan mahasiswa maupun para peserta didik SMK kelompok seni budaya di Sumatera Barat tetap saja melahirkan karya-karya terbaik. Hasil pergulatan kreativitas masing-masing bernilai estetika tinggi tanpa mengabaikan nilai-bilai budaya lokal.
Hal itu disampaikan Dekan FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) ISI (Institut Seni Indonesia) Padang Panjang, Sumatera Barat, Yandri, S.Sn, M.Sn, di hadapan para seniman/kriayawan Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Utara bahkan propinsi Aceh, dan para undangan terdiri jajaran Pemko Padang Panjang, Dinas Kebudayaan Sumbar saat menghadiri pembukaan EXPO #5 Kriya Seni di Galeri, Taman Budaya, Jalan Diponegoro, 31 Padang, Kamis sore (17/06/21), sebagaimana siterima minangsatu.com, Jumat (18/6).
![]() |
Menurut Yandri sejak lama persisnya pra kemerdekaan bahkan dalam beberapa dekade belakangan para seniman dan kriayawan seni asal Sumatera Barat baik di daerah sendiri maupun di luar Sumatera seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan daerah lainnya telah mencatatkan tinta emas dalam peta seni rupa di tanah air ditandai banyaknya karya-karya masterpiece dan berkualitas hadir di tengah-tengah masyarakat pada eranya.
Karena itu karya-karya yang lahir ke permukaan melalui iven pameran, Expo dan lain sebagainya harus dapat dilihat dari tiga pokok persoalan, baik dari karya dengan seperangkat nilai-nilai hasil pergulatan penciptanya, kedua, apakah karya-karya tersebut dapat menopang kehidupan senimannya. Ketiga, apakah pemerintah baik provinsi, mauoun pemkab/pemko di Sumatera Barat dapat menjadikan karya-karya terbaik kelompok personal sebagai aset berharga di semua OPD yang ada di daerah ini?
Untuk kelompok karya kriya seni dan industri kreatif yang diproduksi massal seperti batik tulis, batik cap, ekoprint, kerajinan logam, busana, fashion, kerajinan kayu, kerajinan kulit, keramik dan cinderamata berbasis budaya dapat dijadikan komoditi ekspor dan kebutuhan masyarakat daerah. "Pemasaran itu gilirannya berdampak pada pertumbuhan ekonomi melalui UMKM dan mungkin juga bapak angkat," ujar Yandri. Hal ini pulalah yang belum bersinergi selama ini. Kampus seni seperti ISI Padang Panjang, Seni Rupa UNP Padang, para seniman/kriayawan, kurator seni rupa/kriya seni senantiasa memikirkan hal-hal terbaik untuk kekaryaan, sementara peran strategis kalangangan esksekutif dan legislatif juga sangat menentukan. "Peran strategis itu dapat mengangkat dunia seni rupa dan kriya agar menjadi kekuatan ekonomi baru," papar Yandri.
Sementara ketua panitia pelaksana EXPO # 5 Kriya Seni, Nofrial S.Sn,M.Sn, dalam laporannya menyebutkan semula peserta berjumlah 50 an peserta dari Sumbar, Riau, Jambi, Sumatera Utara bahkan pendatang baru provinsi Aceh, tetapi sehari menjelang pembukaan tiba-tiba banyak peserta yang antusias mengikutsertakan karya-karyanya. Ada karya person dan produk-produk fungsional terapan, yang terpaksa dipajang bergantian seperti kriya kayu, keramik, kriya logam, kulit dan lainnya hingga pameran EXPO # 5 usai 19 Juni 2021 nanti.
Pengamat dan kurator seni rupa, Muharyadi, saat diminta pendapatnya menyebutkan, dengan munculnya karya-karya person maupun produk-produk fungsional terapan, sudah saatnya pemprov/pemkab/pemko di daerah ini bersama perguruan tinggi seni, seniman/kriyawan, kurator duduk bersama menjadikan seni rupa dan kriya seni serta karya terapan, sebagai kekuatan baru pembangunan di daerah ini.
Untuk karya person dapat dijadikan aset pemerintah yang suatu saat dapat dijual kembali dengan harga tinggi. Tidak kalah pentingnya dapat pula menjadi wajah pajangan museum seni sebagai icon budaya di daerah ini yang syarat makna dan kaya nilai-nilai. Untuk karya kriya terapan dapat dijadikan sumber pemasukan keuangan daerah seperti batik tulis, batik cap, eko print, kerajinan logam, kulit, keramik, busana dan fashion yang kini tumbuh cepat. "Karya-karya terbaik itu dapat diproduksi massal menjadi ciri khas daerah Sumbar dan ranah Minang," ujar Muharyadi memberi ilustrasi.
Editor : ranof
Tag :#Expo 5#Taman Budaya#Sumbar#Karya kriya seni#Lukisan#Motiv batik#ISI Padang Panjang#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR DUKUNG LANGKAH PADANG MENUJU JEJARING KOTA KREATIF UNESCO BIDANG GASTRONOMI
-
KETUA GOW KOTA PADANG KAGUMI TINGKULUAK KREASI DAN DETA RANCAK PRODUK PERMATA HATI
-
KOMUNITAS IBU CERDAS INDONESIA KICI PADANG, KAGUMI DETA DAN TINGKULUAK PRODUK PERMATA HATI GRUP, SIMPEL DAN PRAKTIS
-
KETUA PENSIUNAN RRI PADANG, HERANOF: MUSDA JULI MENDATANG, MEMANTAPKAN ORGANISASI DAN PROGRAM KERJA
-
UNTUK PENGUATAN KAPASITAS, PENGURUS KAN AUA KUNIANG, PASAMAN BARAT KUNJUNGI LKAAM SUMBAR
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
