HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL

  • Jumat, 26 Desember 2025

Joni Marsinih, Sosok Sentral Berdirinya Semen Padang FC, Dijadikan Nama Jalan Di Palembang

Almarhum Joni Marsinih, atas dedikasinya namanya diabadikan sebagai nama jalan di Pusri Palembang
Almarhum Joni Marsinih, atas dedikasinya namanya diabadikan sebagai nama jalan di Pusri Palembang

Joni Marsinih, Sosok Sentral Berdirinya Semen Padang FC, Dijadikan Nama Jalan di Palembang

Palembang (Minangsatu)
- Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang secara resmi mengabadikan nama Joni Marsinih sebagai nama jalan di lingkungan perusahaan.

Prosesi peresmian tersebut bertepatan dengan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pusri ke-66 pada Rabu (24/12/2025) di PT Pusri Palembang, Sumatera Selatan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pusri, Maryono dan dihadiri oleh Istri almarhum Irna Mayuni dan putranya Alvin Joni.

"Selamat datang di Pusri dalam rangka peresmian nama jalan, Bapak kami, Bapak kami semuanya Almarhum Bapak Joni Marsinih," ujar Maryono.

Penamaan Jalan Ir. Joni Marsinih ini menjadi simbol penghormatan atas kepemimpinan, dedikasi, dan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhum kepada Pusri dan dunia industri nasional.

"Beliau menjabat sebagai Dirut Pusri Palembang cukup lama sekali dari 1983 sampai 1990. Banyak sekali prestasi dan legacy yang beliau berikan untuk Pusri Palembang salah satunya memindahkan pusat kegiatan industri pupuk dari Jakarta ke Palembang," imbuhnya.

"Terimakasih, tanpa sumbangsih Pak Joni Marsinih, Pusri Palembang tidak akan seperti ini," tegas Maryono.

Profil Joni Marsinih

Drs. Joni Marsinih, SE lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 3 Maret 1935, dari keluarga Andaleh, Matur, Kabupaten Agam. Ayahnya, Marsinih Sutan Said, merupakan pensiunan pegawai sipil di Bukittinggi.

Pendidikan tingginya diselesaikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada tahun 1964. Kala itu ia termasuk para sarjana yang dipanggil Gubernur Sumatera Barat Harun Zain untuk membangun kampung halaman.

Ia lalu memulai karier sebagai dosen di Universitas Andalas dan membuka kantor akuntan "Drs. Djoni", yang menjadi kantor akuntan pertama di Padang.

Kemudian ia berkesempatan mempelajari ilmu sosial dasar di Universitas California, Berkeley selama satu tahun melalui program nirgelar atas usulan Prof. Harsja W. Bachtiar.

Perjalanan profesionalnya berlanjut di PT Semen Padang sebagai Direktur Keuangan, sebelum dipercaya menjabat Direktur Utama PT Semen Padang pada tahun 1977, menggantikan Azwar Anas.

Pada tahun 1983, ia ditugaskan sebagai Presiden Direktur PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. Puncak pengabdian di pemerintahan dicapai saat ia diangkat sebagai Pjs. Staf Ahli Menteri Perindustrian pada tahun 1992.

Sosoknya dikenal cerdas, visioner, dan memiliki integritas tinggi di bidang keuangan serta manajemen. Joni Marsinih wafat pada September 2024.

Peran Joni Marsinih Bagi Semen Padang FC

Joni Marsinih merupakan tokoh sentral dalam pendirian dan profesionalisasi PS Semen Padang, yang kini dikenal sebagai Semen Padang FC.

Pada awal 1980-an, saat menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Direktur Utama PT Semen Padang, ia memimpin dukungan manajemen dan pendanaan sehingga tim sepak bola perusahaan dapat tampil di kompetisi Galatama tahun 1982.

Langkah strategis tersebut menjadikan PS Semen Padang sebagai klub profesional pertama dari Sumatera Barat. Visi Joni Marsinih untuk membawa tim pabrik ke level kompetisi nasional sempat menuai perdebatan, namun terbukti menjadi fondasi kuat bagi lahirnya Semen Padang FC sebagai klub profesional yang dikenal hingga kini.

Kiprah PS. Pusri Di Bawah Kepemimpinan Joni Marsinih

Seperti halnya di PS. Semen Padang, ketika di Pusri, Joni Marsinih masih menunjukkan geliatnya sebagai pemimpin 'gila bola'.

Di era kompetisi sepak bola Galatama, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi home base dua klub besar. Selain Krayamudha Tiga Berlian ada PS Pusri. PS Pusri ini merupakan klub milik PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang merupakan salah satu produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir dari viralsumsel.com, saat itu PS Pusri boleh dibilang klub besar dari Sumatera. Tidak salah juga kalau disebut sebagai klub mewah.

Betapa tidak saat itu PS Pusri bermain di lapangan sendiri, Stadion Pusri. Para pemain tinggal dalam mess sendiri (Mess Seroja Pusri). Fasilitas penunjang latihan juga cukup lengkap, ada kolam renang dan lain-lain.

Kiprah PS Pusri di kompetisi sepak bola kasta tertinggi dalam negeri saat itu tidak berlangsung lama. Kurang lebih hanya tiga musim saja PS Pusri melangsungkan kompetisi resmi PSSI tersebut.

Musim terbaik PS Pusri adalah pada Galatama 1989/1990. Ya, kala itu PS Pusri berhasil finis posisi delapan besar dari 18 peserta. PS Pusri finis dengan koleksi 34 poin dari 34 pertandingan dengan rincian 11 menang, 12 imbang dan 11 kalah.

Eks Pemain Timnas Taufik Yunus yang juga sempat membela PS Pusri periode 1988-1991 menyebut sosok Almarhum Joni Marsinih sebagai ‘bapaknya anak-anak’. Dirut Pusri itu dikenalnya sangat perhatian kepada seluruh pemain tanpa terkecuali.

“Waahh, kalau beliau sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri. Kami menyebutnya ‘bapaknya anak-anak’. Kalau soal perhatian sama pemain ngga usah ditanya lagi. Semua beliau perhatiin. Sampai-sampai ke stelan pakaian kita beliau perhatiin. Sangat baik beliau pokoknya,” sebutnya.

“Bagi Pak Joni kami ini adalah artis. Jadi semuanya harus benar-benar tampil professional. Khusus saya pribadi, ya semasa itu seringlah terima bonus-bonus khusus kalau cetak gol. Tidak terlupakanlah momen-momen bersama beliau,” tutup Taufik yang juga menyepatkan hadir pada acara HUT Pusri ke 66 lalu.


Wartawan : Rivo Septian
Editor : melatisan

Tag :Almarhum Joni Marsinih, dedikasi, abadikan, nama jalan, Pusri Palembang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com