- Jumat, 16 Januari 2026
Hadiri Rakor Satgas Nasional, Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar
Hadiri Rakor Satgas Nasional, Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar
Jakarta (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran Mahyeldi menjadi bagian penting dalam penguatan sinergi pusat dan daerah guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas, serta dihadiri sejumlah menteri koordinator, menteri kabinet, kepala lembaga, dan para gubernur wilayah terdampak bencana, di antaranya Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Dalam paparannya, Mendagri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Provinsi Sumbar menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pemulihan relatif paling cepat dibanding daerah terdampak lainnya.
“Dari hasil pengecekan dan rapat dengan kepala daerah, Sumatera Barat relatif paling cepat pulih. Pemerintahan berjalan normal, RSUD beroperasi, pasokan energi dan komunikasi stabil, dan aktivitas ekonomi mulai menggeliat,” ujar Tito.
Meski demikian, Mendagri menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah daerah di Sumbar yang membutuhkan penanganan lebih serius, terutama pada sektor pendidikan, akses jalan, serta pemulihan kawasan wisata dan daerah aliran sungai. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja gotong royong lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam rakor tersebut melaporkan kondisi terkini penanganan pascabencana di Sumbar. Ia menyampaikan dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah terdampak bencana hidrometeorologi.
“Bencana yang terjadi telah berdampak pada 307.936 jiwa masyarakat Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, 401 orang luka-luka, dan 10.854 jiwa sempat mengungsi,” ungkap Mahyeldi.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil kajian total nilai kerusakan akibat bencana mencapai Rp15,63 triliun, sementara total kerugian diperkirakan sebesar Rp17,91 triliun, sehingga nilai keseluruhan dampak mencapai Rp33,55 triliun.
“Seluruh data tersebut telah kami tuangkan dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan sudah kami serahkan secara resmi kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, dokumen R3P tersebut menjadi gambaran komprehensif kebutuhan pascabencana di Sumbar, baik dari sisi besaran anggaran, pembagian kewenangan, maupun sektor-sektor terdampak. Dokumen itu diharapkan menjadi dasar faktual bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan dan dukungan lanjutan.
Mahyeldi juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar dalam mempercepat pemulihan. Ia menyebut, dari tenggat waktu 90 hari yang diberikan Pemerintah Pusat untuk penyusunan R3P, Sumbar mampu menyelesaikannya hanya dalam 18 hari.
“Ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan kami di daerah untuk bergerak cepat, terukur, dan bertanggung jawab dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan berdasarkan hasil rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tingkat provinsi yang dipimpin langsung Mendagri di Padang pada Selasa (13/1) lalu, progresnya cukup mengembirakan, dari 16 daerah terdampak saat ini 12 daerah telah berangsur pulih, sementara empat daerah masih memerlukan penanganan intensif, yakni Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan.
Rapat koordinasi Satgas tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Forum ini menjadi wadah konsolidasi lintas sektor untuk memastikan pemulihan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Editor : ranof
Tag :#Rakor satgas Jakarta #Bencana Sumatera #Gubernur Mahyeldi #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR SUMBAR BUKA MUBES MINANG DI KEPRI, DORONG PERANTAU JADI NASABAH BANK NAGARI UNTUK BANGUN RANAH DAN RANTAU
-
USAI RETRET DI MAGELANG, PEMPROV SUMBAR SIAPKAN BUS BAGI BUPATI/WALI KOTA BESERTA WAKIL MENUJU BANDARA YOGYA
-
WAGUB VASKO ANTUSIAS IKUTI RETREAT DI MAGELANG, GILIRAN SETELAH GUBERNUR
-
CARA GUBERNUR MAHYELDI MENJAGA HARMONISASI DENGAN BUPATI/WALIKOTA DI SUMBAR
-
SEHARI JELANG DILANTIK PRESIDEN, GUBERNUR MAHYELDI GELAR RAKOR BERSAMA KEPALA DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH SE-SUMBAR
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG