HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK
- Jumat, 2 Desember 2016
Gusmal Himbau Pemuda Menangkal Pengaruh Negatif Globalisasi
AROSUKA (Minangsatu ) - Bupati Solok H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE, MM mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan penderita AID/HIV di daerah penghasil bareh itu. Kondisi itu diperburuk dengan berjangkitnya prilaku menyimpang generasi muda yang cenderung menyukai pasangan sejenis atau LGBT ( Lesbian, gay, biseksual dan trangender). " Bahkan kini marak pula prilaku laki-laki menyukai laki-laki. Ini sebuah pengaruh yang sangat buruk," kata Gusmal.
Hal itu diungkapkan bupati Solok ketika menghadiri temu wicara dengan pemuda nagari guna menangkal pengaruh negatif globalisasj di aula Dinas Pendidikan setempat, Kamis (I1/12). Hadir pada kesempatan ini kepala Dinas Pendidikan Zulfadli serta sejumlah nara sumber darijajaran Kodim 0309.Solok
Gusmal menyebutkan, dari data yang dikeluarga dinas Kesehatan pada peringatan hari HIV se dunia, sedikitnya sudah 29 orang penderita HIV di kab. Solok. Menurut ilmu kesehatan, kata bupati, setiap satu penderita harus menjaga 100 orang yang berada disekitarnya. Bila jumlahnya 29 orang, berarti sebanyak 2900 orang yang harus dikendalikan agar terhindar dari penularan penyakit berb ahaya ini.
Penderita HIV ini, menurut bupati Solok dominan disebabkan oleh pengaruh Narkoba, Pengaruh LGBT,. Bahkan di daerah kita ini sudah ada pula komunitas gay di tingkat pelajar SLTP dan SLTA. Ini sangat berbahaya, karena skurangnya sudah ada 500 orang warga yang tergabung dalam komunitas LSL (Lelaki Suka Lelaki) “ kata bupati Solok.
Menghadapi fenomena buruk itu, Gusmal memandang pertemuan dengan para pemuda nagari sangat penting maknanya agar dapar menyikapi perkembangan jaman yang semakin menggerogoti prilaku dan budaya masyarakat kita.
Para pemuda perlu mentiapkan diri. Bupati Solok mengungkapkan, pengaruh Narkoba tidak membedakan umur. Apakah dia berpendidikan, atau tidak. Dalam kaitan ini, kepada pemuda kabupaten Solok diharapkan mampu menangkal pengaruh negative globalisasi yang semakin mencemaskan bangsa ini. “Dunia sudah menglobal dan berada ditelapak tangan kita. Apa saja yang terjadi di belahan dunia, bisa langsung diketahui dalam waktu cepat. Karena itu, kita menggugah para pemuda agar mempersiapkan diri dengan wawasan dan peningkatan keimanan yang tangguh, “ jelas Gusmal.
Bila pem uda sudah terjangkit Narkoba, bupati Solok mengkhawatirkan negerasi muda daerah itu akan habis pada waktunya. Ia berharap pemuda di nagari masing-masing agar berbenah dan menyiapkan diri dengan pengetahuan dan pendidikan keagamaan, sehingga tidak mudah terpengaruh.
Berkaitan dengan isu-isu negative yang juga tengah mengancam persatuan bangsa, bupati Solok serta merta menegaskan tentang kebhinekaan. Persatuan NKRI adalah harga mati. Tidak boleh bagsa dan negara ini terpecah hanya gara gara informasi yang tidak jelas sumbernya. Dalam kondisi itu, peran pemuda sangat dibutuhkan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan. “ Peran pemuda sangat kuat dalam membentuk negara. Sejak jaman lalu, pemuda tidak bisa dilepaskan dari keutuhan bangsa. Para pemuda adalah penyandang estafet keberlanutan pembaguna bangsa,”kata bupati Solok.
[ Verizal Sarosa ]
Editor :
Tag :#Temu Pemuda # Solok
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMULIHAN AROSUKA TAK CUKUP DENGAN ALAT BERAT, IJP HADIR MENGUATKAN KORBAN GALODO
-
RATUSAN PEMBURU PADATI ALEK BURU BABI DI KUNCIA, JON FIRMAN PANDU DORONG PELESTARIAN TRADISI MINANGKABAU
-
REI SUMBAR BANGUN RUMAH KORBAN GALODO DI SOLOK, JON FIRMAN PANDU APRESIASI KEPEDULIAN DUNIA USAHA
-
MENTERI SOSIAL SERAHKAN BANTUAN PENANGANAN BANJIR BANDANG DI KABUPATEN SOLOK
-
GAMAWAN FAUZI: JANGAN TINGGALKAN AROSUKA!
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK