- Sabtu, 15 November 2025
Gubernur Mahyeldi Sambut Peserta KWI 2025: Momen Penting Ungkap Sejarah Panjang Pengelolaan Wakaf Dunia
"Dari seluruh dunia pakar wakaf datang ka Sumbar, Ranah Minang, iyo sabana kesempatan nan rancak untuak mambuek kolaborasi pengelolaan wakaf supayo jadi potensi ekonomi nan gadang"
Padang (Minangsatu) - Suasana hangat menyertai Gala Dinner Konferensi Wakaf Internasional 2025 yang digelar di Auditorium Gubernuran, Jumat (14/11/2025). Melalui kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut dan menyapa langsung para tamu yang datang dari dalam dan luar negeri.
Hadir di antaranya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua BWI Kamaruddin Amin, Ketua Baznas RI Noor Achmad, Pimpinan PM Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal, serta delegasi dari Mesir, Kuwait, Saudi, Maroko, dan Syiria.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah kehormatan bagi masyarakat Sumbar.
![]() |
“Malam ini bukan hanya jamuan, tetapi juga wujud persaudaraan. Para tamu telah datang membawa ilmu dan gagasan untuk kemaslahatan umat,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Sumbar memiliki sejarah panjang dalam tradisi wakaf dan pendidikan Islam, di mana banyak masjid, pesantren, dan lembaga pendidikan berdiri di atas tanah wakaf. Melalui konferensi ini, ia berharap lahir kolaborasi baru untuk memperkuat peran Sumbar dalam pengembangan wakaf produktif dan ekonomi syariah.
“Semoga pertemuan ini melahirkan inspirasi bagi Sumbar, Indonesia, dan dunia Islam,” ucapnya.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengapresiasi jamuan Pemprov Sumbar dan menekankan besarnya potensi wakaf Indonesia yang mencapai Rp2.000 triliun per tahun.
“Yang baru bisa dioptimalkan baru sekitar Rp3,5 triliun. Kerja sama dengan dunia internasional dapat membuka peluang besar bagi penguatan wakaf nasional,” jelasnya.
Ia berharap konferensi ini mampu melahirkan kolaborasi global dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan ekonomi umat.
Sementara itu, pakar wakaf dari Mesir, Dr. Moustafa Desouky Kasba menyebut Sumbar memiliki potensi besar untuk mengembangkan wakaf secara modern. Ia pun menawarkan, Sumbar belajar dari pengalaman negara-negara Arab yang telah mengelola wakaf selama ratusan tahun, termasuk model Al Azhar.
“Wakaf adalah kekuatan sosial dan ekonomi jangka panjang. Kami siap berbagi pengalaman untuk pengelolaan yang aman, produktif, dan sesuai tuntunan syariah,” kata Moustafa.
Ia lalu menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Mahyeldi dan masyarakat Sumbar atas sambutan hangat yang telah diberikan kepada seluruh tamu peserta Konferensi Wakaf Internasional.
Editor : ranof
Tag :#Konferensi wakaf internasional #Padang #Gubernur Mahyeldi #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANK NAGARI LUNCURKAN FITUR PEMBUKAAN REKENING ONLINE VIA SUPER APPS OLLIN, SASAR MASYARAKAT DAN PERANTAU MINANG
-
PRESIDEN TURKI PERINGATKAN NEGARA ISLAM PERIHAL PERJANJIAN SYKES-PICOT
-
LANGKAH CERDAS PEMPROV SUMBAR UNTUK MEMBANTU UMKM LOKAL NAIK KELAS INTERNASIONAL
-
TERENDAH DALAM 6 BULAN, INFLASI DI MALAYSIA TURUN 2,4 PERSEN
