- Rabu, 8 Juli 2026
Graham Scott:"Gol Mostafa Ziko Ke Gawang Argentina Harusnya Sah"
Graham Scott:"Gol Mostafa Ziko Ke Gawang Argentina Harusnya Sah"
Jakarta (Minangsatu) - Mantan wasit Liga Premier Inggris, Graham Scott, menilai keputusan menganulir gol kedua Timnas Mesir saat menghadapi Timnas Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB, adalah keliru.
Dilansir dari kompas.com, Dalam analisisnya untuk The Athletic, Scott menjelaskan gol Mostafa Ziko pada menit ke-67 seharusnya tetap disahkan karena pelanggaran yang menjadi dasar tinjauan VAR tidak memenuhi ambang batas untuk membatalkan sebuah gol.
Menurut Scott, insiden bermula ketika Attia merebut bola dari bek Argentina, Lisandro Martinez, pada fase awal serangan Mesir.
Wasit lapangan awalnya membiarkan permainan berlanjut hingga Ziko mencetak gol yang sempat membawa Mesir unggul. Namun, setelah menerima rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR), wasit Francois Letexier meninjau ulang tayangan di monitor dan akhirnya membatalkan gol tersebut karena menilai Attia melakukan pelanggaran terhadap Martinez.
Scott tidak sependapat dengan keputusan tersebut. Ia menilai, kontak yang terjadi hanyalah duel normal dalam sepak bola, berupa sedikit kontak kaki dan tarikan singkat pada kaus lawan, yang tidak layak dianggap sebagai pelanggaran.
"Keputusan menganulir gol Mesir adalah keputusan yang salah," jelas Scott, sebagaimana dilansir The Athletic, Rabu (8/7/20260.
Menurutnya, jika melihat tayangan ulang secara utuh, kontak tersebut tidak memenuhi syarat sebagai clear and obvious error atau kesalahan yang nyata dan jelas, yakni standar utama agar VAR boleh melakukan intervensi.
Scott juga menyoroti lokasi insiden yang terjadi hampir 100 yard atau sekitar 90 meter dari gawang Argentina.
Artinya, setelah duel tersebut masih ada rangkaian permainan yang panjang sebelum bola akhirnya masuk ke gawang. Argentina pun masih memiliki cukup banyak pemain untuk kembali mengorganisasi pertahanan.
"Semakin jauh jarak dan semakin lama waktu antara sebuah insiden dengan terciptanya gol, maka dugaan pelanggaran yang terjadi harus benar-benar serius agar layak membatalkan gol. Dalam kasus ini, tidak ada pelanggaran yang memenuhi ambang batas tersebut," ungkap Scott.
Ia bahkan menyebut keputusan VAR sebagai bentuk intervensi yang berlebihan terhadap tugas wasit di lapangan. Halaman
"Itu adalah intervensi yang mengejutkan dan bentuk perluasan peran VAR yang terlalu jauh. VAR seharusnya hanya mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas," ujarnya.
Meski demikian, Scott justru mendukung keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Mesir pada masa injury time, beberapa saat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina.
Saat itu, Mohamed Salah terjatuh di dalam kotak penalti setelah mendapat kontak dari pemain Argentina. Namun menurut Scott, kontak tersebut sangat minim dan tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai pelanggaran.
"Ada sedikit kontak pada sepatu Salah, tetapi tidak cukup untuk membuatnya terjatuh. Itu bukan pelanggaran," tulis Scott. Karena itu, ia menyimpulkan dua keputusan kontroversial tersebut seharusnya dipisahkan.
Gol Mesir, menurutnya, mestinya disahkan, sedangkan klaim penalti Mesir memang layak ditolak. Dengan demikian, gol kemenangan Enzo Fernandez pada masa injury time juga tetap sah.
Editor : melatisan
Tag :Graham Scott,Gol Mostafa Ziko, Gawang Argentina, Harusnya Sah
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
INGGRIS LOLOS KE PEREMPAT FINAL PIALA DUNIA 2026, DUA GOL BELLINGHAM DAN PENALTI KANE SINGKIRKAN MEKSIKO
-
TERBURUK SEJAK 1990, BRASIL TERSINGKIR LEBIH CEPAT DI PIALA DUNIA 2026
-
FANTASTIS THE ATLAS LION; GULUNG KANADA, MAROKO KE 8 BESAR PIALA DUNIA 2026
-
USAI MENANG SUSAH PAYAH ATAS CAPE VERDE, INI KATA LIONEL MESSI
-
BABAK 32 BESAR PIALA DUNIA 2026: BONO GEMILANG, BELANDA PULANG
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN