- Kamis, 2 April 2026
Gempa Malut, BMKG: Masuk Kategori Megathrust
Gempa Malut, BMKG: Masuk Kategori Megathrust
Jakarta (Minangsatu) - BMKG menyampaikan gempa magnitudo (M) 7,6 yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) termasuk kategori gempa megathrust atau gempa bumi sangat kuat. Ada tiga provinsi di sisi utara Sulawesi dan Maluku yang paling terdampak gempa kuat tersebut.
"Kalau dilihat kedalamannya cukup dangkal ya, 30 meter. Kalau kategori megathrust sampai kedalaman 30-an meter, jadi memang ini dangkal dan (gempa) laut dan ini termasuk megathrust ya," kata Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Riyono saat konferensi pers, seperti dilansir dari Liputan 6, Kamis (2/4/2026).
Sebagai informasi, berdasarkan penjelasan BMKG, gempa megathrust adalah gempa dengan zona patahan naik berskala besar di bidang kontak dangkal antara dua lempeng tektonik (zona subduksi), tempat lempeng samudra menunjam di bawah lempeng benua.
Zona ini menyimpan akumulasi energi tektonik yang ketika dilepaskan mampu memicu gempa bumi sangat besar (magnitudo) dan tsunami destruktif.
Rahmat menyampaikan gempa yang terjadi tergolong subduksi laut dengan sesar naik. Menurutnya, gempa sesar naik mempunyai potensi tsunami sangat tinggi.
"Ini dari subduksi laut Maluku di wilayah Sulawesi Utara, jadi laut Maluku yang muncul ke wilayah Sulut. Cukup dangkal dan ini kategori sesar naik, makanya kami buatkan warning karena gempa naik itu berpotensi timbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan mekanisme mendatar ya. Kami juga telah rilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah," jelas dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika Nelly Florida Riama menyampaikan setidaknya ada beberapa provinsi yang paling terdampak gempa ini. Dia mengatakan sejumlah provinsi tersebut berada di sisi utara Sulawesi.
"Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa lokasi ini persis di lautan Sulawesi bagian utara dan Maluku Utara sehingga setidaknya ada 3 provinsi yang merasakan gempa yang cukup besar, yakni Malut, Sulut, dan Gorontalo," jelasnya.
Seperti diketahui, gempa M 7,6 di Bitung dan Malut terjadi pagi ini pukul 05.48 WIB. Gempa berlokasi di 1,25 Lintang Utara, 126,27 Bujur Timur serta di kedalaman laut 62 km. BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di dua wilayah.
BMKG mengatakan gempa di Sulut dan Malut tersebut tergolong gempa dangkal.
"Dengan perhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani Faisal.
Faisal menjelaskan gempa terjadi akibat adanya deformasi kerak bumi. Kemudian, berdasarkan analisis, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.
"Akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi, yaitu aktivitas subduksi laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust vault)," ucap dia.
Editor : melatisan
Tag :Gempa Malut, BMKG, Masuk, Kategori Megathrust
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GEMPA 7, 7 MAGNITUDO DI NTT PICU TSUNAMI DAN GETARAN HINGGA SULSEL
-
PERNYATAAN SIKAP FORUM WARTAWAN KEBANGSAAN (FWK) KOREKSI PERNYATAAN PRESIDEN "WARTAWAN LONDO IRENG"
-
NANIK DEYANG MUNDUR DARI KEPALA BGN, INI ALASANNYA
-
FWK DESAK PRABOWO EVALUASI TOTAL PROGRAM MBG USAI KASUS KORUPSI BGN
-
KONSISTEN PEDULI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN, PT SEMEN PADANG DIGANJAR INDONESIA CSR BRAND EQUITY AWARDS
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG