- Senin, 4 September 2023
Gelar Monev, Walikota Solok Sebut Persoalan Stunting Tidak Boleh Diabaikan
Gelar Monev, Walikota Solok Sebut Persoalan Stunting Tidak Boleh Diabaikan
Kota Solok (Minangsatu) - Wali Kota Solok Zul Elfian Umar mengakui masalah stunting merupakan persoalan cukup penting yang tidak boleh diabaikan, karena menyangkut masa depan generasi.
“ Makanya Pemerintah Kota Solok bertekad untuk menekan angka stunting yang masih berada dibawah 5 Persen bahkan kalau perlu diangka 1 Persen,"tegas Wali Kota Zul Elfian ketika memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) percepatan penurunan stunting Kota Solok di Ruang Rapat Zarhismi Ajiz Lantai II Balaikota Solok, Senin (04/09/23).
Didampingi Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Solok dan Ketua Tim Monev BKKBN Provinsi Sumbar Rusdi lebih lanjut Wali Kota mengakatakan bahwa" Ini merupakan kewajiban untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh. Terimakasih Tim TPPS Kota Solok sudah berjalan, semoga kedepan makin cepat lagi menurunkan angka stunting di Kota Solok," ujar Zul Elfian.
Apapun upaya segera dilakukan agar stunting dapat diatasi, Bagi anak terkena stunting agar secepatnya bisa terbebas, hendaknya anak-anak tidak ada lagi yang terkena stunting.
"Pemerintah Kota Solok tentu berharap kepada BKKBN Provinsi Sumbar agar memberikan perhatian lebih ke Kota Solok," harap Wali Kota.
Sementara Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan, sesuai target angka stunting Kota Solok harus dibawah 5%.
Berbagai upaya juga telah dilakukan Pemko Solok diantaranya melakukan Rembuk stunting melibatkan seluruh elemen terkait, Forkopimda Kota Solok juga telah menjadi Bapak Asuh anak stunting.
"Kepada seluruh elemen terkait agar selalu bersama Dorong TPPS untuk mencari formula-formula baru untuk pengentasan Stunting di Kota Solok. Kita juga akan menggandeng BUMN di Kota Solok untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting Kota Solok,"tukuk Ramadhani yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Solok.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti melaporkan saat ini terdapat 72 orang anak menderita stunting di Kota Solok atau sebesar 7,19 Persen. Tim sudah melakukan pemeriksaan dan pendataan, anak yang terkena stunting juga langsung dirujuk ke dokter spesialis anak sehingga mendapat rekomendasi.
Juga telah dilakukan pemberian susu serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan memberikan formula untuk anak. Tablet tambah darah kepada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama kehamilan, pemeriksaan kesehatan kehamilan 6 kali serta pelayanan persalinan.
"Serta imunisasi lengkap bagi Balita dan bekerjasama dengan kemenag untuk menjangkau Calon Pengantin (Catin)," jelasnya
Editor : melatisan
Tag :#Monev #Penurunan stunting #Kota Solok
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WAWAKO SOLOK SURYADI NURDAL AUDIENSI DENGAN DIRJEN DUKCAPIL KEMENDAGRI
-
SIDAK KE DPMPTSP, WAKO SOLOK MINTA PELAYANAN PUBLIK DITINGKAT DARI SEGI KECEPATAN, KETEPATAN DAN KERAMAHAN
-
DIREKTUR AIR MINUM KEMENTERIAN PUPR BERSAMA KEPALA BPBPK SUMBAR SURVEY SPAM PERUMDA AIR MINUM PINCURAN GADANG KOTA SOLOK
-
WAWAKO SURYADI NURDAL RESMIKAN BANTUAN BEDAH RUMAH BAZNAS KOTA SOLOK DI SINAPA PILIANG
-
PIMPIN RAPAT DENGAN JAJARAN, WAKIL WALIKOTA SURYADI NURDAL BAHAS USULAN PROGRAM R3P HIDROMETEOROLOGI KOTA SOLOK
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG