HOME PARIWISATA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

  • Senin, 15 Maret 2021
Gali Potensi Pariwisata Di Limapuluh Kota WABUp RIZKI KUNJUNGI KAMPUNG SARUGO
Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri, Minggu (14/3) mengunjungi Kampung Wisata Saribu Gonjong (Kampung Sarugo)

Limapuluh Kota, (Minangsatu) - Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri, Minggu (14/3) mengunjungi Kampung Wisata Saribu Gonjong (Kampung Sarugo) yang berlokasi di Jorong Sungai Dadok Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. 

Dalam kunjungan itu, Wabub Rizki datang bersama Kapolres Limapuluh  Kota AKBP Trisno Eko Santoso S.I.K, Dandim 0306/50 Kota Letkol. Kav. Fery Lahe, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Limapuluh Kota Nengsih  serta Camat Gunuang Omeh.

"Pola kita membangun pariwisata sudah cukup bagus namun belum maksimal," ungkap Rizki. 

Dikatakan Wabub, penyebab belum maksimalnya pengembangan pariwisata di Limapuluh Kota karena egosektoral dari beberapa OPD yang menganggap membangun pariwisata bukan menjadi tugasnya. 

"Seharusnya seluruh OPD memahami bahwa membangun pariwisata ini merupakan tugas bersama. Tahap awal yang perlu kita lakukan adalah membangun penyamaan persepsi bahwa Pariwasata adalah kebutuhan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.

"Saya akan undang salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangungan Sumbar Madani bidang Pariwisata, Saudara Zulfrizul Caniago dan praktisi sekaligus tokoh pariwisata nasional, Saudara Ridwan Tulus untuk berdiskusi dengan seluruh Kepala OPD dan Camat dalam rangka persamaan persepsi bahwa membangun pariwisata ini adalah sebuah kebutuhan daerah bukan kewajiban daerah semata," tambah Rizki.

Dalam kesempatan itu, masyarakat Nagari Koto Tinggi tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kepada Wabub. Salah satu aspirasi masyarakat yakni tentang kesulitan jaringan komunikasi di tempat mereka. 

Menanggapi hal itu, Wabub Rizki menjawab bahwa dirinya akan mengupayakan pembebasan 30 areal blindspot yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.  

"Para provider butuh waktu 10 tahun lebih untuk membebaskan masyarakat dari belenggu blindspot. Selain berorientasi pada pelayanan masyarakat, para provider pasti akan mempertimbangkan peluang bisnisnya," jelas Rizki. 

"Bersama Bapak Bupati, kita akan programkan dalam 100 hari kedepan melalui OPD terkait, agar dapat menuntaskan permasalahan ini. Minimal kita mengetahui provider mana yang mampu membebaskan masalah ketiadaan jaringan ini," sebutnya. 

Sementara itu, Kadis Parpora Limapuluh Kota Nengsih mengatakan bahwa, tujuan kegiatan yang digelarnya bersama Wabub itu adalah untuk meninjau potensi-potensi wisata di Limapuluh Kota yang siap untuk dijual. Karena Menurut Negsih, Pariwisata menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah saat ini, karena pariwisata punya potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. 

"Inilah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota yang kita namakan Kampuang Sarugo, yaitu Kampung dengan seribu gonjong yang masih memelihara kearifan lokal budayanya serta merupakan pemenang kedua dari nominasi Anugerah Pesona Indonesia tahun 2020," ucap Nengsih. 

Dikatakan Nengsih, masih banyak potensi pariwisata di Kecamatan Gunuang Omeh yang harus dikembangkan, seperti Gua Aia Singkek dan Gua Imam Bonjol yang memiliki juntaian stalagtit dan stalagmit yang luar biasa keunikannya. Selain itu masih ada destinasi Gua Teratai yang dapat disejalankan dengan olahraga arung jeram dalam menikmati keindahannya. 

"Kita harus punya 3A dalam memajukan destinasi wisata ini, 3 A ini yaitu Akses, Atraksi dan Amenity. Nah, dengan kunjungan kita kali ini kita dapat melihat potensi pariwisata kita dan permasalahan apa yang terjadi serta yang harus kita perbaiki kedepannya," tuturnya.*


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#limapuluhkota