HOME EKONOMI KOTA PADANG PANJANG
- Jumat, 9 April 2021
Empat Hari Jelang Ramadhan Pedagang Kaki Lima Membludak
Padang Panjang (Minangsatu) - Empat hari menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1442 H. Persisnya, jumat (9/4). Jumlah pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Pasar Tradisional kota Padang Panjang meningkat hingga ke jalan.
Padahal, untuk ketertiban dan kenyamanan lokasi berjualan pihak terkait Pemko telah siapkan lokasi dalam kawasan Pasar Induk dan Pasar Tradisional.
"Para PKL yang masih berjualan dipinggir pinggir jalan sebaiknya mereka diarahkan kelokasi yang telah disiapkan supaya tidak mengganggu kelancaran arus lalulintas dalam kota," ujar, Dedi, salah seorang pengunjung pasar usai memarkir kendaraannya.
Jika para PKL masih tetap dibiarkan betdagang dipinggir jalan dikawasan Pasar Pusat nan cukup rancak ini, otomatis, akan mengurangi nilai keindahan dan kenyamanan orang untuk datang berbelanja kesini. "Terutama sekali pengunjung pasar yang datang dari luar kota," ujar Dedi.
Dalam hal ini, kita sarankan pihak pihak terkait Pemko Padang Panjang kiranya bisa menertibkan para PKL yang masih suka menggelar dagangan di jalanan karena lokasi mereka telah disiapkan.
"Jika pasar tertib, kita optimis tingkat kunjungan orang kesini untuk belanja bakal meningkat," tukuk Dedi.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANTU WARGA DAPATKAN BAHAN POKOK TERJANGKAU, PEMKO GELAR OPETASI PASAR MURAH
-
TP-PKK PADANG PANJANG BERBAGI TAKJIL, DI BELI KE PEDAGANG KULINER LOKAL
-
PASAR PUSAT PADANG PANJANG, SEJUMLAH KOMODITAS TURUN HARGA
-
HARGA CABAI HIJAU, MERAH, DAN RAWIT TURUN SERENTAK
-
PEDAGANG LOS A PASAR PUSAT MINTA WAKO SIDAK KONDISI PASAR YANG SEPI PEMBELI
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL