HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Jumat, 25 September 2026

DPRD Kepulauan Mentawai Gelar Pertemuan Strategis Selesaikan Kendala Transportasi Laut

9 Anggota DPRD Mentawai  Gabungan Komisi I, II dan III. Pak Yohanes Pardede , ketua rombongan Pak Wahyu, Pak Syafrizal, Pak Alek, Pak Kristinus Basir, Pak Melki, Pak Korne, Pak  Haji Rasyidin, Pak Julius Tairarak.
9 Anggota DPRD Mentawai Gabungan Komisi I, II dan III. Pak Yohanes Pardede , ketua rombongan Pak Wahyu, Pak Syafrizal, Pak Alek, Pak Kristinus Basir, Pak Melki, Pak Korne, Pak Haji Rasyidin, Pak Julius Tairarak.

PADANG (Minangsatu) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar kunjungan kerja ke Padang pada Kamis (24/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas dan mengatasi berbagai permasalahan layanan transportasi laut yang belakangan ini dikeluhkan oleh masyarakat Mentawai.

Dalam agenda pertamanya, sembilan anggota gabungan dari Komisi I, II, dan III DPRD Mentawai mendatangi kantor pengelola Kapal Cepat Mentawai Fast di Jalan Nipah, Muaro Padang. Pertemuan yang dipimpin oleh Anggota Komisi II, Wahyu, ini diterima langsung oleh pimpinan PT Mentawai Anugerah Sejahtera, Felik Iskandar dan Wiliem.

Fokus utama pembahasan dalam pertemuan di Warkop Nipah tersebut adalah gangguan operasional kapal penyeberangan rute Padang–Mentawai. Pelayaran sempat terganggu akibat salah satu armada andalan Mentawai Fast mengalami musibah kandas di karang lantaran cuaca ekstrem pada awal September lalu.

Selain mengevaluasi kendala operasional, DPRD Mentawai memanfaankannya untuk mengajukan usulan pembukaan rute penyeberangan antar-pulau baru, yakni rute menuju Peipei dan Betaet di Siberut Barat. Saat ini, rute antar-pulau hanya dilayani oleh armada Mentawai Fast Saroke dengan frekuensi satu kali jalan.

Ketua Rombongan Kunjungan Kerja DPRD Mentawai, Wahyu, menyampaikan aspirasi agar penambahan rute baru ke Peipei dapat direalisasikan pada tahun 2026 ini. Langkah ini dinilai sangat mendesak demi menjamin kelancaran mobilitas serta perekonomian masyarakat lokal di wilayah Siberut Barat.

Menanggapi usulan tersebut, pimpinan PT Mentawai Anugerah Sejahtera, Felik Iskandar, menyatakan kesiapannya untuk melakukan evaluasi operasional dan perhitungan teknis. Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa proses pengajuan rute baru harus mengikuti prosedur resmi melalui permohonan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Menindaklanjuti arahan tersebut, DPRD Mentawai berkomitmen untuk segera berkoordinasi dan menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Kepulauan Mentawai. Pembahasan resmi ini ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat agar surat permohonan dapat segera diterbitkan.

Pada hari yang sama, rombongan DPRD Mentawai melanjutkan agenda kedua dengan mendatangi kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Padang yang berlokasi di kawasan Jati. Kunjungan ini bertujuan untuk mencari solusi atas kekosongan armada kapal penyeberangan reguler.

Pertemuan bersama manajemen ASDP Padang merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan DPRD Mentawai dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta. Pertemuan ini berfokus pada pengadaan armada pengganti sementara selama KMP Gambolo menjalani perawatan berkala (docking tahunan) di Nias, Sumatera Utara.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak ASDP Padang berjanji akan mengupayakan kapal pengganti secepatnya. DPRD Mentawai berharap armada pengganti dapat segera beroperasi agar jalur pelayaran dari Padang menuju Sikakap, Siberut, dan Sipora tetap berjalan lancar tanpa hambatan. (*)


Wartawan : Rijon
Editor : Benk123

Tag :#mentawai

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com