HOME NASIONAL NASIONAL

  • Sabtu, 31 Oktober 2026

Dorong Lingkungan Kerja Inklusif Dan Pemberdayaan Perempuan, PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero), Nurlely Aman, saat menerima penghargaan Winner Gender Inclusive Workplace dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026, pada Kamis (29/10) di Jakarta.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero), Nurlely Aman, saat menerima penghargaan Winner Gender Inclusive Workplace dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026, pada Kamis (29/10) di Jakarta.

JAKARTA, (minangsatu) - PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif serta pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut mengantarkan PLN meraih dua penghargaan dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026, yakni Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership.

Dalam penyerahan penghargaan WEPs Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/10), Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, menegaskan pentingnya mewujudkan kesetaraan gender melalui lingkungan kerja yang inklusif serta pemberian kesempatan yang setara bagi perempuan untuk mengembangkan potensi dan karier.

Menurutnya, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia masih berada di kisaran 56 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai sekitar 84 persen.

“Bagi banyak perempuan, tantangannya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan. Melainkan mendapatkan pekerjaan yang memungkinkan mereka mengembangkan aspirasi, menjaga kesejahteraan, dan memenuhi tanggung jawab yang terus dibebankan secara tidak proporsional oleh masyarakat ke pundak mereka (perempuan),” ujar Amurwani.

Ia menambahkan, upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan kerja formal, tetapi juga harus menjangkau perempuan pelaku usaha, pekerja informal, hingga perempuan yang terlibat dalam rantai pasok.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui perluasan akses terhadap pembiayaan dan teknologi digital, pendampingan usaha, serta pembukaan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik perempuan.

Sementara itu, Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia, Ulziisuren Jamsran, mengapresiasi para penerima penghargaan WEPs Awards 2026. Menurutnya, para pemenang telah berhasil mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender ke dalam kebijakan dan praktik perusahaan.

“Para pemenang WEPs Awards 2026 telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata. Kebijakan yang mereka terapkan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret, didukung alokasi anggaran, serta memiliki hasil yang terukur. Kami percaya bahwa praktik baik dan hasil nyata ini akan terus meluas, tidak hanya berhenti di kantor pusat perusahaan, tetapi juga menjangkau seluruh rantai pasok hingga ke setiap rumah tangga,” kata Ulziisuren.

Lebih lanjut, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, mengatakan bahwa PLN terus membangun lingkungan kerja yang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk mengembangkan karier dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di berbagai tingkatan organisasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah kebijakan yang membantu pegawai menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi. PLN menyediakan empat pola kerja fleksibel yang dapat dipilih sesuai karakteristik tugas masing-masing pegawai.

Selain itu, perusahaan memberikan fasilitas cuti ayah selama 30 hari atau 15 kali ketentuan nasional, cuti melahirkan selama 120 hari, serta cuti selama dua hari untuk merawat anggota keluarga yang sakit.

“PLN memberikan ruang bagi perempuan untuk tumbuh melalui berbagai fasilitas dan kesempatan pengembangan yang disiapkan perusahaan. Pengembangan perempuan bukan hanya tanggung jawab pengelola human capital, melainkan juga seluruh pemimpin di PLN. Setiap pemimpin memiliki peran dalam mendorong lahirnya generasi perempuan yang siap menjadi pemimpin di berbagai level organisasi,” ujar Nurlely.

Tidak hanya berfokus pada lingkungan kerja, PLN juga mendorong kesetaraan gender melalui berbagai program pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

Dalam upaya melistriki seluruh negeri, PLN menyadari bahwa pemenuhan akses listrik saja belum cukup untuk mengatasi berbagai ketimpangan yang masih dihadapi perempuan. Kesadaran tersebut mendorong perusahaan menghadirkan berbagai program untuk memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan di berbagai daerah.

Inisiatif tersebut dijalankan melalui Srikandi Movement dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mendorong perempuan, khususnya kelompok rentan, perempuan masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, serta pelaku usaha berbasis potensi lokal, agar mampu mengembangkan potensi dan mencapai kemandirian.

Sepanjang 2025, program pemberdayaan berbasis gender yang dijalankan PLN telah menjangkau 327.415 perempuan melalui 139 program yang dilaksanakan bersama komunitas di seluruh Indonesia.

“Pemberdayaan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Perempuan perlu memperoleh pendampingan, keterampilan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, PLN berupaya memastikan setiap program sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya.


Wartawan : rilis
Editor : boing

Tag :PLN, PT PLN (Persero)

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com