- Minggu, 5 April 2020
Diduga Hina Institusi, Tiga Petugas Posko Tanggap Covid-19 Sawahlunto Dipanggil Polisi
Sawahlunto (Minangsatu) - Tiga petugas Posko Tanggap Covid-19 Sawahlunto, besok, Senin, (6/4), dipanggil ke Mapolres Sawahlunto untuk dimintai keterangan terkait dugaan penghinaan institusi Polri yang dituduhkan pada mereka.
Penanggungjawab Posko, dr Al Ansari saat ditemui Minangsatu, Minggu (5/4), membenarkan adanya surat pemanggilan tersebut. "Benar, saya dan dua rekan petugas dipanggil menghadap ke Mapolres Sawahlunto hari Senin (6/6)," ujarnya.
Dugaan penghinaan itu mencuat saat rapat evaluasi internal di posko, Sabtu (28/3).
Kata Al Ansari, mengenai dugaan yang dituduhkan tentang pelecehan atau penghinaan tersebut, dirinya tidak pernah mendengar ucapan ujaran kebencian atau penghinaan pada institusi manapun, pada rapat evaluasi yang berlangsung di Posko Tanggap Covid-19 Sawahlunto tersebut.
Atas dugaan penghinaan itu, sebelumnya, Rabu (1/4), sejumlah anggota Posko termasuk penanggungjawab, dr Al Ansari, telah dipanggil menghadap, untuk dimintai keterangan di Mapolres Sawahlunto. Mereka dimintai keterangan sekitar delapan jam, mulai pukul 16.30 Wib hingga pukul 00.30 Wib dinihari, Kamis (2/4).
Karena merasa tidak nyaman lantaran pemeriksaan yang lama itu, Al Ansari dan anggotanya berencana menarik diri dari aktivitas Posko. "Kami para petugas Posko Tanggap Covid 19 Sawahlunto Lock Down (mengundurkan diri, red) dulu dari segala aktivitas, hingga ada kejelasan serta adanya jaminan kenyamanan serta keamanan kami dalam bertugas," ujarnya.
Lalu, Jum'at (3/4), dalam Jumpa Pers bersama Pemko dan dihadiri Kapolres Kota Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SH SIK, saat Minangsatu mempertanyakan kondisi sesungguhnya yang terjadi terhadap para petugas tersebut, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan bahwa permasalahan sudah clear.
"Tak ada surat pengunduran diri tertulis yang masuk dan juga para petugas sudah kembali beraktifitas seperti biasa," ujarnya.
Namun dengan adanya pemanggilan itu, ketika dikonfirmasi langsung via telpon, Minggu sore (5/4), Deri Asta mengatakan akan berupaya mencari penyelesaian. Sedangkan berkenaan dengan aspek hukumnya,"Secara hukum tentu pihak kepolisian lebih tahu," ujar Deri Asta.
Atas perkembangan masalah ini, yang cenderung masuk ke ranah hukum, wartawan senior Sawahlunto, Adek Rossie Mukri memakluminya. "Tapi mengingat kondisi saat ini, mudah-mudahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan," pungkas Adek Rossie Mukri.
Editor : sc.astra
Tag :#dugaanpenghinaan #polressawahlunto #poskocovid19
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SAT RESKRIM POLRES SAWAHLUNTO TANGKAP PELAKU CURANMOR KURANG DARI 24 JAM
-
KAPOLRES SAWAHLUNTO KEMBALI PIMPIN RAZIA GABUNGAN, TEGASKAN KOMITMEN BERANTAS TAMBANG LIAR DI KOTA ARANG
-
KAPOLRES SAWAHLUNTO GANDENG DITKRIMSUS POLDA SUMBAR DAN PEMKOT LAKSANAKAN OPERASI TAMBANG LIAR DI TIGA TITIK LOKASI
-
KAPOLRES SAWAHLUNTO LANTIK WAKA POLRES, SERAH TERIMAKAN JABATAN KABAG OPS DAN KASAT NARKOBA
-
POLRES SAWAHLUNTO MULAI LAKSANAKAN PENGAMANAN OPERASI LILIN TAHUN 2024
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN