HOME PENDIDIKAN NASIONAL

  • Rabu, 22 Juli 2026

Dari Rekam Medis Elektronik Hingga Cumlaude, Perjalanan Devi Olivia Di UGM

Devi Olivia, S.Tr.MIK., MHPM
Devi Olivia, S.Tr.MIK., MHPM

JOGJA, (minangsatu) - Di tengah suasana haru dan kebahagiaan wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (22/7), nama Devi Olivia, S.Tr.MIK., MHPM menjadi salah satu yang membawa cerita tersendiri.

Bukan hanya karena ia berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya dalam waktu dua tahun, tetapi juga karena pencapaian itu ditutup dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92.

Devi resmi menyandang gelar Master of Health Policy and Management (MHPM) setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang pascasarjana UGM. Prosesi wisuda yang berlangsung di Grha Sabha Pramana menjadi penanda berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan akademiknya.

Di balik gelar tersebut, terdapat penelitian yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya. Melalui tesis berjudul “Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik”, Devi mendalami salah satu isu penting dalam perkembangan layanan kesehatan di era digital.

Topik itu bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik. Rekam medis elektronik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, penelitian Devi diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat bagi bidang kesehatan yang selama ini digelutinya.

Perjalanan menuju gelar magister tersebut juga tidak ditempuh seorang diri. Dukungan dari Direktur dan manajemen RSUP M Djamil Padang, tempat Devi bekerja, menjadi salah satu kekuatan penting selama menjalani pendidikan.

Kesempatan untuk menempuh pendidikan pascasarjana juga diperoleh Devi melalui program beasiswa Kementerian Kesehatan. Beasiswa tersebut membantunya menjalani pendidikan hingga selesai sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

“Perjuangan dan keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Direktur beserta manajemen RSUP M Djamil Padang, serta doa dan pengorbanan dari keluarga tercinta,” ujar Devi.

Kini, Devi menjadi bagian dari 1.054 lulusan Program Pascasarjana UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Mereka terdiri atas 821 lulusan Program Magister, 131 lulusan Program Spesialis, 12 lulusan Program Subspesialis, dan 90 lulusan Program Doktor, termasuk lulusan warga negara asing.

Selain itu, sebanyak 19 lulusan dari periode sebelumnya juga turut mengikuti prosesi wisuda. Secara keseluruhan, lulusan perempuan mendominasi dengan persentase 52,66 persen, sedangkan lulusan laki-laki mencapai 47,34 persen.

Pada Program Magister, rata-rata masa studi lulusan mencapai dua tahun dengan IPK rata-rata 3,72. Sebanyak 24 lulusan bahkan berhasil meraih IPK sempurna 4,00.

Sementara itu, lulusan Program Spesialis memiliki rata-rata masa studi tiga tahun 11 bulan dengan IPK rata-rata 3,79. Adapun lulusan Program Doktor mencatat IPK rata-rata 3,89, dengan 28 lulusan berhasil memperoleh IPK sempurna.

Bagi Devi Olivia, prosesi wisuda menjadi penutup dari perjalanan panjang selama dua tahun. Predikat cumlaude dan IPK 3,92 menjadi bukti dari proses yang telah dilalui.

Namun, angka itu bukanlah akhir. Gelar MHPM yang kini disandangnya justru menjadi awal dari perjalanan baru untuk mengembangkan ilmu, melanjutkan pengabdian, dan memberi kontribusi lebih luas bagi dunia kesehatan.

Di antara ribuan nama yang tercatat sebagai lulusan UGM, Devi membawa pulang lebih dari sekadar ijazah. Ia membawa pengalaman, dukungan keluarga, kepercayaan dari institusi, serta hasil penelitian yang diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat.


Wartawan : Ing
Editor : boing

Tag :UGM, Simkes, FK-KMK, Wisuda, Devi Olivia, MHPM

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com