HOME LANGKAN TINGKOK

  • Jumat, 14 Agustus 2026

Dari Gang Senggol, MDucation Mengajak Anak-Anak Menemukan Mimpi Dan Berani Menyuarakannya

Enam awardee M Scholarship Batch 2
Enam awardee M Scholarship Batch 2

Dari Gang Senggol, MDucation Mengajak Anak-Anak Menemukan Mimpi dan Berani Menyuarakannya

Oleh : Tim M Scholarship Batch 2

Sebuah mimpi terkadang tidak langsung hadir dalam bentuk cita-cita yang jelas. Bagi sebagian anak, mimpi justru tumbuh setelah mereka diberi kesempatan untuk mengenal dirinya, mencoba berbagai hal, dan menemukan apa yang mereka sukai. Semangat itulah yang dibawa enam awardee M Scholarship Batch 2 melalui MDucation (M for Education), sebuah Social Project yang hadir di tengah anak-anak Gang Senggol, Parupuk Tabing, Kota Padang.

Mengusung tagline “Tumbuh, Bersuara, Berkarya”, MDucation melibatkan sekitar 15 anak dengan rentang usia mulai dari 3 tahun hingga kelas 2 SMP. Selama enam pertemuan sejak 14 Juni hingga 19 Juli 2026, anak-anak diajak menjalani proses untuk mengenali minat dan bakat, mengeksplorasi pengalaman baru, hingga mulai menentukan arah cita-cita mereka.

Pertemuan pertama menjadi awal dari perjalanan tersebut. Anak-anak diperkenalkan dengan tim MDucation dan mulai membangun kedekatan melalui berbagai aktivitas, termasuk journaling. Kegiatan ini kemudian menjadi bagian yang terus hadir dalam rangkaian program sebagai ruang bagi anak-anak untuk menuangkan cerita, keinginan, serta harapan mereka.

Pada pertemuan kedua, anak-anak mengikuti talent mapping dengan pendampingan instruktur dari bidang psikologi. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh gambaran mengenai minat dan potensi yang dimiliki. Hasil tersebut kemudian menjadi pijakan untuk membantu anak-anak memahami hal-hal yang mereka sukai dan bidang yang mungkin sesuai dengan dirinya.

Tidak berhenti pada pengenalan diri, MDucation juga membawa anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Pada pertemuan ketiga, mereka mengikuti study tour ke Museum Adityawarman. Pengalaman tersebut memberikan suasana belajar yang berbeda sekaligus memperluas kesempatan anak-anak untuk mengenal lingkungan dan budaya di luar aktivitas mereka sehari-hari.

Memasuki pertemuan keempat, anak-anak mulai menghubungkan hasil talent mapping dengan cita-cita yang ingin mereka capai. Mereka kembali melakukan journaling dan mulai mengerucutkan pilihan berdasarkan minat serta potensi masing-masing. Dari sini, perubahan kecil mulai terlihat. Anak-anak menjadi lebih berani membicarakan apa yang mereka sukai dan memiliki gambaran yang lebih terarah mengenai apa yang ingin mereka lakukan di masa depan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Grand Event pada 19 Juli 2026 di Convention Hall Universitas Andalas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan tim Social Project M Edu Art dan AIESEC UNAND. Salah satu momen yang menjadi bagian dari penutupan adalah ketika anak-anak menuliskan harapan dan mimpi mereka untuk kemudian digantungkan pada Pohon Mimpi yang telah disiapkan oleh tim MDucation.

Mimpi-mimpi itu kemudian hadir dalam bentuk tulisan tangan anak-anak. Ada yang mulai memahami ingin menjadi apa, ada yang masih ingin terus mengeksplorasi dirinya, dan ada pula yang sekadar menuliskan sebuah harapan sederhana. Namun, setiap tulisan menjadi bukti bahwa mereka telah diberi ruang untuk memikirkan masa depan dan berani mengungkapkannya.

Grand Event juga menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka. Setelah melewati rangkaian kegiatan bersama, mereka tampil dan mengekspresikan diri di hadapan orang-orang yang hadir. Bagi tim MDucation, keberanian anak-anak untuk tampil dan menyampaikan cita-cita menjadi salah satu hasil paling berharga dari keseluruhan proses.

MDucation merupakan salah satu rangkaian Social Project yang dijalankan oleh awardee M Scholarship Batch 2 selama satu batch. Program ini menjadi bentuk kontribusi para awardee melalui kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal dirinya sendiri.

Dari enam pertemuan yang sederhana, anak-anak Gang Senggol membawa pulang sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman mengikuti kegiatan. Mereka pulang dengan pemahaman baru tentang minat dan bakatnya, keberanian untuk menyampaikan cita-cita, serta keyakinan bahwa mimpi mereka layak untuk didengar.

MDucation mungkin hanya berlangsung selama beberapa minggu. Namun bagi anak-anak yang menjalaninya, mungkin waktu tersebut cukup untuk membuat satu hal menjadi lebih jelas: bahwa mereka memiliki mimpi, dan mereka berhak memiliki kesempatan untuk mengejarnya.

Tim MDucation terdiri atas Irgi Gutawa sebagai Leader, Raisa Vio Nabila sebagai Finance & Admin Officer, Dyana Florentina Naibaho sebagai Education Program Design, Khalisha Rezki Faizia sebagai Learning Content Development, Firmansyah sebagai Logistic Event, dan Qurratul Hilma sebagai Media Creative.


Wartawan : ica
Editor : boing

Tag :MDucation, Social Project MDucation, M Scholarship Batch 2, Anak Gang Senggol Padang, Minat dan Bakat Anak, Talent Mapping Anak, Cita-cita Anak, Pohon Mimpi MDucation, AIESEC UNAND

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com