HOME OPINI FEATURE

  • Selasa, 25 Januari 2022
Canting Buana Kreatif: Diperluas Dari Membatik Menjadi Pelatihan Keterampilan
Pajangan batik produksi Canting Buana kreatif Padang Panjang, Sumatera Barat.

Canting Buana Kreatif: Diperluas dari Membatik menjadi Pelatihan Keterampilan

Oleh Muharyadi

 

Canting Buana kreatif Padang Panjang, Sumatera Barat dibawah pimpinan Widdiyanti, beberapa tahun terakhir terus mencuat namanya dalam dunia batik dan ekoprint.

Usaha membatik dan melatih kader-kader kreatif itu makin memperoleh tempat di masyarakat Padang Panjang. Canting Buana baru saja memperoleh lahan berupa tanah seluas 500 meter dalam bentuk "pinjam pakai" yang akan dijadikan "Balai Latihan" semi permanen berlokasi di Padang Sarai Gang Manunggal Jl. Sutan Syahrir Gang Manunggal No. 69 RT X Kelurahan Silaiang Bawah, Kecamatan Padangpanjang Barat, kota Padang Panjang.

Nota kesepahaman "pinjam pakai" tanah ulayat nagari seluas 500 meter persegi bernomor : 01/PERJ/KANBS-Widdiyanti/1/22 itu nantinya akan dijadikan "Balai Latihan" batik dan ekoprint, Bukit Suruangan, ditandatangani ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukitsuruangan Padangpanjang, Faiz Fauzan El Muhammady DT. Bagindo Marajo dengan pimpinan Canting Buana Kreatif, Widdiyanti, Senin, 17 Januari 2022 lalu di ruang KAN Bukitsuruangan, Padangpanjang.

Hal itu disampaikan pimpinan Canting Buana Kreatif, Widdiyanti, saat melatih sejumlah anak-anak disabilitas Padangpanjang di Canting Buana Kreatif, Padangpanjang, Senin 24 Januari 2022 di Padangpanjang.

Menurut Widdiyanti, lahan yang ada kini sebagai lokasi Canting Buana Kreatif hanya seluas 180 meter persegi, itu sudah termasuk tempat tinggal, tempat bekerja dan memajang karya-karya dan latihan bagi masyarakat. Mereka yang datang baik untuk membatik berupa batik tulis maupun ekoprint yang rata-rata setiap hari mencapai jumlah 15 sd 20 orang. Lahan yang ada ini tidak lagi memadai dijadikan tempat latihan masyarakat sekaligus mengamati karya-karya batik terbaik yang pernah dihasilkan selama ini.

Dengan adanya lahan "pinjam pakai" ini yang dalam nota kepakatan berlangsung selama 20 tahun tersebut bahkan bisa diperpanjang jika tetap dibutuhkan, diharapkan publik dan masyarakat sekitar lebih leluasa memanfaatkan ruangan untuk latihan. "Bisa mendisain, menggambar, mencanting dan lain sebagainya bahkan dilengkapi ruang pajang pameran atau tempat balai latihan batik Canting Buana Kreatif dengan tetap berpedoman kepada ramah lingkungan," ujar Widdiyanti menambahkan.

Sejak hampir 5 tahun terakhir, telah banyak anak-anak muda usia sekolah, masyarakat, kalangan Dharma Wanita, PKK dan lainnya bahkan dari sejumlah provinsi tetangga ikut berlatih membatik di Canting Buana Kreatif, terutama hari sabtu dan minggu serta hari-hari besar lainnya. "Diantara pengoleksi batik kadang ada juga ikut berlatih mengolah membuat batik di Canting Buana Kreatif yang dipandu pihaknya," jelas Widdiyanti.

Disebutkan, selama ini Canting Buana Kreatif telah menciptakan batik tulis, batik cetak maupun ekoprint yang dikoleksi tokoh-tokoh nasional, diantaranya Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Refly Harun, Ustad Abdul Somad dan tokoh publik Sumatera Barat mulai dari Gunernur/Wakil Gubernur Sumbar, Ketua dan kalangan DPRD Sumbar, sejumlah Wali Kota dan Bupati Sumbar, kalangan Dharmawanita, PKK dan lainnya.

Butuh Suntikan Dana

Saat ditanya kapan tanah seluas 500 meter pesersegi dalam bentuk "pinjam pakai" dari KAN Bukik Suruangan kota Padang Panjang dimaksud mulai dimanfaatkan untuk perluasan kegiatan Canting Buana Kreatif tersebut? Menurut Widdiyanti, pihak Canting Buana Kreatif kini tengah mendisain program perluasan kegiatan, agar masyarakat lebih leluasa mengeksplorasi berbagai bentuk batik dan ekoprint dengan muatan lokal.

"Sekalipun membuat bangunan semi permanen tentulah menelan dana yang tidak sedikit dengan segala fasilitasnya untuk ajang kegiatan batik dan ekoprint bagi masyarakat yang akan belajar maupun berkunjung ke Canting Buana Kreatif nantinya," ujar Widdiyanti. Ia malah berobsesi ke depannya ingin menjadikan kota Padang Panjang bahkan Sumatera Barat menjadi kawasan rumah batik di tanah air dengan batik-batik modern maupun ekoprint berbasis budaya lokal Sumatera Barat.

Mengingat banyaknya anak-anak muda bahkan masyarakat secara umum memiliki animo tinggi untuk belajar batik dan ekoprint maka sudah selayaknya Canting Buana memperluyas areal lokasinya. "Di satu sisi memiliki nilai-nilai budaya lokal dan sisi lain juga memiliki nilai jual yang lumayan," ujar Widdiyanti.

Mengingat telah tersedianya lahan kemudian adanya SDM batik dan ekoprint Canting Buana Kreatif, Widdiyanti berharap pemerintah daerah maupun pemprov Sumbar, dapat membantunya dalam permodalan guna mendirikan balai latihan batik untuk aktivitas kemasyarakatan dalam bidang seni kriya batik dan ekoprint. "Boleh jadi melalui bantuan program eksekutif atau dana pokir legislatif dan lain sebagainya," ujar Widdiyanti untuk pembuatan Balai Latihan Canting Buana itu.


Tag :#canting #membatik #pelatihanmembatik #perluasanareal #pelatihan #padangpanjang #sumbar