HOME BIROKRASI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Sabtu, 18 April 2020
Bungkam Coronavirus! Perantau Paninggahan Pulang Basamo: Niat Hati Pulkam, Apa Daya Harus Karantina
Padang (Minangsatu) - Sebanyak 118 orang perantau Minang dari Jakarta dikarantina di mes Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Barat (Sumbar) yang beralamat di Jalan Raya Padang Besi, Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. Upaya ini dilakukan sesuai dengan prosedur tetap (protap) penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengingat Kota Jakarta merupakan daerah terjangkit dan berada dalam zona merah.
Staf Fungsional Umum BPSDM Sumbar, Andi, kepada Minangsatu, Sabtu (18/4), mengatakan bahwa para perantau "pulang basamo" tersebut berasal dari Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Rombongan perantau yang ingin pulang kampung (pulkam) itu datang dengan empat bus secara bertahap. Dua bus pertama datang lebih awal dengan mengangkut 58 orang dan dua bus kedua datang pada pukul 20.00 WIB, Jumat (17/4) dengan mengangkut 60 orang.
Sebelum memasuki wilayah Solok, rombongan beserta bus langsung diberhentikan oleh aparat Kodim 0309 Solok dan Satlantas Polres Kota Solok. Keempat unit bus langsung diarahkan ke BPSDM di Kota Padang dan dikawal oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.
“Sebenarnya BPSDM ditujukan sebagai pusat karantina untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Akan tetapi, karena mendadak ada rombongan mudik pulang kampung yang datang melalui jalur darat, di perbatasan Sumbar yaitu daerah Sungai Rumbai, dilakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten Solok. Mengenai hal itu, kebijakan yang diambil ialah para perantau harus dikarantina dulu sebelum ke kampung halaman. Kemudian, dilakukan juga koordinasi dengan Gubernur Sumbar sehingga ditempatkanlah di BPSDM Sumbar," jelasnya.
Di samping itu, salah seorang tenaga medis bagian Kebidanan yang menangani kasus tersebut, Rike Afriyani, menyampaikan bahwa tes swab akan dilakukan terhadap para perantau. Hasilnya, dapat diketahui sekira tiga hari ke depan.
“Berdasarkan jadwal, seluruh perantau itu akan dites swab sekarang. Mereka dikarantina selama tiga hari di sini. Nanti, jika seandainya hasil negatif akan dipulangkan. Jika hasilnya positif dengan kategori ringan akan diisolasi mandiri di rumah atau dikarantina di sini. Sebenarnya kami lebih menganjurkan karantina di sini sehingga kami lebih memantau. Sementara, untuk pasien positif berat tentu kami rujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19”, tutupnya.
Tidak ketinggalan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok turut memberi pengarahan mengenai berbagai aturan dan imbauan yang telah disusun oleh pemerintah daerah yang wajib dipatuhi oleh para perantau selama masa pandemi Covid-19.
Editor : sc.astra
Tag :#pulangbasamo #paninggahan #covid19 #karantina
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MULAI HARI INI, PEMPROV SUMBAR BERLAKUKAN PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB
-
SEKDAPROV SUMBAR: SUMPAH PNS ADALAH KOMITMEN MORAL DAN SPIRITUAL, BUKAN SEKADAR FORMALITAS
-
SEKDAPROV SUMBAR TEGASKAN KINERJA BIROKRASI HARUS BERDAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT
-
PEMPROV SUMBAR RESMI TERAPKAN POLA KERJA SKEMA KOMBINASI, SETIAP JUMAT ASN PEMPROV WFH
-
INFO MUDIK 2026 SUMBAR, PANTAU JALUR DAN CCTV SECARA REAL-TIME
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL