HOME BIROKRASI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 23 Maret 2020
Bungkam Coronavirus!; Mulai Selasa Besok Pemeriksaan PCR Terkait Covid-19 Bisa Dilakukan Di Lab FK Unand
Padang (Minangsatu) - Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) terkait Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) sudah dapat dilakukan mulai besok, Selasa (24/3). Hal ini berkenaan dengan koordinasi yang sudah dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang dengan Kepala Laboratorium Unand.
Beberapa kebutuhan utama yang akan dipenuhi ialah Alat Pelindung Diri (APD) dan 12 tenaga medis agar dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap 200 sampel/hari. Pemeriksaan awal diprioritaskan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan tenaga medis. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP).
Sehubungan dengan itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) untuk memenuhi kebutuhan Laboratorium Unand tersebut. Ini disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan penanganan Covid-19 di Sumbar yang diselenggarakan, Senin (23/3), di Kantor Gubernur.
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Achmad Mochtar, Bukittinggi, dr. Khairul, Sp.M. dalam rakor juga menyampaikan bawa saat ini rumah sakit tersebut sudah mengalami over capacity (kelebihan kapasitas). "Mau melakukan rujukan ke RSUP Dr. M. Djamil, RSUP Dr. M. Djamil juga sudah penuh", paparnya.
Demikian pula dengan jumlah dokter paru yang terbatas, RSUD Achmad Mochtar hingga kini hanya memiliki dua dokter paru dengan satu dokter dalam kondisi tidak sehat. Ia meminta kebijakan dokter-dokter paru dan para perawat yang ada di rumah sakit-rumah sakit lain agar dapat diberdayakan oleh RSUD Achmad Mochtar.
Lebih lanjut, ia berharap disediakannya Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus dan poliklinik khusus untk PDP dan ODP sehingga tidak bercampur dengan pasien biasa. Tenaga kesehatan pun patut menjadi perhatian. "Harus ada shift tenaga kesehatan yang ada sehingga tenaga kesehatan juga memiliki waktu istirahat", imbuhnya.
Oleh karena itu, Gubernur Sumbar mengimbau kepada rumah sakit-rumah sakit yang ada untuk melaksanakan penatalaksanaan terlebih dulu. "Jangan buru-buru mengirim ke rumah sakit rujukan kecuali memang ada PDP yang benar-benar membutuhkan perawatan. Semua RSUD sudah harus siap dari sekarang untuk bisa merawat PDP", tanggapnya.
Tidak ketinggalan, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumbar turut berkontribusi dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar menyatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk penyediaan masker, disinfektan, dan logistik lain kepada PMI Pusat. Akan tetapi, logistik lebih dikhususkan kepada daerah dengan tingkat risiko yang tinggi.
Ia juga mengingatkan agar relawan-relawan di daerah tetap bergerak demi pencegahan dan penanganan Covid-19. "Gugus tugas Covid-19 harus diperjelas tugas-tugas dan batasan wilayah kerjanya. Sekretariat Posko harus lebih giat dan efektif melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) karena kita berpacu dengan waktu", jelasnya.
Persediaan darah juga menipis di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) PMI yang ada. Gubernur menugaskan Sekretariat Daerah (Sekda)/Kadinkes dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bisa menyurati Jajaran/Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk donor darah. Teknis perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan orang.
Editor : sc.astra
Tag :#bungkamcoronavirus #pemeriksaanpcr #labfkunand
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MULAI HARI INI, PEMPROV SUMBAR BERLAKUKAN PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB
-
SEKDAPROV SUMBAR: SUMPAH PNS ADALAH KOMITMEN MORAL DAN SPIRITUAL, BUKAN SEKADAR FORMALITAS
-
SEKDAPROV SUMBAR TEGASKAN KINERJA BIROKRASI HARUS BERDAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT
-
PEMPROV SUMBAR RESMI TERAPKAN POLA KERJA SKEMA KOMBINASI, SETIAP JUMAT ASN PEMPROV WFH
-
INFO MUDIK 2026 SUMBAR, PANTAU JALUR DAN CCTV SECARA REAL-TIME
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG