HOME PARIWISATA KABUPATEN PASAMAN

  • Rabu, 27 Maret 2019
BPS Pasaman Lakukan Survei Wisnus
BPS Pasaman gelar Pelatihan Survei Wisatawan Nusantara Tahun 2019 (27/3/2019)

Lubuk Sikaping (Minangsatu) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman menggelar pelatihan Petugas Lapangan Survei Wisatawan Nusantara (Wisnus) tahun 2019. Pelatihan dilaksanakan Rabu, 27 Maret 2019, bertempat di  Aula Wisma Murni, Lubuk Sikaping.

Kepala BPS Pasaman, Yuliandri mengatakan bahwa kegiatan Pendataan Wisatawan Nusantara atau Wisnus ini sudah dimulai sejak tahun 1981, dan kegiatan ini mengarah pada sektor pembangunan pariwisata.

"Dalam pelatihan Wisnus 2019, ada 11 Petugas Pencacah Lapangan dan 2 pengawas yang disiapkan BPS Pasaman untuk melakukan pencacahan atau survei wisatawan nusantara Tahun 2019," ujar Yuliandri kepada Minangsatu, Rabu (27/3).

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Statistik Distribusi BPS Pasaman Mona Priditta selaku Instruktur Daerah, dalam paparannya menyampaikan bahwa aktivitas pariwisata di Indonesia sekarang ini terus tumbuh dan berkembang, bahkan mulai jadi trend dan gaya hidup tersendiri dalam masyarakat. Sehingga pariwisata dapat menjadi sektor andalan untuk menghidupkan sektor ekonomi lain yang terkait.

“Pemerintah selain gencar menarik minat wisatawan mancanegara untuk tingkatkan devisa juga sedang berusaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara," papar dara cantik Mona Priditta.

Priditta juga menambahkan bahwa ada tiga komponen atau kategori dalam survei wisatawan nusantara, yaitu, Menempuh Perjalanan 100 km atau lebih (PP) , Objek Wisata Komersial dan Menginap di Akomodasi Komersial.

Survei Wisatawan Nusantara 2019 merupakan kegiatan rutin Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan data mengenai wisatawan nusantara atau penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan di wilayah Indonesia. Data wisatawan nusantara sangat dibutuhkan dalam penyusunan rencana kebijakan di bidang pariwisata.

Survei Wisatawan Nusantara 2019 ini dilaksanakan di 34 Provinsi yang tersebar ke dalam 514 kabupaten/kota. Pendataan rumah tangga dilakukan dengan cara pemutakhiran, dan survei dilakukan secara triwulan. 

"Pada tahun 2016 dan 2017, pendataan wisnus dilakukan tersendiri, bekerjasama dengan Kemepar. Namun sejak tahun 2018 hingga sekarang, pendataan Wisnus merupakan kegiatan rutin dengan DIPA BPS Program Prioritas Pemerintah," pungkas Mona Priditta.


Wartawan : M Afrizal
Editor : T E

Tag :BPS Pasaman