- Jumat, 16 Oktober 2026
Bibit Jagung Solok Tembus Sulawesi, Bupati Jon Firman Pandu Siapkan 2.300 Hektare Untuk Dongkrak Ketahanan Pangan
Solok (Minangsatu) – Dari pabrik bibit jagung legendaris di Ampang Kualo, Kota Solok, geliat industri pertanian lokal kembali menembus pasar lintas pulau manakala PT Citra Mandiri Kobana (CMK) melepas pengiriman perdana 25 ton benih jagung hibrida ke Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026).
Kompleks pabrik bibit jagung hibrida PT CMK tetiba tampak lebih sibuk dari biasanya. Sebuah truk Fuso terparkir di halaman, bersiap mengangkut karung-karung benih menuju pasar di Sulawesi. Di bagian produksi, puluhan pekerja perempuan terlihat sibuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya, sementara para pekerja laki-laki mengangkat dan menata karung benih ke dalam kendaraan pengangkut.
Di tengah aktivitas produksi tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama istrinya, Nia Jon Firman Pandu, tiba untuk melepas pengiriman perdana. Kedatangan mereka disambut hangat Direktur PT CMK H. Nofi Candra bersama istri, Hj. Devi Femiyanti, Komisaris PT CMK Erick Maran, Komisaris Utama, Hj. Lifwarda, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi.
Momentum pelepasan itu lebih menjelaskan, bahwa produk pertanian dari daerah tidak hanya berpeluang memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan komoditas jagung.
Terhadap itu, Direktur PT CMK, H. Nofi Candra, mengatakan pengiriman perdana ke Makassar mencapai 25 ton benih jagung hibrida. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dengan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra pengiriman.
”Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan total pengiriman mencapai 150 ton sesuai perjanjian dengan mitra usaha di Makassar,”ungkapnya.
Kata Nofi, benih yang dipasarkan dengan merk Andalan merupakan varietas JJUH yang telah melalui proses verifikasi. Varietas tersebut mendapat sambutan positif dari petani di pasar tujuan, seiring tingginya minat masyarakat Sulawesi terhadap usaha budi daya jagung.
“Untuk bulan ini, kita dalam bulan ini mengirim benih secara bertahap 150 ton sesuai perjanjian dengan perusahaan di Makassar,” ujarnya.
Optimisme perusahaan tidak berhenti pada pengiriman tahun ini. PT CMK merencanakan peningkatan produksi benih hingga 500 ton pada 2027, sejalan dengan peluang pasar yang dinilai masih terbuka.
“Petani di Makassar sangat menyukai benih Andalan varietas JJUH. Karena itu, pada 2027 nanti kita merencanakan produksi benih hingga 500 ton,” tegasnya.
Rencana tersebut menunjukkan adanya peluang bagi PT CMK untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat posisi industri benih lokal dalam rantai pasok pertanian nasional. Namun, peningkatan kapasitas produksi tentu perlu diikuti ketersediaan bahan baku, jaminan mutu benih, kelancaran distribusi, serta kepastian permintaan pasar.
Jika seluruh mata rantai tersebut dapat dikelola dengan baik, industri benih jagung berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi yang memberikan manfaat melampaui aktivitas pabrik itu sendiri.
![]() |
Bupati Solok Siapkan 2.300 Hektare Lahan
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut gembira keberhasilan perusahaan lokal menembus pasar luar daerah. Menurutnya, perkembangan PT CMK menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menilai keberadaan industri benih jagung memiliki arti strategis karena dapat menghubungkan kegiatan produksi, kebutuhan petani, penyerapan tenaga kerja, hingga perputaran ekonomi di daerah.
“Kalau pabrik bibit jagung PT CMK berkembang, tentu akan melahirkan multiplier effect. Petani semakin maju dan ketersediaan lapangan kerja di pabrik akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.
Dukungan pemerintah daerah, kata Jon Firman Pandu, tidak cukup hanya melalui dorongan moral dan doa saja. Pemkab Solok juga menyiapkan langkah konkret dengan memprogramkan penanaman jagung pada lahan seluas 2.300 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan pada 2027.
Dalam rencana tersebut, PT CMK diproyeksikan menjadi pemasok benih untuk mendukung pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Solok.
“Untuk tahun 2027 nanti, Pemerintah Kabupaten Solok akan memprogramkan tanam jagung masyarakat di lahan seluas 2.300 hektare. Bibitnya tentu saja kita pesan dari PT CMK. Dengan memakai benih hibrida Andalan, kita harapkan budi daya jagung di Kabupaten Solok akan berkembang,” tegasnya.
Rencana pengembangan lahan tersebut membuka peluang terbentuknya hubungan yang lebih erat antara industri benih dan kegiatan pertanian masyarakat. Perusahaan memperoleh peluang pasar, sementara petani berkesempatan mendapatkan akses benih yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan ketersediaan benih. Pendampingan teknis, kesesuaian varietas dengan kondisi lahan, akses pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pembiayaan, serta kepastian pembeli hasil panen tetap menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan.
Dengan perencanaan yang matang, program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi jagung sebagai salah satu komoditas strategis daerah.
![]() |
Lahan Pascabencana
Senada, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, menyatakan optimistis bahwa budidaya jagung memiliki prospek untuk dikembangkan di wilayahnya. Menurut dia, peluang pengembangan tidak hanya terdapat pada lahan pertanian yang selama ini dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga pada lahan sawah nonproduktif dan sejumlah kawasan terdampak banjir bandang yang berpotensi dipulihkan untuk kegiatan pertanian.
“ Kabupaten Solok akan membutuhkan banyak benih jagung hibrida. Kita telah memprogramkan areal tanam seluas 2.300 hektare, dan benihnya kita pesan dari perusahaan PT CMK ini,” jelasnya.
Pemanfaatan lahan nonproduktif maupun lahan terdampak bencana dapat menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya pertanian daerah. Akan tetapi, pemanfaatannya perlu didahului kajian kondisi tanah, tingkat kerusakan, sistem drainase, risiko bencana berulang, serta kesesuaian lahan untuk tanaman jagung.
Langkah tersebut penting agar perluasan areal tanam tidak sekadar mengejar target luasan, tetapi benar-benar menghasilkan produksi yang berkelanjutan dan memberikan keuntungan bagi petani.
Di sisi lain, pengembangan jagung juga berpeluang menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, terutama apabila lahan yang layak ditanami dapat kembali produktif dan melibatkan kelompok tani setempat. (redaksi)
Editor : melatisan
Tag :Bibit Jagung Solok, Tembus Sulawesi, Bupati, Jon Firman Pandu, Siapkan 2.300 Hektare, untuk Dongkrak, Ketahanan Pangan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR SALURKAN 52 RIBU BIBIT IKAN UNTUK PEMBUDIDAYA TERDAMPAK BENCANA DI SOLOK
-
PULIHKAN USAHA PASCABENCANA, MAHYELDI SALURKAN BANTUAN UNTUK 6 PETANI IKAN DI KOTO SANI
-
STAND KABUPATEN SOLOK DISERBU PENGUNJUNG, PRODUK UMKM HINGGA RENDANG DIBORONG
-
SEKDA SUMBAR APRESIASI PERAN PNM PERKUAT EKONOMI KELUARGA DAN UMKM
-
PASAR MURAH TPID KAB SOLOK SEPI PENGUNJUNG, TRANSAKSI TIDAK MEMENUHI TARGET
-
BAREH RANDANG PAYAKUMBUH PUNYA RASA MANIS DAN BERBEDA DARI RENDANG DAGING
-
KATUPEK GULAI PAKU, SAJIAN KHAS PESISIR MINANGKABAU DENGAN KUAH SANTAN DAN PAKIS
-
HUTAN DILEGALKAN UNTUK DITEBANG: PARADOKS DEFORESTASI DAN KLAIM PENYERAP EMISI
-
DENGAN OLAHRAGA KITA BERSATU, CATATAN HENDRY CH BANGUN (FWK)
-
PEMBERIAN NAMA JALAN

