- Rabu, 22 April 2026
BGN Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana Lewat Program MBG Di Sumbar
Padang,(minangsatu) - Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia menggelar kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang, Rabu-Kamis, 22–23 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak bencana, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha lokal.
Kepala Badan Gizi Nasional yang diwakili Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Tengku Syahdana, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, program ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan gizi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali roda perekonomian lokal di daerah pascabencana.
Menurut Tengku, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kerja sama pemulihan ekonomi masyarakat melalui program MBG. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendukung program pemerintah pusat untuk memajukan ekonomi kerakyatan.
“Terima kasih atas kerja sama aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memajukan program pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan,” kata Tengku.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di Kota Padang telah menunjukkan dampak nyata. Ia menuturkan, dukungan dari seluruh SPPG terbukti membantu penyediaan makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Untuk Kota Padang, hal itu terbukti dengan bantuan dari seluruh SPPG yang memberikan bantuan makanan kepada masyarakat yang ditimpa bencana,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sambutan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, menegaskan bahwa pelibatan UMKM dan BUMDes menjadi bagian penting dalam upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.
![]() |
Menurut Adib, keterlibatan UMKM dan BUMDes tidak hanya memperkuat rantai pasok program MBG, tetapi juga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mendukung program pemulihan ekonomi.
“Dengan melibatkan UMKM dan BUMDes, kami memastikan program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Ini sekaligus mendorong pemulihan ekonomi daerah, dan kami siap bekerja sama dengan pemerintah pusat terkait program pemulihan ekonomi,” kata Adib.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pada 2029 program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, yang mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut menghadapi tantangan di sejumlah daerah akibat bencana alam yang terjadi pada akhir 2025. Dampak bencana itu tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk rantai pasok yang mendukung implementasi MBG.
Karena itu, BGN mendorong penguatan kolaborasi antarpihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, koordinator wilayah, koordinator kecamatan, hingga SPPG dan pelaku ekonomi lokal. Di Sumatera Barat, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, pasar murah, serta kunjungan dan dialog dengan pemasok bahan pangan yang terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, BGN menargetkan penguatan rantai pasok di wilayah terdampak, dukungan terhadap pemulihan supplier SPPG, konsolidasi pemangku kepentingan di tingkat lokal, serta lahirnya komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG pascabencana.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah bencana yang dapat direplikasi di daerah lain. BGN menilai sinergi ekonomi kerakyatan melalui program MBG memiliki peran penting tidak hanya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan percepatan pemulihan sosial ekonomi di daerah pascabencana.
Editor : boing
Tag :BGN, MBG, Sumbar, SPPG
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
REALISASI PINJAMAN PROGRAM PROMO TAHUN AJARAN BARU BANK NAGARI CAPAI RP255 MILIAR
-
SEMANGAT BARU MAKIN BERDAYA, PLN HADIRKAN DISKON TAMBAH DAYA 50 PERSEN UNTUK DUKUNG KEBUTUHAN LISTRIK MASYARAKAT
-
DORONG MUSTAHIK MENJADI MUZAKI, UPZ BAZNAS SEMEN PADANG TUNTASKAN PROGRAM KAMBING ETAWA
-
PERKUAT KOMITMEN GREEN ENERGY, PT SEMEN PADANG OPERASIKAN 72 UNIT MOTOR LISTRIK
-
SOLUSI HADAPI KEPERLUAN SEKOLAH, BANK NAGARI HADIRKAN “PROMO TAHUN AJARAN BARU 2026”
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
