HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK
- Minggu, 14 Juni 2026
Bangun Komunikasi, Pemkab Solok Dan Tanah Datar Sikapi Dinamika Perbatasan Nagari Bukik Kanduang Dan Simawang
Arosuka (Minangsatu) – Pemerintah Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanahdatar terus menjalin komunikasi untuk menyikapi perkembangan yang terjadi di kawasan perbatasan Nagari Bukik Kanduang Kabupaten Solok dengan Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar.
Hal tersebut terungkap ketika Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut kunjungan Bupati Tanah Datar Eka Putra beserta rombongan di Guest House Rumah Dinas Bupati Solok di Aro Suka, Jumat (12/06/26).
Pertemuan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat koordinasi dan membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama kedua daerah serta sepakat mencari solusi terbaik untuk menunggu keputusan resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait batas wilayah kedua daerah yang bertetangga tersebut.
Dalam pertemuan Bupati Solok didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Jefrizal, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Solok, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, Asisten II Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, serta Tim Percepatan penyelesaian masalah perbatasan Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.
Kesempatan tersebut Bupati Solok Jon Pandu menegaskan bahwa Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar memiliki hubungan yang erat, baik secara historis, sosial, maupun budaya. Menurutnya, kedua daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat.
"Kita hadir sebagai pemerintah untuk masyarakat. Apa pun persoalan yang berkembang, tugas kita adalah mencari jalan terbaik agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat dan hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin dapat terus terjaga,"ujarnya.
Bupati Solok menyoroti dinamika yang berkembang terkait persoalan batas wilayah yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut harus dilakukan melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menghormati proses yang sedang berjalan di tingkat pemerintah pusat
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan pentingnya menjaga situasi yang tetap kondusif sambil menunggu keputusan resmi dari Kementerian Dalam Negeri terkait penyelesaian batas wilayah yang selama ini masih berproses.
"Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyerahkan proses penyelesaiannya kepada pemerintah pusat. Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat di kedua wilayah,"ungkapnya. (zulnazar)
Editor : melatisan
Tag :Bangun Komunikasi, Pemkab Solok, Tanah Datar, Sikapi Dinamika Perbatasan, Nagari Bukik Kanduang, Simawang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
AIR SERING MACET, BUPATI SOLOK DESAK PERUMDA TIRTA SOLOK NAN INDAH BERBENAH, TARGET 30 RIBU PELANGGAN
-
BANTU BERSIHKAN SISA BANJIR BANDANG AROSUKA, 187 PETUGAS SATPOL PP DAN DAMKAR DIGUYUR REWARD
-
PASCA-BANJIR BANDANG AROSUKA, BUPATI SOLOK SERAHKAN DOKUMEN R3P KE BNPB
-
BANTUAN DI RUMAH DINAS BUPATI BUKAN PERSOALAN, JANGAN MENILAI SEBELUM MENGETAHUI FAKTA
-
HUTAN KUASAI 60 PERSEN WILAYAH SOLOK, JON FIRMAN PANDU INGIN POTENSINYA DINIKMATI MASYARAKAT
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK