HOME BIROKRASI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 15 November 2021
Audy Joinaldy: Setiap OPD Harus Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana
Padang (Minangsatu) - Bencana di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masuk kategori potensi tinggi. Selain kawasan pesisir pantai yang berpotensi terkena tsunami hingga bencana abrasi, wilayah Sumbar juga mempunyai kawasan perbukitan dengan potensi bencana tanah longsor tinggi.
"Makanya daerah Sumbar bisa dikatakan Super Market bencana," sebut Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy saat membuka kegiatan Diksar Teknis Dasar Manajemen Penanggulangan Bencana yang diikuti 30 siswa di Aula BPSDM Sumbar, Senin (15/11/2021).
Pemerintah Sumbar saat ini sedang menggalakkan peningkatan kompetensi SDM aparatur seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar. Langkah itu sebagai upaya memberikan pengetahuan terkait manajemen bencana dan penanggulangannya. "Untuk itu saudara-saudara akan dibekali ilmu tentang penanggulangan bencana, manajemen kesiapsiagaan bencana, manajemen pengurangan risiko bencana, manajemen darurat bencana, manajemen pemulihan bencana. Termasuk informasi terkait bencana," kata Wagub.
Menurut Audy, bencana dapat datang kapan dan dimana saja, baik karena faktor alam maupun manusia. Dampaknya secara sosial, ekonomi dan lingkungan tentu bisa muncul. Sehingga perlu ada manajemen penanganan kebencanaan yang baik, terutama soal koordinasi serta kompetensi petugas.
"Melalui diklat ini, saudara-saudara menjadi garda terdepan penanggulangan bencana, tularkan ilmu sehingga masyarakat sadar dan awas terhadap bencana di wilayah sekitarnya, sehingga, masyarakat lebih siap menghadapi bencana," ujarnya.
Bencana yang terjadi di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, memberikan banyak pembelajaran bagi masyarakat, telah banyak menelan korban pengetahuan dan harta benda, karena kurangnya jiwa dan ketidaksiapan masyarakat dalam bencana. "Sehingga kecerdasan masyarakat terhadap bencana dapat ditingkatkan. Sekaligus juga menjadi tanggungjawab Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan penanggulangan bencana," ungkapnya.
Kepala BPSDM Sumbar, Drs. Bustavidia melaporkan peserta yang berjumlah 30 orang tersebut diharapkan mampu mengatasi berbagai kelemahan dan kendala dalam penanggulangan bencana yang mempunyai prinsip di antaranya cepat, tepat sesuai tuntutan keadaan.
Pada pelatihan ini diberikan teknis pembelajaran tanggal 12 sampai 14 November 2021 secara E-Learning dan tanggal 15 sampai 18 November 2021 secara klasikal. Sehingga nantinya pesertanya mengetahui dasar-dasar manajemen penanggulangan kebencanaan, baik secara pribadi ataupun disampaikan ke masyarakat. "Jadi jika bencana itu datang, paling tidak kita bisa meminimalkan risiko. Dalam pelatihan, kita prioritas pada penyelamatan jiwa manusia, koordinasi yang baik dan saling dukung dalam menghadapi bencana," ucapnya.
Ia juga menjelaskan, dalam pelatihan kebijakan pengurangan risiko bencana terintegrasi dari hulu ke hilir, manajemen tanggap darurat, rehabilitas, konstruksi, serta peringatan dini dilakukan cepat dan akurat. "Untuk itulah maka kita melihat perlu diberikan ilmu kepada seluruh OPD, terkait penanggulangan bencana," tutupnya.
Editor : ranof
Tag :#Penanggulangan bencana#Opd garda terdepan#Mitigasi bencana#Sumbar#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MULAI HARI INI, PEMPROV SUMBAR BERLAKUKAN PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB
-
SEKDAPROV SUMBAR: SUMPAH PNS ADALAH KOMITMEN MORAL DAN SPIRITUAL, BUKAN SEKADAR FORMALITAS
-
SEKDAPROV SUMBAR TEGASKAN KINERJA BIROKRASI HARUS BERDAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT
-
PEMPROV SUMBAR RESMI TERAPKAN POLA KERJA SKEMA KOMBINASI, SETIAP JUMAT ASN PEMPROV WFH
-
INFO MUDIK 2026 SUMBAR, PANTAU JALUR DAN CCTV SECARA REAL-TIME
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG