HOME WEBTORIAL KOTA PAYAKUMBUH

  • Senin, 5 November 2018
Wako Riza Falepi Pimpin Deklarasi Payakumbuh Tolak LGBT

PAYAKUMBUH, (Minangsatu) -- Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi ST MT dengan tegas menolak adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Payakumbuh. 

“Kita dengan tegas menolak adanya LGBT ini,” kata Riza Falepi di sela kegiatan Deklarasi Payakumbuh Menolak Penyakit Masyarakat di Galanggang Pacuan Kuda, Kubu Gadang Kota Payakumbuh Senin (5/11).
“LGBT ini sudah meresahkan masyarakat dan ini tidak bisa kita biarkan. Hari ini masyarakat kita melakukan Deklarasi damai untuk menolak LGBT ini. Tak hanya LGBT masyarakat Kota Payakumbuh juga menolak Narkoba, Miras, Judi, pergaulan bebas dan penyakit masyarakat lainnya yang dapat membahayakan generasi muda” kata Riza Falepi.

Sementara itu kepala Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh AKBP Firdaus yang juga hadir dalam kegiatan Deklarasi tersebut mengingatkan, bagi masyarakat yang belum pernah mencoba Narkoba untuk jangan pernah mencoba-coba.
“Kita selamatkan generasi muda kita dari Narkoba lewat penyuluhan, Orasi dan Kampanye menolak narkoba. Dan kemudian bagi yang terlanjur menggunakan Narkoba nah ini kita dorong untuk berhenti menggunakan obat terlarang itu, karena dimanapun narkoba ini sudah dianggap Aib,” kata Firdaus dalam wawancaranya dengan awak media.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan untuk masyrakat yang sudah kecanduan narkoba akan direhabilitasi, tidak dipidana, tidak dipenjara, dan kegiatan rehabilitasi itu gratis.
Firdaus juga bersyukur acara ini diadakan karena ini merupakan langkah awal untuk menolak penyakit masyarakat yang sudah meresahkan, dan dia mengajak masyarakat bersama untuk melawan penyakit masyarakat ini.

Sementara itu ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Datuak Parmato Alam mengatakan acara ini merupakan sebuah landasan hukum bagi eksekutif dalam menolak LGBT.
“Apabila suatu kegiatan itu sudah mengancam kehidupan orang banyak maka kita bisa mengatur ini dengan sebuah aturan main yang bisa dipertanggung jawabkan” katanya.

Bicara mengenai Kota Payakumbuh merupakan gudangnya LGBT di Sumatera Barat, Ketua DPRD belum melihat bukti konkret apakah LGBT ini berkembang dengan pesat di daerah ini.
“Setelah melihat kondisi di lapangan saya belum melihat adanya bukti yang konkret berkembangnya LGBT di daerah kita ini. Namun, ibarat pepatah Minangkabau kita akan sedia payung sebelum hujan,” tambahnya.

Menyangkut masalah LGBT, narkoba, atau penyakit masyarakat lainnya, Ketua DPRD juga akan meminta Pemerintah Kota Payakumbuh untuk membentuk tim di sekolah-sekolah mengadakan sosialisasi penyakit masyarakat dan langkah-langkah apa untuk mengatasinya, karena dia ingin generasi muda terhindar dari penyakit masyarakat ini. “Kapan perlu disetiap sekolah nanti ada tim-timnya,” kata Ketua DPRD.

Kegiatan Deklarasi Payakumbuh Menolak Penyakit Masyarakat ini dikemas dalam bentuk orasi dan arak-arakan yang dimulai di depan Rumah Walikota Payakumbuh Jalan Rasuna Said, lanjut ke Labuah Basilang kemudian menuju Pusat Kota Payakumbuh (Tugu Adipura), dilanjutkan  menuju Simpang Benteng, dan akhirnya peserta orasi finish di Gelenggang Pacuan Kuda Kubu Gadang.

Selain Walikota, Kepala BNN, dan Ketua DPRD hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Erwin Yunaz yang sempat didaulat melepas kirab orasi itu. Terlihat pula hadir para pejabat sipil dan militer,  Ketua MUI Payakumbuh Mismardi, Ketua PKK Ny. Henni Riza Falepi, Kabid Humas Irwan Suwandi, Kadis Kominfo Payakumbuh Ruslayetti. Sejumlah ketua ormas juga hadir, serta sekitar 30.000 orang masyarakat termasuk para siswa utusan setiap sekolah yang ada di Kota Payakumbuh.

Reporter: Fegi AP
Editor: Taufik Effendi


Wartawan : Fegi
Editor :

Tag :#payakumbuh#deklarasi#tolak LGBT