HOME OPINI OPINI

  • Minggu, 16 Desember 2018
Minangkabau Cup, Mengembalikan Marwah Anak Nagari
Taufik Effendi

Minangkabau Cup II baru saja ditabuh, Sabtu (15/12) petang. Kick off ditandai dengan tendangan perdana si kulit bundar oleh Gubernur Irwan Prayitno. 
Turnamen sepakbola Minangkabau Cup II akan digelar mulai dari tanggal 15 Desember 2018 sampai 23 Maret 2019 diikuti oleh 160 tim kecamatan yang tersebar di 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat (Sumbar). 
Setiap kabupaten/kota (kab/ko) akan menggelar turnamen untuk memperoleh juara yang akan diadu di putaran final. Utusan per kab/ko ditetapkan secara proporsional berdasarkan jumlah kecamatan. Untuk kab/ko dengan jumlah kecamatan 2 sampai 7, berhak lolos satu tim. Jika jumlah kecamatan sebuah kab/ko 8-12, berhak meloloskan dua tim. Dan kab/ko dengan 13 kecamatan atau lebih, boleh meloloskan tiga tim. 
Ada 34 tim yang akan bertarung di putaran berikutnya. Mereka dibagi dalam delapan grup. Dua grup di antaranya dihuni lima tim, enam grup lainnya hanya berisi empat tim. 
Sesudahnya, seperti diketahui umum, akan ada juara dan runner up grup untuk maju ke pertarungan hidup mati. Partai knock out, alias KO. 
Senada dengan ucapan Gubernur Irwan Prayitno ketika pembukaan, bahwa turnamen yang cukup kolosal ini, ternyata tidak mengandalkan duit APBD. Hebat.
Agaknya, panitia pelaksana (panpel) punya cara sendiri buat menggalang dana. Sehingga panpel, seperti diungkapkan Ketua Panpel Tria Suprajeni, bahkan menyediakan hadiah uang buat para jawara. Rinciannya, juara satu memperoleh uang tunai sebanyak Rp 50 juta, peringkat kedua Rp 25 juta, dan ketiga Rp 10 juta. Selain itu panitia juga menyediakan hadiah bagi pemain terbaik, topskorer, kiper terbaik, dan assist (pengumpan) terbaik.
Sekali lagi, salut untuk panpel. Apalagi ini adalah turnamen yang kedua, setelah pada 2016 yang lalu digelar Minangkabau Cup I. 
Maka, tak heran apresiasi Gubernur Irwan Prayitno terhadap helat ini sangat berlebih. Selain ia memuji turnamen yang tidak menyusu ke APBD, Irwan Prayitno juga mengingatkan keberhasilan Minangkabau Cup I melahirkan Sultan Zigo sebagai bibit unggul pesepakbola belia yang masuk dalam radar Tim Nasional (timnas) setelah berkiprah di even ini. 
Bahkan kata Minangkabau yang dilekatkan pada nama turnamen ini, juga tak luput diapresiasi Gubernur IP. Nama itu, katanya, akan memperkental rasa memiliki masyarakat Sumatera Barat!
Selanjutnya lebih dari rasa memiliki yang dirasakan, Minangkabau Cup diharapkan bisa mengangkat harkat sepakbola daerah ini. Akan dibuktikan dengan seberapa banyak turnamen ini melahirkan bibit unggul dan talenta sepakbola muda. 
Keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari seberapa banyak perhatian publik tersita untuk menikmati drama sepakbola di lapangan hijau. Atau bagaimana kualitas permainan, hasil racikan para pelatih garda depan, diperlihatkan? Tetapi yang paling penting lagi, berapa banyak pesepakbola belia itu mendapatkan pengalaman berkompetisi secara sehat, secara sebenarnya dan menghibur. 
Kita harapkan, Minangkabau Cup sukses untuk membangkitkan marwah anak nagari dalam dunia sepakbola!


Tag :teTAJUK