HOME OPINI OPINI

  • Senin, 16 Desember 2019
Inovasi UNP; Pendekatan Multirepresentasi Untuk Mengembangkan Literasi Saintifik
Tri Septiani

Inovasi UNO; Pendekatan Multirepresentasi Untuk Mengembangkan Literasi Saintifik

Oleh Tri Septiani dan Yulkifli
(Program Studi Magister Pendidikan Fisika UNP)

Pengaruh signifikan perkembangan abad ke-21 memberikan perubahan pada kehidupan manusia.

Pendidikan abad ke-21 menghendaki setiap orang memiliki berbagai keterampilan untuk mampu bersaing dalam mengahadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

Terdapat empat keterampilan yang harus dimiliki peserta didik yaitu, kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Tuntutan keterampilan tersebut dapat terpenuhi jika pelaksanaan pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa pendidikan memiliki peranan penting dalam mempersiapkan kemajuan bangsa dimasa akan datang.

Pada saat ini peran literasi sangat diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Literasi membuat manusia peka terhadap lingkungan dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Manusia dapat memahami dan menggali keterkaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain. Literasi merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan abad ke-21 dalam mengatasi pergeseran paradigma pendidikan dan mempersiapkan kompetensi SDM yang diinginkan.

Hal tersebut juga telah diupayakan pemerintah untuk meningkatkan literasi peserta didik melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS berupaya menjadikan sekolah sebagai organisasi yang mampu membentuk peserta didik lebih memaknai sesuatu di lingkungan maupun di dalam proses pembelajaran.

Literasi yang tepat untuk peserta didik tingkat SMP dan SMA adalah literasi saintifik. Literasi saintifik menurut National Science Education Standards (NSES) adalah “science literacy is knowledge and understanding of scientifik concepts and processes required for personal decision making, participation in civic and cultural affairs, and economic produvtivity”. Hal ini berarti literasi saintifik merupakan suatu keterampilan dalam memahami konsep dan proses sains yang memungkinkan seseorang untuk membuat suatu keputusan dengan pengetahuan yang dimilikinya, turut terlibat dalam kenegaraan, budaya dan kebutuhan ekonomi.

Adanya literasi saintifik akan mempermudah peserta didik untuk meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 mengubah pandangan teacher center menjadi student center melalui penggunaan model dan pendekatan pembelajaran. Pendekatan multirepresentasi merupakan salah satu pendekatan yang cocok dengan literasi saintifik. Pendekatan multirepresentasi merupakan sebuah cara dalam menyatakan suatu konsep melalui berbagai cara atau format yang berbeda. Pada proses pembelajaran suatu konsep dapat dijabarkan melalui beberapa penyajian. Pendekatan multirepresentasi dapat membantu penyajian konsep-konsep secara verbal, gambar/diagram, grafik dan matematis. Jadi pendekatan multirepresentasi dapat membantu peserta didik untuk memahami konsep secara mendalam.

Penerapan pendekatan multirepresentasi dapat diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran khususnya pada kegiatan inti. Pendekatan ini dapat diimplementasikan dalam bentuk bahan ajar dan media pembelajaran yang dikaitkan dengan komponen-komponen yang dapat mengembangkan literasi saintifik. Komponen literasi saintifik yaitu konsep sains, proses sains dan konteks aplikasi sains.

Pengintegrasian pendekatan multirepresentasi dalam proses pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan literasi saintifik peserta didik agar dapat bersaing menghadapi  perkembangan abad ke-21.


Tag :#opini tri septiani