HOME OPINI OPINI

  • Senin, 9 Desember 2019
Inovasi UNP; Menggali Potensi Peserta Didik Melalui Pembelajaran Kontekstual Untuk Mengembangkan Ketrampilan Abad ke-21
Elmi Yanto Adhar Samudera

Inovasi UNP; Menggali Potensi Peserta Didik Melalui Pembelajaran Kontekstual Untuk Mengembangkan Ketrampilan Abad ke-21

Oleh Elmi Yanto Adhar Samudra dan Dr. Yulkifli, S.Pd, M.Si
(Program Studi Magister Pendidikan Fisika UNP)


Pendidikan adalah upaya meningkatkan kualitas hidup manusia yang  berkarakter, berkompetensi dan terampil.

Pendidikan abad ke-21 menjadikan sumber daya manusia yang melek teknologi informasi untuk menghadapi persaingan di era global. Pada abad ke-21 peserta didik harus berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, kreatif dan inovatif, kolaboratif dan komunikatif.

Kecapakan tersebut akan mempersiapkan generasi bangsa yang mampu beradaptasi pada lingkungan yang dinamis, dapat memecahkan masalah yang kompleks dan memiliki berbagai keterampilan. Pelaksanaan pembelajaran abad ke-21 memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

Di samping itu, pembelajaran ini juga memberikan kesempatan peserta didik untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan dan mengkomunikasi kan. 

Proses  pembelajaran akan berjalan interaktif, kontekstual, efektif dan kolaboratif jika berpusat pada peserta didik yang dapat membudayakan kreativitas dan inovasi dalam belajar, menggunakan sarana belajar yang tepat, mendesain aktivitas belajar yang relevan dengan dunia nyata. Guru memfasilitasi dalam melaksanakan pembelajaran sangat penting untuk melakukan perubahan proses pembelajaran.

Menurut Dr. Yulkifli, S.Pd, M.Si  Dosen Magister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang, perubahan kearah positif dalam proses pembelajaran harus dilakukan setiap saat oleh guru agar Indonesia memiliki daya saing yang tinggi.

Guru yang bijak cerdas, aktif, kreatif, efektif, inovatif dan berkaraker akan berpeluang menghasilkan output yang kreatif dan intelektual yang tinggi. Sehingga guru harus mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada masa sekarang melainkan dapat mengantisipasi dan mempersiapkan generasi emas dimasa yang akan datang melalui pembelajaran kontekstual.

Pembelajaran kontekstual yang dikenal dengan CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah sebuah konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata peserta didik menjadi pengetahuan yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran kontekstual peserta didik mampu menginternalisasi konsep melalui penguatan dan penemuan makna materi tersebut bagi kehidupannya.

Kegiatan pembelajaran kontekstual  berpusat pada peserta didik untuk menguji data hasil temuan lapangan yang dialami dalam kehidupan nyata peserta didik.

Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dengan mengembangkan pemikiran peserta didik untuk belajar mandiri, melaksanakan kegiatan inquiry/menemukan, mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik dengan memunculkan berbagai pertanyaan, menciptakan masyarakat belajar melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab dalam kelompok, menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran melalui ilustrasi/demonstrasi hingga media yang sebenarnya, membiasakan peserta didik untuk melakukan refleksi dari setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan melakukan penilaian secara objektif.

Melalui pembelajaran kontekstual akan mewujudkan berbagai keterampilan/ kecakapan pada abad ke-21 dimana peserta didik dapat berpikir secara kritis dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan kehidupannya dengan pengalaman belajar di sekolah sehingga materi yang dipelajari akan tertanam erat dalam memori peserta didik.

Peserta didik aktif berkomunikasi dalam menguji data hasil temuan  dalam kehidupannya dan mudah beradaptasi pada lingkungan yang baru. Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual memberikan peluang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 mencakup berpikir kritis, berpikir kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi yang diperlukan untuk bersaing secara global.


Tag :#opini elmi yanto adhar samudera