HOME WEBTORIAL KABUPATEN PASAMAN BARAT

  • Rabu, 11 April 2018
Agar Tak Meluap Lagi, Batang Batahan Pasaman Barat Dipasang Block Concrete
Pekerjaan pemasangan block concrete Batang Batahan Pasaman Barat

Pasaman Barat (Minangsatu) - Block Concrete di Batang (Sungai) Batahan, Pasaman Barat, akhirnya mulai dipasang. Walaupun melalui Proyek Tanggap Darurat Milik Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWS II) Provinsi Sumatera Utara, yang pasti Batang Batahan yang pernah meluap 8 Oktober 2017 lalu, dan menerjang sejumlah rumah di Batang Batahan, Nagari Batahan, diharapkan tak terulang lagi.

Site Manager PT.Hariara, Fransen Sinaga mengatakan, proyek tanggap bencana Sungai 
Batang Batahan berupa pemasangan Block Concrete berada di dua titik lokasi di Nagari Batahan.

"Kedua titik (lokasi) tersebut yakni satu berada di Bendung Muara Mais dan Jembatan Kampung Baru, dengan total jumlah Block Concrete sebanyak 4000 (empat ribu) unit," terangnya.

Ia menyebutkan, di Muara Mais pihaknya membuat bendungan agar air sungai masuk ke saluran Irigasi dengan panjang bentang 50 meter dan lebar 25 meter.

"Sedangkan di Jembatan Kampung Baru sisi kiri jalan dilakukan proteksi tebing Sungai Batang Batahan yang tingginya berkisar antara 3,5 meter," tukasnya lagi.

Di jelaskan Sinaga, lama pelaksanaan proyek tanggap darurat ini diawali sejak tanggal 10 Januari 2018, dengan lama masa pelaksanaan lebih kurang lima bulan kerja.

"jika tidak ada hambatan dan rintangan yang mengahalang, kita menargetkan selesai sebelum bulan ramadhan atau di akhir bulan Mei," ujar Fransen Sinaga di lokasi proyek, Rabu (28 Maret 2018).

Terpisah, Kepala BPBD Pasbar Tri Wahluyo, mengatakan, pemasangan Block Concrete Sungai Batang Batahan, Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan merupakan alokasi Proyek Tanggap Darurat Batang Batahan milik Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWS II) Provinsi Sumatera Utara.

"Proyek ini merupakan tindak lanjut akibat bencana luapan Sungai Batang Batahan yang terjadi tahun lalu. Akibat luapan Sungai Batang Batahan tersebut sebanyak 13 unit rumah mengalami rusak berat, empat unit rumah rusak ringan, sementara  saat itu sebanyak 160 KK terpaksa diungsikan ke rumah tetangga dan kerabat terdekat," ucapnya kepada awak media.

Menurutnya, luapan Sungai Batang Batahan selain mengancam keselamatan nyawa, harta, benda masyarakat dan sejumlah infrasruktur seperti areal pertanian, perkebunan, jalan dan jembatan yang menghubungkan provinsi Sumbar dengan provinsi Sumut yakni Kabupaten Pasbar dan Kabupaten Madina juga terancam putus.

Wali Nagari Batahan Slamet Riadi, mengatakan, pihaknya mewakili warga Nagari Batahan mengapresiasi bentuk kepedulian pemerintah terhadap bencana yang terjadi di Batahan.

Dengan dilakukannya pembangunan proyek Block Concrete oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II Sumut, kata Slamet Riadi via telpon selularnya, ini sangat ditunggu masyarakat Batahan.

"Bangunan ini nantinya dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang ada di sepanjang bantaran Sungai Batang Batahan dan warga Nagari Desa Baru, jika sewaktu- waktu debit air sungai Batahan meluap," harap Wali Nagari Batahan.


(Af/Batuah)


Wartawan : Af/Batuah
Editor :

Tag :#BencanaBatangBatahan_Diharapkan_TakTerjadiLagi