HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL

  • Sabtu, 26 Desember 2020
30 Tahun Layani Indonesia, JNE Tiada Henti Berbagi Kebahagiaan
Peringatan HUT JNE ditandai dengan penyerahan bantuan pada anak panti asuhan. (ist)

PADANG (Minangsatu)-Tanpa terasa, 30 tahun sudah JNE melayani masyarakat Indonesia dalam urusan logistik dan distribusi. Perusahaan itu hadir mengikuti dunia yang semakin maju serta peradaban kian dinamis. JNE menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat serta layangan yang terjangkau secara ekonomis.

Ada tradisi berbagi yang dijalankan JNE tiap tahun. Memanfaatkan momentum istimewa, perusahaan itu berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, menyantuni anak panti asuhan serta berbagi dengan pelanggan serta para srikandi dan ksatria. JNE juga melakukan aksi sosial lainnya. JNE tak cuma fokus dengan bisnis, tapi juga mendekatkan perusahaan dengan banyak orang. 

JNE kini mampu menjadi Kementerian Dalam Negeri dalam urusan logistik. Kementerian Dalam Negeri menjadikan pemerintahan desa atau kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan, sementara JNE juga dengan mudah diakses masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan. Di perkampungan sekalipun, sudah ada perwakilan JNE. 

Bukan cuma melayani urusan logistik dan distribusi, JNE juga tak kenal lelah berbagi dengan masyarakat Indonesia. Tiap kali dilakukan peringatan ulang tahun, pasti dilakukan bakti sosial. Panti asuhan diantarkan bantuan, kaum dhuafa disantuni dan aksi sosial lainnya. Yang lebih penting, para kurir JNE juga ketiban berkah saat perusahaan tempat mereka mengabdi berulang tahun.

Pada Minggu (29/11/2020), JNE merayakan ulang tahun yang ke-30. Kegiatan tersebut dilangsungkan dengan mengikuti protokol kesehatan. Perayaan HUT dihadiri kalangan pimpinan JNE dan disaksikan karyawan melalui aplikasi ZOOM dan Channel Youtube JNE. Ulang tahun mengusung tema 30 Tahun Bahagia Bersama, JNE memberikan santunan kepada anak yatim disertai hiburan FDC Kids. 

Presiden Direktur, M. Feriadi Soeprapto mengemukakan, JNE sebagai perusahaan logistik, bukan cuma mengantarkan paket kepada penerima, melainkan juga mengantarkan kebahagiaan kepada banyak orang.

“Dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline connecting happiness yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Bicara JNE, bukan hanya soal pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Tahun ini merupakan masa yang berat dirasa banyak orang. Pandemi Covid-19 mengubah tatanan dunia. Ekonomi babak belur, banyak orang kena pemutusan hubungan kerja dan angka kemiskinan bertambah. Tentunya banyak lagi dampak sosial yang diakibatkan virus corona.

Masa yang sulit itu tak menyurutkan tekad JNE untuk berbagi. Dalam masa yang sulit pula, JNE menjadi tumpuan bagi banyak orang untuk menyambung kehidupan. Bukti kepedulian JNE terhadap penanggulangan pandemi, berupa menggratiskan pengiriman kebutuhan penanganan Covid-19. 

Puluhan ton barang dikirim ke berbagai pelosok Indonesia dan JNE tak menarik biaya, apalagi mengambil keuntungan. 
Walau sekarang masa pandemi, JNE tetap memberikan penawaran menarik kepada pelanggan seperti hari bebas ongkos kirim serta berbagi door prize. 

M Feriadi Soeprapto mengungkapkan, seperti dikutip kumparan, dalam situasi pandemi, JNE melakukan berbagai langkah guna mempertahankan kualitas pelayanan. 

Ia menyebutkan, selama pandemi JNE ikut membentuk tim gugus tugas khusus untuk pengawasan di kantor pusat dan seluruh kantor cabang dan melakukan sterilisasi seluruh area kerja menggunakan cairan disinfektan.

“Penyemprotan cairan tersebut dilakukan di area-area yang sering digunakan karyawan maupun pelanggan, seperti mushalla, ruang tunggu, toilet, dan yang lainnya,” kata M Feriadi.

Kontribusi JNE dalam masa pandemi yang paling strategis, dengan menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. Pandemi mengharuskan masyarakat lebih banyak berdiam di rumah. Meski demikian, roda bisnis dan hidup harus tetap berjalan. Ketika masyarakat di rumah, para kurir JNE tetap melaju dan melayani. 

Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, sepanjang semester pertama 2020, kinerja JNE tumbuh 30 persen. Pertumbuhan tersebut didorong pertumbuhan industri logistik dan e-commerce di masa pandemi.

“Kebutuhan masyarakat akan layanan jasa pengiriman ternyata semakin tinggi di era pandemi. Peningkatan signifikan berasal dari pengiriman transaksi e-commerce,” kata Eri Palgunadi yang dilansir kumparan.

Menjadi jembatan antara produsen dan konsumen melalui perdagangan daring, merupakan kontribusi JNE yang tak bisa digambarkan dengan statistik. Transaksi e-commerse didominasi usaha kecil dan menengah, sehingga lapangan kerja di sektor itu tak mati suri. Artinya, tenaga kerja tetap bisa menjalankan aktivitas secara normal, sehingga dapur mereka tetap berasap.

Konsumen juga terbantu karena memenuhi kebutuhan rumah tangga tak harus keluar rumah. Ketika masyarakat tak keluar rumah, dengan sendirinya juga telah membantu pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus corona. 
Kini, 30 tahun sudah JNE melayani dan berbuat bagi masyarakat Indonesia. 

Perusahaan itu memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Dikutip dari Wikipedia, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TIKI) untuk mengurusi jaringan kurir internasional.

Bermula dengan delapan orang dan kapital Rp100 juta, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.

Pada 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia.*


Wartawan : Edwardi
Editor : Benk123

Tag :#jne, #jne30tahun, #connectinghappiness, #30tahunbahagiabersama