- Senin, 3 Juli 2023
1000 Anak Panti Asuhan Dan 300 Pengurus Lembaga Dan Panti Sosial Dari Seluruh Indonesia Akan Berkumpul Di Sumbar
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan Provinsi Sumatera Barat (Prov. Sumbar) siap untuk penyelenggaraan acara Jambore dan Rakernas ke-1 tahun 2023 anak-anak panti asuhan se Indonesia.
"Kita siap, untuk menyukseskan penyelenggaraan Jambore dan Rakernas ke-1 tahun 2023 anak-anak panti asuhan se Indonesia," tegas Mahyeldi saat mengikuti rapat persiapan penyelenggaraan bersama panitia pusat di Istana Gubernuran, Minggu malam (2/7/2023).
Kegiatan tersebut direncanakan akan diselenggarakan di Kota Bukittinggi pada tanggal 22-25 Juli 2023 mendatang.
Menurutnya, ini sejalan dengan upaya Pemprov Sumbar untuk meningkatkan angka kunjungan wisata ke Sumbar, seperti yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu, dengan tagline "Visit Beautiful West Sumatera 2023".
Ia menyebut, karena ini persiapan acaranya sudah berlangsung cukup lama, jadi untuk penyelenggaraan, pihaknya optimis akan bisa menghadirkan sesuai dengan yang diharapkan.
"Dari segi persiapan, kita sudah siap. Karena memang itu sudah cukup lama kita lakukan, Insya Allah kita akan memberikan yang terbaik untuk hal ini," ungkap Mahyeldi.
Dikatakannya, anak-anak yang akan ikut dalam kegiatan itu nantinya adalah calon pemimpin dimasa depan, oleh karena itu ia berkomitmen untuk bisa memberikan contoh yang baik kepada mereka melalui keseriusan dalam mengemas sebuah kegiatan.
Ia bertekad, untuk memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh peserta selama menjalani kegiatan di Sumbar nantinya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Sosial Asuhan Anak, Ahmad Suhari menyebut tak kurang dari 1.000 orang peserta dan 300 orang perwakilan dari pengurus pusat, wilayah dan daerah LKSA PSAA akan hadir ke Sumbar dalam acara tersebut.
"Lebih kurang 1.300 orang akan hadir ke Sumbar dalam acara Jambore dan Rakernas ke-1 tahun 2023 anak-anak panti asuhan se Indonesia," ungkap Ahmad Suhari.
Ia menerangkan, nantinya untuk teknis kegiatan, Jambore diikuti oleh para anak panti asuhan dari berbagai daerah sebanyak 1.000 orang. Sementara untuk kegiatan Rakernas, akan diikuti oleh perwakilan para pengurus pusat, wilayah dan daerah LKSA PSAA se Indonesia yang jumlahnya lebih kurang 300 orang.
Adapun rangkaian kegiatan pada acara Jambore tersebut, nantinya akan diisi dengan perlombaan kemampuan para anak untuk berbagai hal, seperti hafalan-hafalan Alqur'an, pramuka, karya seni. Kemudian juga ada kegiatan kunjungan ke beberapa tempat bersejarah di sekitar Kota Bukittinggi.
Ia berharap, Jambore itu nantinya dapat memberikan pengalaman berharga bagi para anak-anak panti asuhan. Mereka dapat berinteraksi, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi mereka.
Selain itu, ia juga berharap para anak panti asuhan dapat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah dan masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib mereka.
Selain Gubernur Mahyeldi, juga tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Asisten Pemerintahan dan OTDA Setda Prov. Sumbar, Pengurus Pusat LKSA PSAA, Pengurus Wilayah LKSA PSAA Provinsi Sumatra Barat.
Editor : ranof
Tag :#Panti asuhan #Lembaga sosial #Jambore #Rakernas #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BPKH, BANK NAGARI DAN SEMEN PADANG DORONG KESIAPAN FINANSIAL PEGAWAI MENUJU IBADAH HAJI
-
SUMBAR BERHASIL JUARA UMUM MTQ NASIONAL KOPRI 3 KALI BERUNTUN
-
GELAR RAPAT PARIPURNA, DPRD PADANG SAHKAN PERDA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH
-
BANK NAGARI SALURKAN PULUHAN HEWAN KURBAN DAN PERLUAS PROGRAM CSR PADA IDULADHA 2026
-
RIBUAN JAMAAH PADATI PT SEMEN PADANG, IDULADHA 1447 HIJRIAH JADI MOMENTUM MENEBAR KEPEDULIAN
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU