HOME BIROKRASI KOTA SAWAHLUNTO

  • Minggu, 8 November 2026

Zohirin Sayuti: Jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban Sangat Penting Untuk Dongkrak Wisata Sawahlunto

H. Zohirin Sayuti S.E
H. Zohirin Sayuti S.E

Sawahlunto (Minangsatu) – Mantan Wakil Wali Kota Sawahlunto periode 2018–2023, H. Zohirin Sayuti, S.E.menilai pembangunan jalan tembus Pondok Kapur–Muaro Kalaban sangat penting untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Sawahlunto.

Zohirin yang merupakan suami anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2024–2029, Ir. Hj. Neldaswenti, M.Si., menilai kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota warisan dunia tersebut.

"Kalau kita ingin menggenjot kunjungan wisata ke Sawahlunto, jalan tembus Muaro Kalaban–Pondok Kapur sangat diperlukan. Mungkin karena ada Perumnas Talago di lokasi jalan ini, bisa saja pembangunan jalan menuju perumnas ini lebih diutamakan oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan dalam masa jabatan kepala daerah sekarang ini, jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban bisa dibuka Pemko," ungkap Zohirin Minggu (8/11/2026)

Pernyataan tersebut kembali mengingatkan pentingnya penyelesaian akses alternatif yang telah direncanakan sejak lama. Jalan ini diharapkan menjadi jalur yang lebih pendek dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju pusat Kota Sawahlunto.

Pembangunan ruas jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban sendiri menyimpan perjalanan panjang. Gagasan pembukaannya telah muncul sejak masa pemerintahan Wali Kota Amran Nur bersama Wakil Wali Kota Erizal Ridwan periode 2008–2013.

Namun, mewujudkan rencana tersebut bukan perkara mudah. Dari total panjang jalan yang direncanakan sekitar 1,4 kilometer, hingga kini baru sekitar 700 meter yang berhasil dibangun. Untuk menuntaskan sisa pembangunan sepanjang 700 meter, dibutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Pembangunan mulai direalisasikan pada 2020, ketika Sawahlunto dipimpin Wali Kota Deri Asta bersama Wakil Wali Kota Zohirin Sayuti periode 2018–2023. Pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui dua tahun anggaran dengan menggunakan dana APBD Kota Sawahlunto.

Saat itu, Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Maizir, menyebutkan total kebutuhan anggaran proyek mencapai sekitar Rp49 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan badan jalan, riol atau saluran drainase, marka jalan, serta lampu penerangan jalan. Keterbatasan anggaran daerah dan pandemi Covid-19 ketika itu menjadi salah satu kendala sehingga pembangunan belum dapat dituntaskan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Datuk Abadi, mengungkapkan bahwa kelanjutan pembangunan jalan tersebut sudah beberapa kali diusulkan kepada pemerintah pusat. Namun, usulan itu belum mendapatkan persetujuan karena besarnya kebutuhan biaya.

Menurutnya, penyelesaian sekitar 700 meter sisa jalan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp30 miliar. Tingginya biaya tidak terlepas dari kondisi geografis kawasan yang berbukit dengan kontur tanah cukup curam, sehingga membutuhkan pekerjaan konstruksi dan penanganan teknis khusus.

Pangkas Jarak 3,4 Kilometer, Hilangkan Sembilan Tikungan

Di balik besarnya kebutuhan anggaran, jalan baru ini menyimpan manfaat besar bagi konektivitas Kota Sawahlunto.
Datuk Abadi menjelaskan, keberadaan jalan alternatif tersebut mampu memangkas jarak tempuh dari sebelumnya 4,8 kilometer menjadi hanya 1,4 kilometer. Artinya, perjalanan menjadi lebih pendek sekitar 3,4 kilometer atau berkurang sekitar 70,8 persen.

Tidak hanya memperpendek jarak, jalan baru tersebut juga menghilangkan sembilan tikungan yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi bus-bus pariwisata untuk masuk ke Sawahlunto.

"Manfaat yang paling nyata adalah menghilangkan sembilan tikungan yang membuat bus-bus wisata malas ke Sawahlunto," ungkap Datuk Abadi.

Kondisi tersebut menjadikan penyelesaian jalan alternatif ini semakin penting, terutama bagi Sawahlunto yang memiliki potensi wisata sejarah, budaya, dan peninggalan pertambangan batu bara.

Sebagaimana diketahui, Sawahlunto merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi sekaligus bagian dari Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional. Kota ini juga memiliki warisan sejarah pertambangan batu bara yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia melalui penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto pada 2019.

Dalam konteks tersebut, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai menjadi bagian penting untuk memperkuat daya tarik wisata. Kemudahan akses bagi bus pariwisata diharapkan dapat mendorong lebih banyak wisatawan berkunjung dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kini, setelah melalui perjalanan panjang sejak digagas pada era Amran Nur dan mulai dikerjakan pada 2020, penyelesaian sisa 700 meter jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban masih menjadi pekerjaan rumah.
Kebutuhan anggaran sekitar Rp30 miliar menjadi tantangan tersendiri. Dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat diperlukan agar pembangunan akses alternatif tersebut dapat dituntaskan.

Harapan Zohirin Sayuti agar jalan tembus ini diwujudkan menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan semata-mata tentang membuka badan jalan, tetapi juga menghadirkan kemudahan akses, memperkuat konektivitas, dan membuka peluang lebih besar bagi perkembangan pariwisata Sawahlunto


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :Zohirin Sayuti, Jalan Pondok Kapur,–lMuaro Kalaban, Sangat Penting l, untuk Dongkrak Wisata Sawahlunto

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com