HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Minggu, 3 Juli 2022
Yayasan Sako Adakan Rapat Kerja Perdana Kepengurusan 2022-2027
Padang (Minangsatu) - Menyikapi berbagai keunggulan Adat Minangkabau yang dikukuhi oleh Syarak (syariat Islam) tetapi mengalami berbagai fenomena menyedihkan pada akhir-akhir ini, maka dimotori oleh beberapa tokoh adat, intelektual, dan praktisi, Yayasan SAKO (Saiyo, Sajalan, Sakato) didirikan pada 18 Januari 2022 di Padang.
Tujuannya bukan menandingi lembaga-lembaga adat Minangkabau yang telah ada, seperti: LKAAM, MTKAAM, MAAM, BAKOR KAN, Bundo Kanduang, atau lainnya.
Akan tetapi, pendirian yayasan ini adalah untuk memperkuat formasi dan menggencarkan gerakan revitalisasi adat dan syarak dalam kehidupan masyarakat Minangkabau hari ini dan esok.
Demikian disampaikan oleh Ir. Afdhal Tamsin Datuk Rajo Indo Alam, MS. selaku Ketua Umum Yayasan SAKO pada pembukaan Rapat Kerja Perdana pada Sabtu (2/7/2022), bertempat di Jl. Tanjung Aur, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
“Kita gamang melihat Minangkabau hari ini. Jalan dialiah urang lalu, cupak dililih urang panggaleh, indak ado nan peduli. Peralihan nagari menjadi desa (sesuai UU 5 1979) telah mengakibatkan ninik mamak indak diacuahkan dek kamanakan. Mestinya, nagari tetap sebagai ‘desa adat’ dan wali nagari dipilih secara musyawarah oleh ninik mamak di Karapatan Adat. Akan tetapi, saat ini Wali Nagari dipilih secara langsung, menggunakan suara terbanyak dengan mekanisme ‘one men one vote’ sehingga prinsip permusyawaratan perwakilannya menjadi hilang,” katanya.
Lebih lanjut, Datuk Rajo Indo Alam tersebut menyatakan, pendidikan muatan lokal mesti diberikan kepada anak-kamanakan sejak dini, esensi ABS SBK mesti ditegakkan dalam kehidupan masyarakat.
Berbagai pelemahan telah terjadi, seperti alek (perhelatan perkawinan/ pelaminan) diselenggarakan di pinggir jalan, ninik mamak makan sambil berdiri, simbol-simbol adat dipakai tetapi esensi adat telah diabaikan.
"Lembaga-lembaga adat banyak yang kurang berfungsi, bahkan sebagian belum ‘diakui’ (sebagai Ormas oleh Kemkumham). Itu sebanya kita mendirikan yayasan, walaupun mengalami beberapa hambatan prihal penamaan saat didaftarkan”, tutupnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Harian, Hanafi Zein Sutan Bagindo menyampaikan bahwa lazimnya hambatan utama sebuah organisasi untuk bergerak adalah prihal pendanaan.
Oleh sebab itu, organisasi perlu menggerakkan sektor ekonomi sebagai pendukung utama, makanya kita wujudkan dalam bentuk yayasan, bukan sekadar ormas.
Dengan begitu kita punya keleluasaan bergerak untuk mengembangkan kearifan lokal dan merevitalisasinya untuk kemajuan di berbagai bidang sektor, seperti: pendidikan, ekonomi, sosial budaya, institusi adat, politik, dan lainnya.
Pernyataan Sutan Bagindo yang juga Pimpinan Panti Asuhan Bundo Saiyo itu didukung penuh oleh istri Beliau, dengan harapan agar Yayasan Sako bisa bergerak dengan program-program keumatan.
“Yayasan SAKO dan Yayasan Bundo Saiyo dapat bermitra dan bersinergi di area seluas lebih kurang 2,5 Ha tempat Panti Asuhan iti berada, sebagai titik awal, dan setelah itu dapat mengembangkan ke seluruh daerah kabupaten/ kota di Sumatera Barat,” semangatnya.
Tidak kalah semangat adalah Bundo Yapriati Piliang dari Kabupaten 50 Koto. Pensiunan guru ini sudah mendirikan museum Rumah Panjang di batu Balang, 50 Koto. Rumah itu memiliki tiang 30 buah dan setiap tiang memiliki cerita sendiri.
Di museum tersebut telah dibuat deskripsi atau narasi siklus hidup secara adat sejak lahir sampai meninggal. Program utama museum adalah Budaya Masuk Sekolah, yang akan mengajarkan budaya Minangkabau kepada generasi muda keluarga kaum, makanan, upacara, dan lainnya. Dengan capaian sebagai produsen kuliner terbaik di Sumatera Barat, Bundo mengharapkan bisa bergerak bersama dengan Yayasan SAKO.
Turut hadir dan memberikan masukan adalah Dr. Hasanuddin Datuk Tan Patih, Januarisdi Rio Mandaro, Afrianto Datuk Maninjun, T Datuk Parpatiah, M. D. Datuk Putiah, Marjali Chan Sutan Sulaiman, dan Jefrizal Tk Joniah. Dari jajaran Bundo Kanduang, juga hadir Bundo Nofyelni, S.Pd, Bundo Yapriati Piliang, Bundo Fitriani, Bundo Syofiarni, Bundo Yuliana Fitri, dan Bundo Marlena.
Beberapa catatan yang diberikan adalah prihal keselarasan program yayasan dengan program pemerintah yang terkait, promosi dan pemanfaatan platform teknologi informasi terkini yang dapat dilakukan oleh anak-anak di Panti, penguatan pendidikan muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau di sekolah formal, dan kemasan-kemasan pendidikan budaya Minangkabau sebagai paket wisata pendidikan bagi anak-anak perantau Minangkabau yang tersebar di berbagai kota dan negara di dunia.
Rapat kerja yang dipimpin oleh Sekretaris Jeneral, AR Piliang Bee Malin Marajo itu dihadiri oleh 17 perwakilan dari pengurus inti dan 10 bidang. Rapat dilaksanakan secara santai dan memberi ruang yang luas bagi seluruh peserta untuk menyampaikan usulan, tanggapan, dan masukan bagi kemajuan oraganisasai Yayasan.
Sekjen menjelaskan bahwa Yayasan SAKO sudah terdaftar dengan Akta Nomor 24, Tanggal 18 Januari 2022 pada Notaris Elgayanti, SH., M.Kn. dan telah memperoleh pengesahan Hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia Nomor AHU 0001429.AH.01.04 Tahun 2022.
“Sepuluh bidang sebagai lini gerakan organisasi Yayasan Sako adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) & Pengkajian dan Pengembangan Budaya Minangkabau, Ekonomi dan Koperasi, Kesehatan, Advokasi Hukum, Syarak dan Dakwah Islam, Kepariwisataan, Pertanian; Perkebunan; Kehutanan; Perikanan dan Peternakan, Sosial dan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Perempuan (Bundo Kanduang), dan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga,” jelasnya.
Sebagai simpulan, Sekjen Yayasan Sako menyampaikan akan segera menyosialisasikan program unggulan kepada stake holder terkait, baik di pemerintahan maupun pelaku usaha atau swasta nasional.
Beberapa program unggulan tersebut adalah: Pendirian Pusat Pendidikan dan Latihan, Pendirian Penerbitan Buku Adat dan Buku Ajar Muatan Lokal Minangkabau, Kegiatan Ekspedisi Budaya, dan Festival Budaya Pariwisata menyukseskan The Beautiful West Sumatra Years 2023.(*)
Editor : Benk123
Tag :#sako
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DUA MERIAM YANG MENOLAK PERGI: JEJAK JEPANG DI TENGAH HIJAU LAPANGAN GOLF SEMEN PADANG
-
YAYASAN SAKO SIAP TELURKAN LBH PEMAJU SAKO-PUSAKO
-
BUDI SYUKUR DATUAK BANDARO JAMBAK: PWI AWARD, KADO ISTIMEWA DI USIA 64 TAHUN
-
PT SEMEN PADANG TUAN RUMAH HEALTHY ATHLETES SOINA SUMBAR
-
AIR MATA HARU LINDA SAAT TERIMA KUNCI RUMAH LAYAK HUNI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR