HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
- Kamis, 24 Maret 2022
Wilma Agustin, Guru Honorer Idamkan Rumah Lebih Layak Untuk Keluarganya
Lima Puluh Kota (Minangsatu) - Memiliki rumah yang lebih layak huni adalah idaman setiap orang. Tak terkecuali Wilma Agustin (25 tahun). Meskipun memiliki pendapatan yang pas-pasan, gadis yang berprofesi sebagai guru honorer ini mengidamkan sebuah rumah yang lebih baik dari yang ia tempati sekarang.
Saat ini, Wilma bersama Ayah, Ibu, dan 3 adiknya tinggal di sebuah rumah kecil di Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota.
Rumah semi permanen berukuran 6x4 meter tersebut, boleh dibilang sempit dan bangunannya juga tidak kokoh. Di dalamnya terdapat 3 kamar tidur yang ukuran masing-masingnya tidak lebih lebar dari 1 tempat tidur. Akibatnya mereka nyaris tidak memiliki ruang tamu.
Ayah Wilma, Syamwil (56 tahun) adalah seorang buruh tani yang bekerja menerima upah harian. Sedang ibunya Ermawati (44 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga yang mengharapkan upah musiman sebagai pekerja pembungkus makanan kerupuk.
![]() |
"Saya sangat bersyukur masih memiliki keluarga yang cukup dan rumah yang sangat sederhana. Meskipun terkadang tak bisa dipungkiri menjadi risih apabila teman datang berkunjung, karena rumah kami sempit dan tak ada ruang tamu," ujar Wilma kepada Minangsatu, Rabu (23/03/2022).
Dijelaskan Wilma, dirinya sangat berkeinginan bisa membantu orang tua untuk memiliki rumah yang lebih baik dari rumah yang sekarang. Pemasukan sebagai guru honorer ternyata tidak cukup guna mewujudkan hal tersebut.
![]() |
"Sebagai anak sulung, boleh dibilang saat ini saya adalah tulang punggung keluarga. Ayahpun sudah mulai renta, pastinya tidak kuat lagi bekerja. Sedangkan 3 adik-adik masih butuh biaya pendidikan. Jadinya untuk rehap rumah dan sebagainya terkadang kami mengandalkan pertolongan sosial dari nagari atau dinas terkait," tuturnya.
Tanah lokasi rumah Wilma adalah hibah dari neneknya (orang tua ayah). Sedangkan untuk membangunnya pada tahun 2007, ayah Wilma memperoleh bantuan dari Program Rehap Rumah P2KP dari Dinas PU. Kemudian pada tahun 2014, keluarga Wilma kembali memperoleh bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat melalui program Perumahan Swadaya yang digunakan untuk menambah jumlah kamar tidur.
![]() |
Malangnya lagi, baru-baru ini tepatnya Kamis (17/03/2022), rumah Wilma tertimpa pohon besar yang roboh ulah angin badai. Akibatnya, bagian belakang rumahnya yaitu dapur dan kamar mandi hancur berantakan. Ayah Wilma yang saat kejadian berada di dalam rumah juga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berlari keluar rumah menyelamatkan diri. Beruntungnya tidak ada korban jiwa karena dirinya beserta ibu dan adik-adiknya tidak berada di rumah pada saat kejadian.
"Rumah kita dikelilingi pepohonan yang sewaktu-waktu beresiko untuk roboh. Barusan minggu lalu pohon alpukat yang roboh. Akibatnya dapur dan kamar mandi kami rusak. Selain itu, saat ini ada juga batang durian yang juga berpotensi roboh. Namun, karena batang durian tersebut bukan milik kami, jadi ayah tidak mungkin untuk menebangnya," ulas Wilma.
![]() |
Saat ini kondisi dapur dan kamar mandi sudah mulai diperbaiki. Mengandalkan sumbangan rekan guru di SMKN 1 Baso, ayah Wilma bersama paman-pamanya telah mencoba memperbaikinya.
"Ya, begitulah. Rumah tersebut direhap kalau ada bantuan. Kalau mengandalkan uang gaji saya pastilah tidak cukup. Belum lagi untuk keperluan pendidikan adik-adik. Sulit pastinya," pungkas Wilma.*
Editor : Benk123
Tag :#limapuluh kota, #rumah layak huni
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MASYARAKAT, BPBD, TNI-POLRI BERSIHKAN POHON YANG TUTUP ALIRAN SUNGAI LIMAPULUH KOTA
-
DALAM SEMANGAT IDUL FITRI 1447 H, PLN PASTIKAN LISTRIK ANDAL DI HUNTARA KOTO TINGGI, PERCEPAT PEMULIHAN DAN BANGKITKAN HARAPAN WARGA
-
IRFENDI ARBI BUKA PUASA BERSAMA WARTAWAN, ASPON DEDI : WARTAWAN DAN BAPAK IRFENDI ARBI SUDAH SEPERTI KELUARGA
-
BUPATI SAFNI MENGAKU DIZOLIMI TERKAIT ISU VCS YANG LAGI VIRAL
-
ZIARAH DAN RENUNGAN SUCI HUT RI PEMDA LIMA PULUH KOTA DIMINTA DIGELAR DI MAKAM PAHLAWAN TAN MALAKA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG


