HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Jumat, 8 April 2022
Wawako Asrul Terima Pansus DPRD Agam Bahas Penetapan HJK Agam
Pd.Panjang (Minangsatu) - Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam tentang Hari Jadi Kabupaten (HJK) Agam, Kamis (7/4/2022) siang di ruang kerja Wawako Asrul, melakukan koordinasi bersama ke Pemko Padang Panjang dalam hal bagaimana tentang penetapan HJK.
Wawako Asrul kepada rombongan, menjelaskan secara detil bagaimana Kota Padang Panjang bisa menetapkan HJK pada tanggal 1 Desember, dan pertama kali diperingati pada tahun 2004 yang sebelumnya diperingati pada tanggal 23 Maret setiap tahun.
“Perubahan hari jadi ini disebabkan masih banyak warga Kota Padang Panjang yang belum dapat menerima atau mengakui HJK pada tanggal tersebut. Maka pada tahun 2002 ditinjau dan dikaji kembali HJK Padang Panjang ini berdasarkan sejarah atau histori dan perkembangan yang telah ada beberapa ratus tahun lalu,” tutur Asrul.
Dijelaskannya, pada tahun 2002 dibentuklah Badan Kajian Sejarah dan Perjuangan Bangsa (BKSPB) bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) yang diketuai Prof. Dr. Mestika Zed, M.A, dan juga mengundang pemakalah dari Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang. Kemudian, setelah melewati beberapa proses, ditetapkanlah Hari Jadi Kota Padang Panjang pada tanggal 1 Desember 1790.
Ditambahkan Asrul, terlebih dahulu harus dibuat tim khusus untuk mengkaji penetapan HJK ini, dengan melibatkan masyarakat dan pemuka adat agar tidak terjadi kesalahan dalam menetapkannya, tukuknya.
Ketua Pansus HJK Agam, Zulhendrif Bandaro Labiah yang memimpin rombongan ini mengatakan, maksud dan tujuan pihaknya datang ke Kota Padang Panjang untuk mencari dan menggali informasi tentang menentukan HJK ini.
“Kebetulan, kami di Kabupaten Agam sudah ada Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hari Jadi Agam. Apakah Agam ini daerah administratif, luhak atau kesatuan hukum adat. Sehingga kami bisa menentukan dengan mencontoh kepada Kota Padang Panjang yang sudah berusia 231 tahun,” ujarnya.
Untuk Hari Jadi Agam, tambahnya, belum pernah digelar, namun untuk perpindahannya sudah. Yang mana mulanya di Bukittinggi sekarang sudah di Lubuk Basung. Untuk itu, agar adanya marwah pada daerah tersebut, maka setiap daerah tersebut ada hari kelahirannya.
“Sesuai dengan yang dijelaskan Bapak Wawako tadi, kami mendapatkan banyak pelajaran. Kami akan sesegera mungkin melaksanakan seperti itu juga,” tandasnya.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PRODUK PADANG PANJANG DISERBU PENGUNJUNG DI PAMERAN HUT DEKRANAS DAN HKG PKK NASIONAL
-
KETUA DEKRANASDA PADANG PANJANG HADIRI HUT DEKRANAS KE 46 DI MAKASSAR
-
KEMENDIKDASMEN PERKUAT PERAN BUNDA PAUD DUKUNG WAJIB BELAJAR 13 TAHUN
-
KELURAHAN GANTIANG, GUNUANG-PADANG PANJANG, GELAR LOMBA LAYANG-LAYANG BARADAIK
-
RATUSAN MODIFIKATOR TRUK DAN BUS ADU KREATIVITAS DI PADANG PANJANG
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG