- Senin, 5 Januari 2026
Tradisi Susungan Jenazah Dan Rasa Kuliner Bukik Tandang: Identitas Budaya Yang Tetap Hidup
Tradisi Susungan Jenazah dan Rasa Kuliner Bukik Tandang: Identitas Budaya yang Tetap Hidup
Oleh: Andika Putra Wardana
Di antara banyak nagari di Kabupaten Solok, Bukik Tandang dikenal memiliki tradisi adat yang sangat khas dan jarang ditemukan di tempat lain, yaitu Susungan Jenazah. Tradisi ini merupakan bagian dari adat kematian yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat Bukik Tandang.
Susungan Jenazah bukan sekadar tata cara penguburan, tetapi mencerminkan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap yang wafat, serta ketaatan masyarakat terhadap adat. Dalam tradisi ini, seluruh kaum dan warga nagari terlibat aktif, menunjukkan bahwa kematian tidak dipandang sebagai urusan keluarga semata, melainkan sebagai peristiwa sosial yang menyatukan nagari. Tradisi ini menjadi identitas kuat Bukik Tandang dalam menjaga marwah adat Minangkabau di tengah perubahan zaman.
Selain kaya akan tradisi, Bukik Tandang juga memiliki kekayaan kuliner yang mencerminkan karakter masyarakat agraris Kabupaten Solok. Salah satu hidangan yang mudah dijumpai di sekitar nagari adalah Katupek Langkok, menu sarapan khas yang banyak dijual di pasar tradisional seperti Pasar Muara Panas, pasar mingguan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari wilayah penghasil beras unggulan, Bareh Solok menjadi makanan pokok yang istimewa di Bukik Tandang. Varietas seperti Anak Daro dan Cisokan dikenal memiliki rasa pulen dan aroma khas, menjadikannya pendamping utama berbagai lauk tradisional. Hidangan lain yang populer adalah Samba Lado Tanak, masakan berbahan santan kental dan cabai yang dimasak hingga berminyak alami, sering dipadukan dengan petai atau teri.
Tak kalah terkenal adalah Dendeng Baracik, irisan daging sapi yang digoreng renyah lalu disajikan dengan siraman minyak bawang, cabai hijau, dan tomat segar. Rasa gurih, pedas, dan segar dari dendeng ini mencerminkan kekayaan rasa kuliner Solok yang sederhana namun kuat.
Bukik Tandang hari ini berdiri sebagai nagari yang tidak hanya menjaga tradisi adat seperti Susungan Jenazah, tetapi juga merawat identitas budaya melalui kuliner dan kehidupan sosialnya. Di nagari ini, adat tidak sekadar dikenang, melainkan terus dijalani sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Editor : melatisan
Tag :Bukik Tandang, Nagari Perbukitan,Menjaga, Adat, Jejak Sejarah, Bukit Sundi. Tradisi Susungan Jenazah, Rasa Kuliner, Identitas, Budaya. Tetap Hidup
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MITOS PALASIK DI MINANGKABAU DAN CARA MENGHINDARINYA DALAM KEPERCAYAAN TRADISIONAL
-
CARA BELAJAR BAHASA MINANG DASAR UNTUK PEMULA, PANDUAN MEMAHAMI SAPAAN HINGGA PERCAKAPAN SEHARI-HARI
-
SEJARAH JEMBATAN SITI NURBAYA DAN PEMANDANGAN MALAMNYA YANG IKONIK DI KOTA PADANG
-
RESEP GULAI PAKU (PAKIS) KHAS PARIAMAN UNTUK SARAPAN, KUAH GURIH BUMBU MINANG
-
MAKNA PULANG BASAMO BAGI PERANTAU MINANG SAAT LEBARAN, LEBIH DARI SEKADAR MUDIK
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN