HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 22 Juni 2022
TP. PKK Sumbar MoU Dengan Lima Universitas, Tunjuk Kelurahan Bungus Pilot Project GKSTTB
Padang (Minangsatu) - Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) dengan lima universitas dalam rangka mendukung Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana serta pembentukan dan perencanaan hidup masyarakat. Lima perguruan tinggi tersebut antara lain Unand, UBH, Universitas Baiturrahmah, UBH, dan UIN Imam Bonjol.
Penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilaksanakan dalam peluncuran Pilot Project Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Menuju Keuangan Sehat Provinsi Sumatera Barat, di Kelurahan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Selasa (21/6/2022).
Ketua TP. PKK Sumbar, Umi Harneli, dalam sambutannya menyampaikan arti penting program GKSTTB dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Apalagi dalam laporannya, Umi menjelaskan kondisi masyarakat saat ini hanya 50 persen kepala keluarga yang memiliki jaminan kesehatan, 57 persen kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan, dan dari 140 orang ibu hamil hanya 10 orang yang memiliki tabungan untuk persiapan persalinan, serta 10 orang kepala keluarga yang memiliki asset untuk investasi.
"Dalam mewujudkan gerakan ini tentu kami membutuhkan dukungan, konsolidasi dan sinergitas dari berbagai elemen yang pada lapisan masyarakat," sebut Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar, Umi Harneli Mahyeldi.
Demi meningkatkan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan di daerah, Ummi mengimbau kepada Pemda setempat untuk meminimalisir hal-hal yang berbau pemalakan di tempat wisata.
"Bagaimana orang akan berbagi pengalaman berwisatanya ke Sumbar kalau di tempat-tempat wisata masih marak terjadi pemalakan parkir, makanan, minuman dan hal-hal lain yang membuat pengunjung berfikir dua kali untuk berkunjung kembali," katanya.
Seperti yang diketahui, Kelurahan Bungus adalah daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan keindahannya daerahnya sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Umi berharap dengan launching Pilot Project GKSTTB ini, bertambahnya jumlah keluarga yang memiliki asuransi kesehatan, berkurangnya jumlah kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan, meningkatnya jumlah Kepala Keluarga yang memiliki penghasilan tetap.
Berkurangnya jumlah kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, Bertambahnya jumlah Ibu hamil yang mempunyai tabungan bersalin (TABULIN), Bertambahnya jumlah keluarga yang memiliki tabungan, dan bertambahnya jumlah keluarga yang mempunyai aset untuk investasi.
Ia juga mengatakan kunci sukses pilot project tersebut didukung dengan adanya komitmen dari berbagai elemen di tingkat nagari, antara lain melibatkan dukungan masyarakat, perencanaan yang matang, pembekalan dan pengawasan, dukungan sumber daya manusia, pencatatan dan pelaporan, evaluasi secara berkala di setiap tingkatan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, dr. Edi Hasmi. MSi, Wakil Ketua TP PKK Kota Padang, Fani Andre Algamar, Kepala DP3AP2KB Bapak Editia Warman, S. Pd, dan seluruh Ketua TP. PKK Kab/Kota se-Sumbar. (*)
Editor : Benk123
Tag :#sumaterabarat, #pkk
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MUDIK LEBARAN 2026, PEMPROV SUMBAR TERAPKAN ONE WAY DAN BATASI ANGKUTAN BARANG
-
GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DARI MASYARAKAT SUMBAR UNTUK RAKYAT PALESTINA
-
LEWAT SAFARI RAMADAN, SEMEN PADANG SALURKAN RP22,5 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MDA DAN PENGEMBANGAN MASJID DI SOLOK–PADANG
-
SAFARI RAMADAN SIG DI PT SEMEN PADANG: “CAHAYA RAMADAN, HARMONI KEBERSAMAAN”
-
BERKAH DAUN RAMADHAN FEST 2026 BAGI MASYARAKAT SUMBAR
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL