HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 23 Februari 2020
Tour Ke V Dan Diskusi FMM; Para Tokoh Minangkabau Bicara Masa Depan Sumbar
Alahan Panjang (Minangsatu) - Berkaca pada masa lalu dan melihat kondisi saat ini, maka masa depan Sumatera Barat (Sumbar) ditentukan oleh bagaimana pengelolaan aspek-aspek karakter, pendidikan, dan ekonomi, serta menekan terjadinya penyakit masyarakat (pekat).
Demikian benang merah diskusi Whats App Grup (WAG) Forum Minang Maimbau (FMM), Sabtu (22/2), bertempat di Vila Kayu Putih, Alahan Panjang Kabupaten Solok. Diskusi yang dimulai pukul 21.30 dan berakhir lewat tengah malam ini, merupakan rangkaian Tour ke V dan Diskusi FMM.
Diskusi yang dipandu Prof Fasli Jalal dan diawali penyampaian pokok pikiran oleh Pembina FMM Fahmi Idris itu, dilanjutkan curah pikiran dari sejumlah tokoh ranah dan rantau, antara lain Andrinov Chaniago, Benny Wendry, Chairul Umaiya, Darul Siska, Wako Padang Panjang Fadly Amran, admin FMM Firdaus HB, Prof Ganefri, Ginta Wiryasenjaya, Guspardi Gaus, Prof Helmi, Joni, Buya Mas'oed Abidin, Nofrins Napilus, Norman Zainal, Siti Fatimah, Rafik Perkasa Alam, Surya Triharto, Siti Fatimah, Zairin Kasim, Wako Solok Zul Elfian serta Pemimpin Redaksi Minangsatu Taufik Effendi.
"Hasil diskusi ini akan kita serahkan untuk gubernur terpilih, siapapun nanti," ujar Fahmi Idris, yang juga menyinggung soal ciri-ciri orang Minang, dan berbagi cerita perihal kiprahnya di dunia politik.
Dari banyak masukan itu, Fasli Jalal mengerucutkan menjadi empat aspek yang perlu didalami, dan kemudian diserahkan pada gubernur terpilih kelak.
Terkait karakter, yang menjadi fokus perhatian Fahmi Idris, Maso'ed Abidin, Andrinov Chaniago, Norman Zainal, Siti Fatimah, Surya Tri Harto, dan Fasli Jalal, umumnya mereka melihat betapa saat ini telah terjadi krisis karakter di Ranah Minang. Ditunjukkan dengan kian memudarnya kiprah orang Minang di tingkat nasional.
"Sejak dahulu, selalu ada orang Minang jadi menteri," tutur Fahmi Idris.
Dengan tidak adanya tokoh Minangkabau di kabinet saat ini, banyak yang mengaitkan dengan Pilpres lalu. Namun Joni mengatakan,"Saya optimis itu akan segera berubah," ucapnya sambil menyebut adanya kemungkinan tokoh Minang kembali bercokol di kabinet.
Terhadap fenomena memudarnya cahaya Minangkabau di kancah nasional, Rafik Perkasa Alam mengajak dilakukan pertemuan akbar,"Kalau perlu kita undang Presiden Jokowi dan Prabowo," ujar Rafik.
Sejalan dengan Rafik, sejumlah tokoh menyokong gagasan itu. Termasuk kiprah FMM bisa lebih diperluas dan dilembagakan.
"Kita FMM siap untuk mengumpulkan tokoh-tokoh itu. Karena organisasi kita kan bukan parpol, anggotanya pun lintas profesi, jadi lebih gampang mengumpulkan tokoh-tokoh," ujar Firdaus HB.
Diskusi itu sendiri masih akan dilanjutkan pendalamannya pagi hingga siang ini.
Editor : sc.astra
Tag :#fmm #alahanpanjang #diskusisumbarkedepan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RAKOR PERPUSTAKAAN SUMBAR 2026: KEGEMARAN MEMBACA SUMBAR DI ATAS RATA-RATA NASIONAL 54,8, TAPI MASIH KATEGORI RENDAH
-
DI SUMBAR TIDAK BOLEH NARKOBA BERKEMBANG, TAPI FAKTANYA TETAP ADA, GUBERNUR SERUKAN SELAMATKAN GENERASI MUDA
-
DIRJEN POLPUM KEMENDAGRI: SUMATERA BARAT BERPOTENSI MENJADI MODEL NASIONAL PENCEGAHAN KONFLIK BERBASIS SEKOLAH
-
GUBERNUR MAHYELDI : PERSOALAN SAMPAH MASIH MENJADI TANTANGAN BESAR PEMERINTAH, BELUM ADA KESADARAN DAN BUDAYA BERSIH MASYARAKAT
-
M. SHADIQ PASADIGOE: PANCASILA HARUS HIDUP DALAM TINDAKAN NYATA, BUKAN SEKADAR DIHAFAL
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG